Showing posts with label bandung. Show all posts
Showing posts with label bandung. Show all posts

Tuesday, December 1, 2009

Jalan-Jalan ke Bandung [Kehidupan Para Narsisisme] - part 3

Well...tulisan ini sepertinya akan masuk di bulan Desember punya hihihi...tapi gak papa lah, yang penting nulis!

So..sampai mana ceritaya kemaren? Oh...sampe pulang kembali ke hotel setelah sempet jalan-jalan di PVJ untuk beberapa waktu.

Ada topik yang cukup menarik pas ke PVJ. As you all know (terutama para warga Jakarta), kalo udah hari Sabtu, semua Mall, semua tempat makan/tempat nongkrong di mana pun pasti rame, dan semakin malam, jalanan tuh malah semakin rame. Nah, di Bandung juga enggak kalah serunya dari Jakarta, malah mungkin lebih heboh karena tempat mereka untuk nongkrong itu bukan di mall seperti kebanyakan di Jakarta (or jangan-jangan emang cuma gue aja yang demennya nongkrong di mal hahahaha).

Nah, pada saat sedang berjalan di PVJ dari lapangan parkir bawah menuju tempat makan, di depan kami-kami ini nampaklah tiga cewek-cewek ABG yang dandan-nya tuh all out, alias dandan abis! Miniskirt, sepatu high heels (lupa gue antara stiletto or wedges), lengkap dengan tas model clutch di tangan. Dari belakang aja modis banget, apalagi dari depan. Di Jakarta sendiri juga pernah sih ngeliat hal yang sama, anak-anak ABG pada berdandan abis. And its made me wonder...gue aja yang udah setua ini, jarang banget tuh dandan ALL OUT untuk ke mall, even to Plaza Indonesia/Plaza Senayan/Senayan City sekalipun yang emang target marketingnya adalah para kaum menengah atas ke atas. Gue jadi heran dong, bertanya-tanya, yang aneh ini gue, apa mereka para ABG itu. Pertanyaan enggak penting itu langsung dijawab oleh yang lain (gue lupa apa itu Rany, Sufei or Linyuk) dengan mengatakan, kita yang aneh lagi, ze, hahahaha...tapi emang iya juga. ANDAI kita semua pada dandan pun, kostum kita enggak jauh-jauh dari yang namanya jeans/celana kain dan blouse/atasan. Udah.

Oke, back to our room. Kembali ke hotel around 12.30, membuat gue teringat akan insiden lucu. Rany, yang pada saat ke Bandung ini sengaja tidak memakai jilbab (udah ijin sama ortunya hihihihi), sering banget mengikat rambut (yah liat aja lah foto-fotonya), dan karena wajahnya yang bulet/lebar, sering banget dikira laki-laki. Pada saat parkir mobil di hotel, gue linyuk dan sufei udah turun dan kita nunggu Rany di depan pintu hotel, sementara Rany lagi parkir dibantu oleh satpam yang sedang jaga: "Ya! Ya! Terus, Pak! Terus! Terus, Pak!" Kontan, gue, Linyuk, dan Sufei ketawa ngakak, karena untuk kesekian kalinya Rany dikira bapak-bapak!! Hahahaha...nasib!

Malam itu, kita emang super capek banget dan berhubung hari Minggu itu CUMA mau ke Primarasa dan mampir toko baby, jadi memang enggak ada rencana untuk bangun pagi. Tapi toh gue tetep pasang weker jam 6 dan tetep bangun jam 6, meskipun bangun dengan santai. Seperti biasa, kalau sudah ada yang bangun, maka yang lain pun akan langsung ikut bangun dan gantian mandi. Kegiatan pagi memang berjalan dengan lebih santai. Meskipun demikian, toh jam 08.30-an semua sudah selesai mandi dan sedang sibuk kembali membuat pop mie. Breakfast untuk dua orang ada sih, bubur ayam dan nasi goreng, tapi yang bubur ayam gue makan ndiri hahaha, sementara nasi goreng Rany dan Sufei yang makan, tinggal Linyuk yang enggak kebagian :)


Jam 9 pagi, barang-barang udah diturunin ke mobil, diatur oleh Rany dan Linyuk, sementara gue masih merapikan sisa-sia barang (punya gue mostly), dan Sufei juga masih merapikan barang-barang dia. Selesai ngatur barang, gue minta Rany dan Linyuk untuk naik lagi, apalagi kalo bukan untuk foto-foto hahahaha...

Linyuk mengaku baru kali ini ke nginep di Bandung sampe foto di depan hotelnya :))

And after that...off we go! Tujuan pertama adalah kembali ke Paff, tapi berhubung masih jam 9, ya masih tutup lah! Jadi kita naik dulu ke arah Lembang untuk mampir keeee Rumah Sosis!! Hihihi...seru juga nih ke sini, apalagi gue belum pernah sama sekali ke sini.


Sesuai dengan namanya, ini memang tempat jualan sosis. Rumah Sosis punya tempat bermain sendiri dan yang mau main perlu bayar, berhubung kite enggak mau main, jadi kita langsung ke tokonya aja. Sementara menunggu yang jualan untuk makan di tempat (masih pagi, baru buka jam 10, sedangkan kita nyampe aroung 9.40-an deh Cukup mahal sih sosisnya, tapi berhubung belum pernah, jadi ya gue beli lah. Selesai beli, Sufei pesen sosis panggang, black pepper, cheese, dan yang bratwurst tapi yang besar.


Memang enak sih. Dagingnya emang murni daging semua :) enggak seperti yang di supermarket punya. Sayang gak sempet nyoba yang black pepper, karena pas tinggal satu potong, langsung diembat sama Rany, tinggal gue yang bengong karena gue belum makan hahahaha...Rany jadi langsung enggak enak hati :) Sembari makan, kita berempat sedikit mereview perjalanan kali ini yang bisa dibilang on time dan efektif. Mungkin karena jumlah 'peserta' sedikit, jadi enggak ribet main tunggu-tungguan, dan kemudian muncullah ide untuk pergi ke Bali (hieh...impian sejak dahulu kala!). Mungkin next time, bakal bisa terwujud. Amin!

Sesudah semua sosis selesai disantap, maka kita pun melanjutkan perjalanan.

maksudnya ini sausage man


Di sebelah kiri jalan arah Bandung, tiba-tiba terlihat tulisan Kampung Bakso. Sebenernya sih Kampung Bakso ini ketemu terlebih dulu sebelum ke Rumah Sosis, tapi adanya di sebelah kanan jalan. Dan juga tidak terlalu minat untuk mampir. Eh, Sufei teriak minta mampir, maka berhentilah kami di Kampung Bakso ini. Ternyata seru juga lho hehehehe...

Yang bikin seru adalah, Kampung Bakso ini punya semacam 2 area untuk makan. Kalo tadi Rumah Sosis lebih menonjolkan tempat main dan satu tempat untuk makan, di Kampung Bakso menonjolkan lapangan/luasnya area mereka. Tempat makan bakso mereka tidak hanya di restoran yang disediakan, tapi juga di saung-saung yang ada di bawah. Jadi bayangkan kekagetan gue ketika melihat area mereka. Luas dan jujur aja bikin gue mupeng untuk foto-foto lagi hahahaha...


Gue sendiri lupa apa aja yang kita pesen, tapi yang pasti memang enak lah hahaha...dan kebetulan enggak terlalu mahal. Terakhir kita pesen bakso goreng untuk dimakan selama perjalanan (sebenernya lebih enak punya nyokap Sufei sih, tapi babi...Babi banget!).


Selesai dari Kampung Bakso, menuju Paff, belanja baju lagi. Seneng deh Sufei belanja baju banyak! Lebih dari gue malah hahahaha.... Gue ndiri beliin Tizia 2 baju (yang kemudian salah satunya sering banget dia pake). Agak menyesal sih gue cuma beliin Tizia 2, karena ukuran badan Tizia dan Sufei tuh sebenernya sama, sedangkan kemaren gue nemu batik warna pink! Kapan ya balik ke sana lagi???

Dari Paff menuju Primarasa untuk beli mollen dsbnya, mampir di toko perlengkapan bayi, pikir mau cari hadiah untuk temen tapi enggak ketemu, dan baru pulang.



Rencana untuk lunch dulu, tapi berhubung abis makan sosis, makan bakso, dan kemudian ngicip pisan molen Linyuk (tadi beli di Primarasa) terus makan bakso goreng, jadi enggak berasa laper (ya iya lah!! Makan segitu banyak!!) dan akhirnya kita memutuskan untuk pulang saja.

Berhenti sebentar di rest area deket tol bandung untuk ke WC, sesudah itu mampir beli klaapertaart yang gue lupa nama tempatnya, baru abis itu bener-bener menuju Jakarta. Jam 15.00 lah kita di mobil dan balik pulang menuju Jakarta. Sementara Sufei dan Linyuk tidur-tiduran di mobil, gue yang nemenin Rany ngobrol. Jam 5-an masuk tol Pondok Gede Timur. Langsung deh bertemu lagi dengan kemacetan, kepenatan, hahahaha...tanda bahwa acara liburan/refreshing sudah berakhir.

Jalan-jalan ke Bandung semenjak gue kuliah udah bukan hal yang baru lagi. Rasanya udah sering banget ke Bandung. Tapi baru kali ini gue ke Ciwidey dan gue amat sangat menikmati hal tersebut. Baru kali ini juga ngeliat Rany bertingkah senarsis itu yang kemudian disahuti oleh Sufei membuat foto-foto yang ada jadi begitu beragam dan gue juga amat menikmati itu.

Kapan lagi ya bisa kembali ke Bandung, dan mungkin dengan jumlah anak-anak yang lebih banyak :)

Saturday, November 28, 2009

Jalan-Jalan ke Bandung [Kehidupan Para Narsisisme] - part 2

Oke, sembari menanti unduhan dan menanti FB mari kita lanjutkan walking down [my] memory lane, soal jalan-jalan ke Bandung awal November kemaren :))

Sesudah melakukan foto sesi di pinggir jalan (hoek!!) perjalanan dilanjutkan menuju Kawah Putih. Nah, ini dia nih 'gong'-nya. Akibat keseringan liat foto pre-wed orang, jadinya kita pun ingin ke sana, meskipun kali ini bukan dalam rangka pre-wed.

Ternyata medan/jalan dari jalan raya menuju kawah putihnya sendiri itu cukup berat. Malahan kata bokap (cerita waktu dijemput bokap untuk pulang ke rumah) duluuuuu jalannya tuh batu-batu, pokoknya bener-bener enggak enak deh, bukan jalan aspal or jalan yang mulus. Kalau dibandingkan sekarang memang sudah jauh lebih bagus, meskipun waktu kita lewat sedang dilakukan perbaikan jalan.

So, ada dua cara/pilihan untuk ke Kawah Putih. Naik mobil sendiri, dengan catatan yang bawa/nyetir harus gape, karena jalan yang cukup naik turun, dengan tikungan tajam dan jalanan sempit. Atau parkir dulu di bawah, terus naik 'angkot' nya mereka. Kalo yang pergi naik bus sih, jelas-jelas harus by angkot, tapi ada juga beberapa sedan yang memilih untuk naik angkot.

Berhubung kita naik Panther Touring, dan yang bawa adalah Rany, maka kita pun naik mobil sendiri. Jalanannya memang naik turun, malah ada yang harus ambil ancang-ancang dulu karena kalo enggak, gak bakal kuat naik hihihi...dan belum lagi ada 2 tikungan tajam, sehingga kalo mau belok mesti klakson dulu dan agak pelan untuk menghindari bahaya.

Perjalanan dari bawah, tempat bayar tiket masuk sampai ke parkiran atas ternyata hanya makan waktu kurang lebih 10 menit. Terasa lebih lama/jauh karena memang medannya yang cukup berat.

Dari parkiran di atas, yang btw dipenuhi dengan penjual bermacam-macam strawberry, kita masih harus jalan lagi untuk benar-benar menuju kawah tersebut. Jalannya sih enggak jauh, tapi dari area parkir harus naik tangga (step-nya lebar-lebar) lalu turun untuk menuju Kawahnya.

Sepanjang jalan, cukup banyak 'rambu-rambu' peringatan, seperti dilarang mencoret-coret, dilarang membuang sampah, dilarang makan dan minum (padahal kita bawa cemilan hihihi), termasuk juga larangan/anjuran untuk tidak berdiri terlalu dekat dengan kawah. Tidak hanya itu, juga terdapat semacam peringatan bagi mereka yang tiba-tiba merasa pusing, mual, ingin muntah dsb-nya supaya segera menjauh dari kawah. Diakhiri dengan tulisan "berada di kawah tidak lebih dari 20 menit". Gue baca tuh warning sign itu, tapi kata yang lain itu hanya untuk yang mengalami ciri-ciri seperti yang disebutkan diatasnya. Oh ya udah pikir gue.

Dan langsung di bawah kita nampaklah Kawah Putih.


Seperti yang ditulis Sufei di FB, "Kawah Putih, sebuah surga yang tercecer". It's breathtakingly beautiful!!!! Gue dalam hati gak henti-hentinya bergumam "How great Thou art". Ngeliat itu...kawah, ngeliat pohon-pohonnya, ngeliat tebingnya, well...it's Him alright! Gak ada yang bisa nyaingin deh.


Tapi, bukan kita namanya kalo di setiap keindahan tersebut di'tangkap', maka dimulailah nyaris 1,5 jam photo session bersama dengan Rany, Sufei, Linyuk, dan gue sendiri. Kebetulan Rany mengajak kita ke daerah yang memang tidak ramai, dan bisa dibilang mungkin bukan tempat yang sering dipake untuk foto-foto, jadi memang tidak terlalu padat. Sementara gue ngeliat para orang-orang sibuk gantian foto, kita dengan santai langsung buka tripod, menggunakan fungsi timer, dan langsung bergaya hahahaha...


Ada yang girang karena bisa manjat pohon tuh...

Kebetulan cuaca agak mendukung, berawan ditambah angin yang berhembus cukup kencang, sampai-sampai perlu pake jaket segala.


Ketika sudah selesai foto-foto, sudah puas tertawa melihat beragam gaya Rany, kenyang dengan Lays dan minum, dan ketika nyaris semua background sudah digunakan, maka kita pun beranjak pergi, kembali menuju parkir.

Sebelum benar-benar masuk mobil, brenti sebentar untuk mencoba fondue ala Ciwidey :) apalagi kalo bukan Strawberry Coklat dan Pisang Coklat. Cukup murah juga sih harganya, sekitar 15 ribu-an ya kalo gak salah.

pinter juga ya mereka bikin seperti ini :)


Selagi menuju mobil, mata Sufei menatap ke penjual jagung bakar dan jagung rebus, dan ia pun terhipnotis :) maka sekali lagi kami berhenti untuk membeli jagung bakar dan jagung rebus. Rany, Sufei, dan Linyuk pada makan, sementara gue enggak. Setelah itu, baru kita bener-bener bergerak menuju ke pintu keluar yang nun jauh di bawah sana.

Sebenernya, kita pingin banget foto di depan tulisan KAWAH PUTIH yang memang terdapat tepat di belokan menuju Kawah Putih, deket dengan jalan raya. Tapi, berhubung itu tulisan gede itu dipenuhi oleh orang-orang yang gak jelas ngapain (ngapain juga sih nongkrong deket situ?) jadi yah batal deh foto-foto di situ. Tapi, gak papa. Kita pergi keluar dari Kawah Putih dengan janji bahwa kita akan kembali lagi hehehehe...

Kita cuma berhenti sekali untuk melihat Patuha Resort, yang masih terbilang baru, dan jaraknya memang lebih dekat dengan Kawah Putih dibandingkan Pondok Gembyang. Sayang harganya cukup mahal. Andai perginya cukup banyak orang, mungkin kita akan nginep di sana. Sesudah itu, perjalanan langsung menuju Bandung. Rencana stop over untuk lunch di Sindang Reret, karena tertarik dengan saung-saungnya yang katanya berada di tengah-tengah sawah, tapi toh akhirnya batal karena lebih memilih makan di Bandung.

Sampai di Bandung sempet mengalami 'kebingungan' sedikit, tapi setelah tanya pihak hotel, diberi tahu (nyaris nyasar lagi, sampe mbaknya bingung mau ngomong apa lagi), toh akhirnya itu hotel ketemu, padahal dah di depan mata! Hihihihi. Seperti biasa, gue ngurus pembayaran dan sebagainya.

Kali ini, nginep di Hotel Caryota yang memang sudah pernah gue dan Rany pake waktu terakhir ke Bandung tahun 2004 kemaren. Dan kali ini pun ada bell boy yang dengan baik hati mengangkut semua barang-barang kita menuju lantai 2. Dan tinggal gue yang kaget pas masuk kamar. Ternyata dapat kamar yang sama!!! Hehehehe...lucu.

Setelah meletakkan seluruh barang-barang dan sedikit merapikan diri, baru deh kita lanjut lagi. Gue dengan kagetnya menatap diri sendiri di cermin dan menyadari bahwa...ya ampun...itu leher gue pada merah-merah. Tangan juga pada merah-merah. Gue kena SUNBURN!!! Weks!!! Ya ampun!! Gara-gara foto kelamaan di Kawah Putih, dengan cuaca mendung dan angin yang berhembus kencang sampai-sampai tidak menyadari kalo itu sinar matahari tetep aja bersinar dengan kekuatan full!! Oh my goodness....

Tapi ya sudah, sunburn tidak membuat acara jalan-jalan menjadi terganggu. Acara berikutnya adalah Paff by Public Affair, sebuah FO langganan Linyuk, yang posisinya enggak jauh dari hotel kita. Jujur, awalnya agak males ke FO karena biasanya jarang dapet baju, tapi setelah denger kata-kata Linyuk yang bilang kalo dia dan para cicinya sering banget belanja di situ (badan cicinya Linyuk kurang lebih kayak gue) jadilah gue mau coba. Maka ke sana lah kami menuju.

Di depan Paff ternyata ada jual Bakso Kaget. Bakso Kaget itu bakso tapi di dalamnya ada isi, karena kita enggak tahu akan dapet isi apa maka dinamakanlah Bakso Kaget. Pas banget, karena sepanjang jalan menuju Hotel sebelumnya Sufei udah beberapa kali liat, dan seperti biasa dia penasaran pingin nyoba tapi ngomongnya secara tersirat. Pucuk dicinta ulam tiba, pas di depan Paff ada, maka kita makan dulu, baru kemudian belanja baju :)


Gue menemukan FO favorit baru!!! Gila gue suka bener lah belanja di Paff ini. Pertama, dia sedia baju-baju ukuran gue, kedua, harganya <= 100 rb (malah punya gue dibawah 100 semua), ketiga, modelnya bukan yang kuno. Wah puaslah gue! Dan anak-anak yang lain pada ngerjain gue. Ada kali gue setengah jam di kamar ganti gak keluar-keluar karena terus-terusan dikasih baju, terus dan terus dan terus dan terus. Alhasil gue beli 3 baju dan 1 celana. Gak masalah, karena toh kemudian Sufei juga belanja sama banyaknya, malah jatuhnya jadi lebih banyak hahahaha... Dari situ baru lah kita lanjut makan malam di Bancakan.


Restoran ini, modelnya mirip restoran Ampera (dan juga Bumbu Desa) alias self service dan makanan yang dijual pun juga makanan Sunda. Kalo Bancakan khusus Nasi Liwet. Enak dan murah, dan rame!

Dari sini, mampir ke The Secret, salah satu FO juga bekas China Emporium. Ini FO memang besar tempatnya, di dalam ada semacam kebun yang sebenernya asik juga sih untuk foto-foto, tapi karena semua tiba-tiba kelelahan, jadi udah enggak ada energi untuk foto-foto. Linyuk pun mengusulkan supaya kita pulang dulu ke Hotel, mandi-mandi baru abis itu berpikir untuk lanjut or not.

Wah, waktu denger saran Linyuk, langsung tersadar. Baru ngeh kenapa badan kok lemes, mata pedes, badan panas (kalo yang ini jelas-jelas karena sunburn), dan capek. Rupanya energi sudah habis, terkuras ketika tertawa-tawa di Kawah Putih, akibat tidak menuruti anjuran 20 menit tersebut. Alhasil, kita pun pulang ke hotel untuk ngecharge bater masing-masing hahahaha.

Dan di sinilah terjadi insiden kamar mandi yang terkenal itu hihihihi.

So...sementara yang lain istirahat dan lain-lain (pasang kasur angin Linyuk) gue mandi. Rany isirahat, Sufei nonton Animal Planet, Linyuk mandi, gue beres-beres barang. Rany istirahat, gue duduk-duduk santai, Linyuk motong pear yang gue bawa, Sufei mandi. Lagi anteng-anteng duduk dan menunggu potongan pear dari Linyuk, tiba-tiba terdengar "GUBRAKKKKK" diikuti oleh 'dengkingan' dan aduhan. Gue dan Linyuk cuma saling pandang, bertanya-tanya APAKAH yang jatuh? Gue sih mencoba memikirkan apa yang mungkin jatuh dari kamar mandi itu.

Linyuk (or gue ya?) sempet berteriak bertanya pada Sufei. Sufei menjawab, tapi kita enggak ngerti/denger jawabannya jadi kita diem aja. Enggak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, nampak Sufei sedang meringis kesakitan dan bilang kalo dia tadi lagijongkoktruskeplesetmaunyaripegangangakadaakhirnyanariktiraidaripadajatuhbeneran.

Yah kurang lebih begitulah penjelasan dia. Gue aja enggak nangkep dia ngomong apa, sampai akhirnya gue melihat sendiri itu TKP. Cuma Sufei yang bisa membuat TKP seperti ini. Gue sendiri sampe speechless dan bingung harus ngomong apa ke room service.


Tapi, untung ada Rany. Karena pas dia lihat TKP ini, dengan santai dia langsung ambil itu tirai dan...

Ternyata, itu gagang memang tidak dipantek/dipaku, tapi sengaja dipaskan dengan lebar ruangan dan tinggal langsung ditarik ke atas. Langsung rapi lagi deh. Tinggal kaki Sufei yang biru-biru hahahha.

Malamnya, sekitar jam 10 akhirnya kita keluar dari Hotel menuju Paris Van Java, untuk sekedar keluar dari kamar mencari cemilan. Makan hotdog dan kentang di Frankfurter, minum yoghurt di BMC, jam 12 pun kita pulang kembali ke hotel, mengakhiri hari kedua dan menghabiskan malam pertama di Bandung.

Hieh...ternyata capek juga gue :) Bersambung di part 3 ya...

(kalo udah kayak gini, gue bersyukur banget ada blog! kebayang gak sih kalo harus nulis??? gempor deh nih jari!)

Jalan-Jalan ke Bandung [Kehidupan Para Narsisisme] - part 1

(note: klik foto untuk gambar yang lebih jelas ;p)

Well...bisa dibilang ini cerita lama. Long overdue. Dan sejujurnya, udah agak males juga untuk cerita, tapi gue pasti bakal kecewa kalo ini kisah tidak dituliskan hahaha...apalagi emang enggak ada catatan apapun selama perjalanan ke Bandung kali ini, kecuali catatan bon hahahaha. So...here it goes.

Setelah perjalanan Bandung tahun 2006 yang lalu (dah lama bener ya!!!), dimana pada waktu itu bisa pergi dengan rame-rame dan nginep pula, kali ini kami pergi lagi. Dan kali ini cuma pergi berempat. Yup just four of us, gue, Rany sang sopir, Linyuk, dan Sufei. Kalau biasanya pergi beramai-ramai, kali ini cuma berempat. Menurut ingatan gue, pertama kali ke Bandung duluuuuuuu itu pergi ber-7, naik Taruna. Kedua ber-10, naik 2 mobil. Dan kali ini cuma ber-4. Jadi ya cukup terasa perbedaannya. Yang pasti sih, karena kali ini naik Panther (hm...tiga kali ke Bandung sama Rany, dengan mobil yang berbeda-beda terus!), dan yang pergi cuma berempat, jadi yah more rooms for us hahahaha....

Rencana pergi hari Jumat. Jam-nya masih tidak tahu. Awal pingin pergi siang, tapi ternyata Rany rapat. Pas rapat Rany dibatalkan, eh Linyuk mesti ngelesin. Ya sudah, akhirnya diputuskan untuk pergi dari Jakarta sekitar jam 6 sore. Gue sendiri udah ngerapiin tas-tas gue. Hm...coba gue inget-inget gue bawa berapa tas. Tas baju 1 (berhasil pake yang sedeng), kemudian shoulder bag yang besar, kemudian masih bawa tas kecil untuk makanan, gue iseng bawa Famous Amos dan pear Sinko Korea 2 biji, plus tripod. Tripod ini yang gak boleh ketinggalan. Bisa menyesal sepanjang masa kalo tuh tripod gak gue bawa.

Ok, rencana berangkat hari Jumat jam 6 sore, ternyata batal. Jam 11 siang gue ditelpon oleh Sufei, langsung disuruh bangun. Kebetulan gue emang udah bangun dari jam 10, tapi pikir gue baca buku dulu, toh pergi sore. Eh jam 11 disuruh bangun dan dibilangin kalo ada perubahan rencana. Sufei, yang aturannya masuk kantor, ternyata memutuskan untuk membolos! Bareng dengan Rany, mereka memutuskan untuk liat pameran buku di JCC sebelum jemput Linyuk yang selesai ngelesin around 16.30 pm. Jadi gue akan dijemput around 13.30.

Berhubung gue lagi in the middle of interesting story, jadilah gue kembali ke buku gue itu hahahaha....akhirnya gue emang telat sih ;) pas Rany udah mau nyampe, sekitar Rawamangun situ, gue bilang untuk jangan cepet-cepet. Yang ada malah gue udah siap sedia, Rany yang belum nyampe hahaha...tapi gak papa. Pas Rany nyampe, gue udah siap, tinggal masukkin barang-barang dan langsung menuju Gajah Mada untuk menjemput Sufei.

Pas kita tiba di samping GM, baru aja mau parkir sebentar, tau-tau ada yang ngetuk pintu belakang. Eh Sufei dah nyampe hehehe...jadi kita tidak perlu nunggu lama-lama. Baru aja mau meluncur menuju JCC tiba-tiba dapet sms dari Linyuk yang mengatakan bahwa...dia tidak jadi ngelesin, yang berarti bisa langsung pergi.

Weleh-weleh...langsung rencana saat itu berubah, kita kembali ke rumah Sufei untuk ambil barang-barang dia (rencana awal adalah liat pameran dulu, baru langsung jemput Linyuk, sedangkan barang-barang Sufei 'dikirim' ke rumah Linyuk), baru kemudian jemput Linyuk. Tapi, dasar Sufei, begitu nyampe rumah Linyuk malah turun dan minta buka Farmville dulu!!! Dia panen dulu! Dasar! Tapi sesudah itu, kita langsung jalan. Sempet kepikiran untuk mampir JCC dulu, tapi gak jadi dan langsung menuju Bandung.

Kalau catatan status di Facebook benar (gila hoki ada FB ya!!!), maka kita baru naik tol, lewat Bekasi around 16.45-an. Dan selama perjalanan, kita ngobrol-ngobrol terus, berusaha untuk saling menjaga sang sopir jagoan untuk terus terjaga dan terhibur hihihi.... Kita akhirnya berhenti untuk makan sekitar jam 17.15-an di Rest Area pertama yang kita ketemuin, yang emang masih cukup baru, tapi oke juga lah. Makan di Solaria. Selesai makan, masih pake belanja di supermarket mini-nya...Alfa ya kalo gak salah. Beli Kopi (untuk Rany), beli obat nyamuk, beli minum, dan beberapa hal lainnya, baru deh abis itu jalan lagi.

Gue gak inget jam berapa masuk daerah Bandung sana (kita gak masuk kota yang pasti), tapi kita keluar Kopo itu around 19.30 dan waktu berhenti untuk beli martabak itu sekitar pukul 20.30. Hanya satu jam, padahal jaraknya lumayan jauh juga.

Ada cerita lucu mengenai martabak. Begitu mulai masuk daerah Ciwidey (keluar Tol) dan mulai ketemu dengan 'peradaban' seperti warung-warung, restoran, Pizza Hut, dsb-nya, rupanya banyak juga yang jualan martabak di pinggir jalan. Dan Sufei, rupanya ngidam itu martabak. Pertama sih dia enggak bilang kalo mau martabak, biasa ciri khas Sufei, cuma nyebut eh itu martabak. Terus disebut-sebut melulu lah itu martabak. Dari yang tersirat, eh enak kali ya makan martabak, sampai yang to the point, eh brenti dong beli martabak, hihihihi.... Tapi, dasar emang temen-temennya ini lagi pada iseng, gak ada yang menggubris itu omongan si prumpan. Tiap kali ada martabak, yang mana pasti gue liat dulu karena gue duduk depan, pasti dilewatin gitu aja. Termasuk tukang martabak yang ada tepat di sebrang pom bensin. Padahal Rany memang mesti isi bensin (solar), tapi toh Rany tetep enggak berhenti dan tinggal Sufei manyun di belakang, sementara kita tertawa terbahak-bahak hahahaha...

Akhirnya setelah Rany isi solar, toh gue bilang sama Rany untuk stop over ketika ada tukang martabak. Sufei sih udah hopeless gak bakal ketemu tukang martabak lagi, karena emang udah mulai jarang yang jualan, tapi ternyata masih ada (banyak) yang jualan, deket sama taman/lapangan yang kalo malem emang dijadikan tempat jualan. Jadilah berhasil juga dia beli itu martabak.

Selesai beli martabak, perjalanan masih harus dilanjutkan lagi untuk mencari penginapan yang emang udah kita booking. Berhubung udah malem dan lampu di kiri kanan jalan nyaris tidak ada, jadi memang nyaris tidak ada yang bisa dilihat. Sempet melewati beberapa penginapan yang sempat ditelpon/dilihat dari internet dan posisi mereka ternyata masih cukup di bawah, masih cukup jauh dari daerah yang hendak dituju besok hari. Akhirnya toh penginapan kita terlihat juga.

Namanya Pondok Gembyang. Seperti yang terlihat di foto, memang kecil dan modelnya rumahan. Kita tiba sekitar setengah 10-an gitu, jadi situasi di sekitar penginapan pun sepi. Hanya ada 2 mobil lain di parkiran. Gue sendiri langsung ngurus pembayaran dan sesudah itu baru deh kita semua pada menuju kamar. Kamarnya tinggi bo! Jadi kena deh mesti olah raga dulu malem-malem, bawa barang dan naik tangga menuju kamar hahahaha...ketauan banget yang jarang olah raga karena begitu nyampe kamar langsung megap-megap kehabisan napas :))

Kamarnya sendiri...yah standard lah ya. Tapi memang terlihat kurang bersih. Yang sangat mengganggu adalah lampunya yang temaram alias remang-remang. Suer bikin sakit mata. Kamar mandi...yah masih bisa lah dipake untuk mandi (malam itu kita gak mandi hihihi baru mandi pas paginya). Salah satu kelebihan Pondok Gembyang ini kalo gak salah inget sih dia punya semacan mata air panas, jadi ya mau malem atau mau pagi, air panas selalu tersedia. Cukup membantu sih untuk mandi pagi :). Tapi gue sih mandinya enggak terlalu pake air panas, tetep dicampur sama air panas hehehe...

So, jam 10 malam kita semua udah di kamar, gue dan Sufei di kasur, sementara Rany dan Linyuk di kasur angin yang dibawa Linyuk, kita sibuk ketawa-ketiwi bercanda macem-macem, ngebahas macam-macam. Dari soal Miyabi sampe istilah pillow talk juga dibahas. Mungkin karena 'baru' jam 10 dan gak ada yang biasa tidur jam 10, jadilah semua pada bingung mau ngapain hahahaha.

Pagi jam 6 gue bangun. Giliran pertama gue untuk mandi, karena katanya gue yang paling lama siap-siap hihihi...gak papa, jadi 'kan gue jadi lebih santai. So jam 6 gue dah bangun dan mandi duluan. Rencana mau berangkat jam 8, dan menurut perhitungan gue, dengan 4 orang cewek paling gak seorang butuh mandi dan siap-siap tuh setengah jam-an. Pas 'kan jam 8?

Sementara yang lain pada mandi, gue bisa foto nih pemandangan :)

Selagi menunggu yang lain selesai, gue beres-beres barang dan sekalian nurunin barang, supaya enggak sekaligus jadi berat. Sempet minta air panas karena mau bikin pop mie. Cukup lama juga menunggu air panas, karena rupanya sekalian dengan dua cangkir teh manis dan 2 tangkup roti panggang. Lumayan lah buat isi perut pagi-pagi kalo makan pop mie enggak cukup. Kayak gue, tuh roti malah gue makan semua hihihi...abis isinya selai strawberry sih.


Jam 8 lewat lima, kita keluar dari kamar, barang-barang udah dimasukkin ke dalam tas, siap untuk jalan. Tapi eits tunggu dulu...sebelum berangkat, harus lah foto dulu di depan hotel hahahaha...maka jadilah itu foto pertama kami berempat di Ciwidey. Itulah gunanya tripod. Baru sesudah itu perjalanan kami lanjutkan.

Menurut saran Rany, tujuan kita langsung Situ Patengang. Jadi kita naik dulu ke atas, baru kemudian turun ke Kawah Putih dan menuju Bandung. Berhubung kita jalan jam 8-an, jadi jalanan masih kosong, hawa masih dingin dan seinget gue AC mobil pun tidak dipasang. Angin semilir enakkkk sekali. Dengan pemandangan kiri dan kanan perkebunan teh, mau enggak mau memang langsung teringat akan puncak. Tapi kalo mau dibandingkan, tetep perkebunan teh Walini ini lebih bagus :)


Sempet beberapa kali menemukan spot yang bagus untuk backdrop foto (ini isinya fotoooo mulu!), tapi masih ragu-ragu untuk brenti di pinggir jalan sekedar untuk foto-foto, lagipula Rany pun bilang kalo nanti kita akan lewat jalan yang sama jadilah kita enggak brenti. Agak lega karena nanti bisa balik lagi, tiba-tiba Rany brenti (di sebelah kanan, pas ada tempat parkir) dan kita diajak foto. Emang bagus sih hihihi... Setelah puas dengan foto-foto, barulah perjalanan dilanjutkan kembali


Akhirnya tiba juga kita di Situ Patengan. Sebenernya, ada keterangan mengenai Situ Patengan di depan "pintu" masuk. Tapi, berhubung rame orang duduk-duduk, jadi kita enggak mampir. Jujur, sebenernya enggak ada apa-apanya selain danau dan pulau di tengah-tengahnya. Pulau itu katanya berbentuk love, emang iya sih. Atraksi nya adalah pulau itu. Makanya cukup banyak kapal di sekitar danau. Tapi, berhubung kita masih mau ke Kawah Putih, kalau ke pulau cinta-nya takut enggak keburu, jadi kita puas-puasin dengan foto-foto lagi.



Rany, Sufei, dan Linyuk...with the trees

Dan sesuai 'janji' Rany, kita juga berhenti sekali lagi di tepi jalan untuk foto-foto, dengan latar belakang perkebuan teh tersebut hahaha...pokoknya sebisa mungkin menangkap pemandangan indah ini, dengan kami di dalamnya tentu :)


Well...lebih baik dihentikan sampai di sini dulu :) berhubung saya lagi capek dan ngantuk, jadi berhenti sampai di Situ Patengan. Besok or hopefully nanti, disambung lagi :)



Friday, April 3, 2009

Cerita dari Bandung [Bukan cerita rakyat]

So...acara pergi ke Bandung memang cukup dadakan. Gue diajak juga pas tanggal 1 April...untung Ingrid bukan pelaksana April Mop, jadi apa yang diomongin emang bener. Tadi mau ngajak Rany, siapa tahu bisa bareng dia...eh ternyata Rany gak bisa jadi ya udah, kita pergi ndiri. Kenapa enggak ngajak yang lain, karena emang yang lowong cuma gue, sedangkan yang lain pada sibuk.

Ke Bandung tujuannya untuk jemput Angga, yang lagi ada training Rabu-Kamis. Daripada pulang naik bus, lebih baik kita nyusul skalian abis itu jalan-jalan. Awalnya gue kira Angga masih ada training setengah hari, jadi gue sama Ingrid bakal menghabiskan waktu untuk nungguin Angga. Jadilah gue bawa laptop, siapa tahu bisa cari hotspot untuk online. Lebih baik gue online daripada gue belanja...gitu pikir gue...tapi apa daya...ternyata salah!!

Ternyata eh ternyata...Angga itu udah selesai dari Kamis, dan Jumat itu (hari ini) emang jatah pulang. Jadilah tadi kita [malahan] jalan-jalan. Dan sekali lagi, kejadiannya terjadi hari Jumat...saat gue berniat untuk pantang belanja...malah jadi belanja deh...

Setelah nongkrong sebentar di kamar hotel Angga (sorry gak banyak foto, karena kita lagi gak nafsu foto...TUMBEN!!!),


tujuan berikut adalah...SAUNG ANGKLUNG UDJO.

Nah...untuk yang belum tahu dan belum pernah ke sini...gue sarankan untuk pergi ke sini. Selain ikut mengenal seperti apa angklung itu (mungkin ada yang belum pernah liat bentuknya), bagaimana bunyi suaranya, bagaimana cara memegangnya, bagaimana cara menggoyangkannya, dan bagaimana belajar cara memainkannya, kita juga ikut melestarikan budaya Indonesia. Nah...lumayan 'kan?

Saung Angklung Udjo, Jl. Padasuka 118, Bandung, melakukan pertunjukkan SETIAP HARI dari jam 15.30-17.30, biaya masuk Rp 50.000. Cukup murah menurut gue. Jadi...jangan mau ketinggalan! Kunjungi Saung Angklung Udjo!!

Tapi, berhubung tadi kita dateng setengah 12, jadinya 'kan enggak bisa nonton tuh...alhasil...kita belanja deh hehehe

Tenang...itu foto diatas cuma hiperbola...gue gak belanja sebanyak itu 'kok. Gue cuma beli kaos 2 (gue satu, adek gue satu) sama tas selempang 1. Lucu soalnya hehehe...Trus...kita puter-puter deh tuh toko souvenir yang enggak seberapa luas...foto-foto (sebagian di kamera Angga) dan sesudah itu...kita melanjutkan perjalanan menuju...

Rumah 1930.


Rumah 1930 adalah nama resto baru, yang Ingrid denger dari radio Hard Rock FM. Jadilah tadi kita (gue) mencari tahu dengan bertanya pada salah satu temen SMA gue yang kebetulan kerja di Bandung (Kompas, bagian marketing) dan ternyata dia tahu, lengkap dengan alamatnya!!! Tinggal kita kemudian nanya sama pihak Hotel. Sempet nyasar dikit...tapi toh nyampe.

Kebetulan kita nyampe pas lagi sepi. Mungkin karena emang udah lewat jam makan siang dan hari Jumat pula...jadi yah gak tralu rame. Tempatnya enak sih, bersih, trus terlihat homey banget, cozy, jadi bikin sleepy...hehehe...gue rasa dia pingin mengambil tema oldies...tapi sayang, kurang menampilkan pernak-pernik oldies (coba bandingkan dengan Sagoo or Eat and Eat yang di MKG). Mungkin karena masih baru, jadi yah...belum lengkap seluruh pernak-perniknya. So far kesan oldies itu baru tertangkap melalui aksen meja-kursi sama niat dia untuk bikin gazebo-gazebo.

Soal makanan...buat gue sih oke juga. Dibilang terlalu lezat juga enggak, karena tadi lagi pantang daging, jadi semua makan seafood :) dan buat gue makanan tadi enak. Calamari yang gue pesen juga enak. Kakap asam manis empuk, cumi goreng pesenan Ingrid juga empuk, jadi enggak susah untuk dipotong.

Plus karena tadi masih sepi, jadilah kita bisa lamaaaaaaa banget di situ hehehehe...

Dari situ...kita sebenernya mau menuju Paris van Java...eh sempet salah belok dan tau-tau menemukan sebuah FO yang lagi soft opening, Black Market. Sayang gak ada fotonya, karena lumayan penuh mobil dan agak ragu apa boleh foto or not. Gue beli tas sama baju luaran...lumayan lah...dari situ baru lanjut Paris van Java.

Foto di Paris van Java cuma 1 hehehe...abis bingung juga mau foto apa...yang pasti sih emang beda dibandingkan mal di Jakarta.

Kalo di Jakarta, yang namanya resto/cafe itu adanya di dalam mal, entah dikumpulin di satu lantai atau 'berserakan' di berbagai lantai, tapi intinya ada di dalam. Nah kalo PvJ ini...semua resto/cafe ada di luar. Jadi abis lapangan parkir, kita langsung di suguhi dengan berbagai macam resto/cafe. Mau Gelato Bar, Sushi Groove, MU Cafe, semua ada di luar. Baru sesudah itu ke dalam toko-tokonya. Itupun enggak tertutup. Paling cuma ujung kanan dan ujung kiri yang memang memiliki atas, sedangkan 'penghubung' kedua ujung itu adalah toko-toko lain, yang saling berhadap-hadapan seperti di mal biasa, tapi terbuka alias bolong...jadi yah beda lah...mirip-mirip Ciwalk gitu konsepnya.

Hehehe...sorry yah kalo kurang bisa menjelaskan...mesti mampir sendiri lah.

Sesudah dari PvJ...mulailah perjalanan balik menuju Jakarta...dan tibalah kita pada KLIMAKS seluruh cerita hari ini hehehe...

Kita (gue, Ingrid dan Angga) kena kecelakaan tabrakan beruntun di jalan Tol.

Gue sendiri enggak inget tepatnya Km berapa, tapi yang pasti sih emang udah mulai deket deh...jadi udah ngelewatin pabrik AHM itu...dan emang udah mulai rame...kita lagi asik-asik cerita...tiba-tiba mobil depan itu ngerem mendadak. Satu mobil langsung kaget, karena Angga juga langsung ngerem. Kita lagi jalan 80 km/jam.

Di mata gue semua udah serba blur...suer gak ngeh apa yang lagi terjadi. Gue cuma tahu kalo keadaan tuh lagi gawat. Gimana yah gue ceritanya...

Tabrakan itu terjadi 3 mobil. Paling depan (penyebab) adalah Terrios, kemudian Avanza, dan terakhir mobil Angga, Karimun. Sebenernya, bisa aja terjadi 4 mobil. Karena sebelum Avanza, ada mobil Innova. Innova itu berhasil berhenti dengan banting stir ke kanan. Nah Angga, berhasil menghindari tuh mobil, ambil kiri. Eh...di kiri ada taksi, gak jadi tralu banting kiri. Gak bisa banting kanan juga, karena masih ada tuh Innova...ya udah...akhirnya nabrak Avanza deh.

DEGGGG

Kita bertiga sih kaget banget. Barang di belakang (jok belakang) semua pada mencelat (loncat) ke depan. Tas plastik belanjaan gue sampe ada di kaki pengemudi coba.

Untung banget (Thanks God!!!) kita bertiga pada pake seatbelt semua. Termasuk gue yang di belakang. Bukan karena emang tadi Angga bawanya kenceng, tapi yah...karena ini jalan keluar kota, bahkan yang duduk belakang pun menurut gue sebaiknya menggunakan seatbelt (inget waktu kita ke Bandung sama Angga terakhir? Yang semobil sama gue di mobil Monat pun gue suruh pake seatbelt). Dan ternyata it helped. Meskipun seandainya gue gak pake pun mungkin gak papa, karena 'kan depan gue ada kursi Ingrid.

Tabrakannya sendiri sebenernya gak tralu keras-keras banget, karena memang Angga udah sempet ngerem. Gue merasa kok dia udah sempet ngerem. Apalagi udah berhasil menghindari Innova itu. Jadi untuk sepersekian detik gue berharap mobil bener-bener berhenti. Tapi begitu gak berhenti juga, gue langsung merem, menanti tabrakan untuk terjadi.

Shock itu yang pertama. Gue sampe gak bisa ngomong apa-apa. Karena ya itu...semua jadi blur dan bingung harus berbuat apa.

Tapi yang kasian sih emang itu Avanza. Dia udah nabrak Terios, yang kabur btw, ditabrak Karimun pula. Dan mobil dia bener-bener parah abis! Orang pintu pengemudi gak bisa dibuka, sampe harus Angga yang buka. Itupun bunyi.

Jadi yah...bener-bener thanks God banget deh!

Mobil Angga sendiri dari mesin gak mengalami kerusakan yang berarti, paling sen kanan dan klakson yang agak terganggu, tapi selebihnya baik-baik saja. Abis itu Angga langsung jalan 40 :) masih shock juga dia...

Hieh....bener-bener pengalaman tak terlupakan deh!!!!

Seru...penuh tawa...penuh blanja...penuh shock juga!!

But still...Tuhan itu baik...jadi sekali lagi...thanks God semuanya baik-baik saja, bisa nyampe rumah (dan melaporkan berita ini) tanpa kurang suatu apapun! AMIN!!!
Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com