Showing posts with label friends. Show all posts
Showing posts with label friends. Show all posts

Sunday, December 14, 2014

Journey of A Girl with A Camera Tatoo - A Blog


The picture above is a snapshot of my beloved friend's blog.  The blog itself is quite new, but the girl who made it is one of my old friends.

Her name is Lisa.  She's a photographer.  Right now, she's working as a wedding photographer, in Edward Suhadi Production.  

I knew Lisa while we're at Tarumanaga University ages ago, we met in our University Choir.  Both of us are Altos, but she has better voice than me hahaha...  Our singing time together has long gone.  I don't even singing in a choir anymore, but Lisa until a few years ago still do.  Until her work almost take over her life - hyperbola mode on.

I don't think I realize her talent in photography, maybe because at that time, owning a digital camera was a luxury.  Even mobile phone was still a new thing back then.  

Later, after every one of my friends has their own life and work, I began to see her talent. And I must say, she's good.

Back in June 2014, both of us went to Bali, to attend another of my (our) friend get married.  Because it was a small wedding, almost every person that come to the wedding has a job to do.  But not Lisa.  She's purely come as a guess.  (Well some are also come as a guess, but mostly were come because they has a job to do).  Nowadays, digital camera is a common thing. And Lisa, as a photographer, hardly leaves without her camera.  The moment the bride arrived at the church, she's already taking pictures.  Maybe not as much as when she's working, but still...she's taking pictures.  




My friend, Dito and I, quite jealous of her hahaha...because we want to have eyes like her (and Eric, another friend of ours).  We want to be able to see the beauty and capture it.  I think the ability to capture it was the important part.
Her works nowadays is not just for wedding, although maybe mostly are from wedding, but I know she also works for family pictures, even for clothing lines and beauty lines too.
She's really talented, and yet still eager to learn new things.
So...if you please go to her website lisamargaret you can see some of her works and her journey.

I'm so proud to call her my friend.

(proof that I really know her hahahaha)

Sunday, January 27, 2013

Sok Ng-Artist

So....kemaren seorang Yan Matheas datang berkunjung ke Jakarta.  Kedatangannya menjadi sesuatu yang khusus karena untuk seterusnya, dia akan tinggal di Bali, mengikuti jejak seorang Sufei dan Geraldina.  Apakah seorang Zenia akan ikut menyusul? Well....masih tidak tahu, tapi sejauh ini sih sepertinya tidak.  Bali buat gue, so far, hanya merupakan tujuan wisata.  Enak untuk dijadikan tempat jalan-jalan, liat-liat, shopping, mengenal budaya Indonesia, tapi untuk tinggal hidup dan bekerja di sana...belum ada bayangan.

Nah, karena kemaren Yan dateng, jadi berita tersebut sempat diberitakan ke beberapa teman dekat, seperti Lisa, Bibie, Rany, dan Ingrid & fam.  Rany ternyata sedang terbaring sakit, sudah 4 hari.  Ingrid & fam masih sibuk mengurusi rumah yang kemaren kebanjiran.

Oh man!! Don't get me start about flood in Jakarta few days before.  It's a disaster.  Sejauh ini, memang keadaan rumah Ingrid yang cukup parah.  Sedangkan Lisa, toko obat-nya yang parah.

Kembali ke cerita, jadi yang bisa dateng hanya gue, Lisa, dan Bibie (ditemani oleh sang Ook tentu).  Bibie dateng telat, jadi gue Yan dan Lisa lunch duluan di Tokyo Belly, di Grand Indonesia.  Lumayan enak juga makanannya.  Ada sushi, ramen, omurice (nasi goreng), dan curry.  Standard lah harganya, yang berarti tidak termasuk golongan murah, tapi terlalu mahal juga enggak.  Gue makan curry, Lisa makan ramen, dan Yan makan Omurice.  Kita udah selesai makan, dan ngobrol sampe lama...baru Bibie dateng.  Bibie dateng, Lisa yang perlu cabut karena dia mau ke kondangan temennya di Shangri-La.

Kemudian bercerita lah gue soal kesibukan gue sekarang.  Yang mana adalah kristik.  Oke, sebelum lanjut, gue mau kasih sebuah artikel dari cracked.com yang dikasih Dito ke gue, yang gue bagi ke Yan dan Bibie juga.

       Once you wade through the blood and terror, horror thrillers like Saw, Texas Chainsaw Massacre, and The Silence of the Lambs have a unifying theme at heart: The only thing serial killers love more than murdering people is completing a really ambitious arts and crafts project. Whether it's fashioning suits out of women, stitching masks from travelers' faces, or building a puppet that can ride a tricycle, the real moral seems to be that you should never trust anyone who genuinely seems to enjoy sewing.


Jreng...jreng...jreng.....hahahahaha....kacau dah.

Kata-kata completing a really ambitious arts and crafts project memang kurang lebih bener sih, meskipun kalo gue mungkin lebih tepat dibilang ambitiously complecting arts and crafts yaitu menyelesaikan kristik.  

Saat ini, resminya gue ada 2 project.  Kenapa gue bilang resminya, karena 1 adalah pesenan orang (4 kristik gambar mawar yang mau dijadikan sarung bantal hias) dan 1 untuk sepupu gue yang mau married di bulang April (precious moments wedding).

Project tidak resminya...ada kristik The Seven Dwarfs, kristik pola Stolen (HAED) dan pola-pola kecil yang kadang suka gue bikin karena iseng.

Setelah kemaren menyelesaikan pola mawar yang kedua, gue sempet 'absen' kristik beberapa minggu, sebelum akhirnya mulai lagi di awal tahun ini.  Plus kemudian dorongan untuk memulai kembali kristik Stolen kuat banget.

Akhirnya gue berpikir, oke, karena ada 2 project utama dan 1 project Stolen, gue akan coba ngerjainnya gantian.  Sabtu Minggu khusus ngerjain Stolen, sedangkan Senin sampe Jumat ganti-gantian ngerjain mawar dan precious moments.

Sabtu Minggu berhasil.  Sejak bangun sampe sekitar jam 3 pagi, terus gue ngerjarin Stolen.  Sambil nonton tv tentu.  Senin ngerjain mawar.  Selasa ngerjain Precious Moments...dan abis itu enggak berhenti.  Bablas terus sampe akhirnya itu kristik selesai.



Kemudian sesudah itu, gue istirahat. 

Jadilah gue cerita soal betapa gue ternyata kalo ngerjain kristik, terutama untuk pola yang baru, itu ngotot.  Gue bisa ngerjain kristik sampe pagi.  Meskipun memang tidak bener-bener kristik terus sih, toh gue juga kadang berhenti untuk makan, kadang masak, kadang nonton tv juga, tapi ya gitu, ngotot.

Respon Yan dan Bibie adalah, yah itu biasa...sama kayak para pelukis atau komposer kan gitu juga.  Mereka bisa ngerjain project mereka terus menerus dan sesudah itu baru istirahat.  Kata Yan, namanya juga orang seni.

Hahahaha....jadi terhibur gue.

Oke...mungkin alasan sesungguhnya akan kebiasaan gue bukan karena gue orang seni, tapi untuk sekarang gue suka dengan alasan itu.

Apparently i'm an artist hahahahaha....    


Sunday, December 4, 2011

The Besf Friends Ever!

Seperti biasa, tanggal 3 Desember adalah hari ulang tahun gue. Dan seperti biasa tiap tahun, gue selalu (seinget gue ya) ngajak makan temen-temen gue. Yang gue ajak memang mereka yang gue anggep temen, temen curhat, temeng ngobrol, temen berbagi. Sudah tentu jumlah mereka yang gue anggap temen jumlahnya memang banyak, tapi biasanya jarang bisa dateng full team. Tahun lalu, jumlah yang dateng cukup banyak, 10 orang. Kali ini, yang bisa dateng cuma 5 orang, bareng sama gue sendiri, jadi tadi berenam.

Nothing special. Kali ini sengaja bikin acaranya siang. Kita makan di Hong Kong Cafe yang ada di Jl. Sunda. Gue bilang jam 1-an, tapi baru pada lengkap sekitar jam 2an. Hahahaha...biasalah.


Pas mau selesai, tau-tau Yan ngasih gue a brown paperbag yang cukup berat. Begitu gue liat isinya ternyata ada kado!! Gue udah nebak ini pasti buku. Berat dan besar. Kotak pula! Gue curiga...jangan jangan...jangan jangan nih....tapi gak berani mastiin. Karena rasanya enggak mungkin gue dibeliin buku itu. Begitu dibuka bener aja.

OMG!! I'm truly really have the BEST FRIENDS EVER!!!! Look what they gave me!!


Gue speechless. Gue gak bisa ngomong apa-apa selain bilang, "Kalian semua sinting." Crazy for buying me this wonderful book. Crazy for giving me what I want. Crazy for approving the idea of buying me this book. Just plain crazy!! I almost cried. Tapi gue tahan, sungkan.

Dan malam ini, selagi gue nulis ini blog...sekali lagi gue ngerasa betapa beruntungnya gue, betapa terberkatinya gue, betapa bersyukurnya gue, for having these crazy and yet wonderful people I called my best friends.

Thank you guys! You are the best!!

Saturday, March 26, 2011

Ngalam - Malang

Salah seorang sahabat SMA gue, akhir Februari kemaren menikah di Palangkaraya. Gue dapet undangannya, tapi berhubung jarak yang jauh, jadi gue enggak dateng. Kebetulan kampung halaman temen gue ini emang di Palangkaraya, tapi berhubung dia dapet suami orang Malang, jadi yah...gue agak-agak berharap supaya mereka bakal ngadain another party at Malang. Dan sesumbar lah gue, bilang bahwa kalo mereka pesta di Malang, gue bakal dateng.

Tiba-tiba hari Rabu tanggal 16 Maret malem gue dapet sms yang intinya adalah mengundang kehadiran gue di resepsi pernikahan temen gue ini di Malang hari Sabtu tanggal 19 Maret.

WHAT????!!!

Spontan gue panik abis. Jelas lah, karena gue cuma punya sisa waktu Kamis dan Jumat untuk mencoba mencari tiket. Itupun kalo ada yang murah. Langsung menghubungi nyokap dan untung saja, Sriwijaya Air ada tiket ke Malang 'cuma' Rp. 400 rb saja. PP jadi 800rb. Maka pergilah gue hari Jumat pagi, pulang hari Selasa.

Bisa dibilang, pesta ini adalah pesta pernikahan temen SMA yang pertama kali gue datengin (kalo gue gak salah inget ya...), karena meskipun udah beberapa temen SMA gue (terutama lagi temen asrama) married, gue enggak pernah dateng. Antara enggak diundang (karena jarak yang emang jauh), gue enggak mungkin dateng juga (sekali lagi karena alasan jarak yang super jauh).

Dan, seolah-olah pemberitahuan yang mendadak itu belum cukup, temanku tercinta Dina Elizabeth Sinaga di hari Jumat malam mengirimkan sms yang isinya adalah...meminta diriku menjadi MC.

WHAT??!!!

Duh Dina...untung temen...kalo enggak, udah ditolak mentah-mentah. Padahal gue dah bilang enggak lagi-lagi ya jadi MC orang kawin...eh ini malah diminta lagi. Piye tho?

Yah untung aja sih, acaranya informal, jadi gue juga cuma begitu-begitu aja jadi MC-nya...bukan MC yang gimana-gimana...cuma ya tetep aje...




Pestanya sederhana, kita cuma makan di restoran (prasmanan) dan gue bisa ketemu Tina, Saphie, Asyera & Herard, serta Rina yang udah sekian tahun enggak ketemu. Dan seperti biasa, kalo ketemu temen-temen, bawaannya udah pasti ketawa-ketawa, bikin heboh sendiri, padahal kita cuma berenam hahahaha....

Hari Minggu kita janjian lagi untuk lunch bareng. Tapi dasar Tina, at the last minute dia tiba-tiba ganti tempat dan gak bilang-bilang gue! Duh hoki Malang tuh bukan kota besar kayak Jakarta, jadi pindah tempat yang jauh pun enggak terlalu makan waktu. Makan sih kita enggak lama, tapi abis itu lanjut ngobrol dan muncul keputusan untuk bikin reuni ntar pas libur lebaran. Yeay!! :D semoga kali ini dapat terlaksana dengan lancar!

Selain senang karena bisa ketemu sama temen lama, salah satu yang bikin seneng adalah...bisa ketemu ponakan-ponakan yang masih kecil-kecil dan lucu-lucu!!! Terakhir ketemu mereka baru setahun dan lima tahun gitu, sekarang udah bisa ngomong, udah bisa lari-lari, udah sekolah.

Abigail

Yesaya & Samantha

Samantha


Yah setidaknya gue bisa ketemu sama ponakan-ponakan lucu ini. Mei besok gue bakal balik ke Malang lagi, karena sepupu gue (yang setahun di atas gue) bakal married. Hieh...'pressure' untuk ikutan married bakal berpindah ke pundah gue nih... :D oh well...dinikmati saja hahahha..

Saturday, February 12, 2011

Nicole's Birthday



Beginilah jadinya kalo diri sendiri belum punya anak dan temen deket yang punya anak baru satu orang. Alhasil jadinya ya nyaris seluruh perhatian tercurahkan ke satu anak ini.

Castalia Nicole Gracia lahir 9 Februari 2010, setahun yang lalu. Dan tahun ini adalah ultah dia yang pertama. Anak pertama pula. Jadinya, orang tuanya pun juga all out :). Yang ikutan seneng bukan cuma orang tuanya, tapi ya termasuk temen-temen orang tuanya (namely me). Hari ini, dengan senang hati semua bisa dateng, kecuali Linyuk yang memang kudu repot di rumah sendiri karena besok hari Minggu mau arisan keluarga. Seneng karena semua dateng on time, pas begitu acara mau dimulai.

Yang pasti sih seru, Nicolenya sih cuek-cuek aja, tapi kita para tante dan om kehormatan ini (kehormatan karena kita kan bukan tante dan om kandung) bisa seru main-main sama keponakan kehormatan (alasan yang sama dengan yang diatas).

Seperti biasa, gue dateng duluan, pulang belakangan hahaha...Anyway...ini sebagian foto-fotonya...





Nicole with honorary Uncles and Aunts


Nicole with Mom & Dad, and all the honorary Uncles & Aunts
(missed Uncle Dito, Auntie Sufei and Auntie Linyuk)






Friday, December 3, 2010

Friends...




So...udah seminggu ini, kurang lebih, gue di rumah aja. Doing almost nothing other than reading and reading and more reading. A little bit 'depressed' although I don't know why or what has caused it. Dan...enggak cuma itu aja...juga enggak buka sms atau bbm di group. Kadang masih ngebalas atau ngebaca bbm pribadi, tapi kalo enggak penting, enggak bakal di jawab.

Feeling gloomy is never a good thing...but what can I say? I just feeling a little gloomy...

Udah kebayang aja bahwa di hari ini gue bakal tidak tersenyum (planning on going to PS to visit Kinokuniya later) until....I saw the picture on my bbm...and just like that, my smile suddenly appeared on my face :)

I think having a friend is really the best treasure. Even better if you have more than 1!

Jadi...as always...dunia gue (semoga bener-bener terjadi) akan dan selalu dikelilingi oleh temen-temen gue, para animalia. The owl, the dog, the fly, the killer whale (along with the squid and their junior), the cow, the porcupine, the tazmanian devil, the mosquito (although she doesn't want to admit it but to bad, the name already stuck!), and not to forget...our own little sh*t :D along with our purple butterfly, the dumb, and...ehm...Dora? Oh well...still don't have nickname for her :D

Untuk mengatakan bahwa kami sempurna, gue rasa kurang tepat, karena toh tetep aja ada masa dan waktu kami saling berantem. Ada kalanya dimana kami saling bosan satu sama lain dan menggeram "oh God! Please shut up already!!". Ada kalanya juga kami mungkin 'cemburu' dan 'iri', karena toh biar bagaimanapun menyatukan sekian banyak kepribadian bukanlah hal yang mudah.

Tapi terlepas itu semua, terlepas dari keantikan dan keanehan masing-masing, terlepas dari kekerasan kepala kami masing-masing, terlepas dari kesibukan kami masing-masing, terlepas dari prioritas kami yang sudah berbeda, terlepas dari sudut pandang kami yang mungkin berbeda dalam menghadapi masalah, bahkan terlepas dari jarak yang memisahkan kami, gue tahu dan yakin serta percaya, ketika salah satu dari kami ada yang mengalami masalah, maka semua perbedaan itu akan hilang dengan sendirinya, dan hanya ada satu pertanyaan yang muncul, "Apa yang bisa gue bantu?"

Dan di saat seperti sekarang ini lah, di saat gue sedang tenggelam, di saat gue sedang sedikit merasa mellow, di saat gue merasa "all hope are lost", gue masih bisa berpegang pada satu keyakinan bahwa they'll always be there for me.

So...thank you so much guys, for being unperfect friends but wonderfull nonetheles. You are all trully...the best :D

Sunday, January 24, 2010

When Psycho Friends Meet...

Meta-Yufita-me-Jay-Priska-Lidya-Yosi

Hari Sabtu kemaren, tanggal 23 gue ketemuan sama anak-anak Psiko Untar geng gue dulu. Udah cukup lama juga kita enggak ketemuan. Padahal semuanya kecuali Lidya tinggal di Jakarta, tapi berhubung rumahnya pada jauh-jauh dan kegiatannya pada beda-beda, jadi ya enggak pernah ketemuan deh. Satu-satunya yang bisa kita akhirnya ketemuan, apa lagi kalo bukan karena Lidya pas lagi dateng. Mungkin udah 5 tahun terakhir ini Lidya di Aussie dan pulangnya cuma setahun sekali, yaitu di akhir tahun. Kali ini dapat tambahan 1 orang, yaitu Jay Patricia.

Sama seperti model jaman SMA dulu, yang namanya temen itu pasti awalnya nge-group sendiri-sendiri. Gue awalnya itu cuma bareng Yufita, Yosi, dan Lidya. Kemudian Lidya ketemu Priska di kelas Agama Kristen (waktu itu dia ndirian, sedangkan kita bertiga Katolik). Priska membawa Meta, Sylvia, dan Eddy, dan akhirnya mergernya kami semua itu. Eddy kemudian menghilang entah kemana hahaha.... Along the way, lama-lama kita pun mulai mengenal wajah-wajah satu angkatan, yang meskipun emang jumlahnya banyak tapi berhubung lingkupnya kecil jadi ya pasti hafal. Mulailah kami berkenalan dengan geng-nya Jay. Meskipun gue masih tetep lebih sering jalan sama geng gue ndiri, tapi kemaren seru juga bisa ada Jay :)

Janjian ketemu di Grand Indonesia jam 2, tapi jam 1 di rumah mulai hujan, jadilah baru pergi nunggu hujan reda. Maklum hujannya cukup kenceng, disertai dengan angin yang gue jamin pasti bakal bikin gue basah kuyup kalo nekat pergi. Jam 2 baru pergi, jemput Yosi dan meluncur ke Grani. Untung jalanan cukup bersahabat, alias lancar.

Ketemu Jay (yang katanya udah dari jam 1 hahahaha) dan Lidya serta Priska yang udah dateng. Cuma duduk 10 menit kemudian mulai jalan cari makan karena gue kelaperan, belum makan siang bo!

Setelah muter-muter eskalator, kemudian bergerak sepanjang resto di bagian jepang dan china, akhirnya diputuskan untuk makan di Y & Y. Gue sih yang ngajak, sebab saya penasaran. Dan verdict-nya...well...it's expensive, tapi kurang sesuai dengan lidah gue. Makanannya enggak gitu enak. Or mungkin pesenan gue yang kurang itu enak. Sempet pesen sushi...lumayan sih, standard lah. Pizza dia cukup enak dough-nya...tapi ya itu...quite expensive dan rasanya enggak balik lagi deh :) cukup sekali, yang penting gue dah nyoba dan tau.

pizza XXL

Kita duduk kurang lebih 3 jam. Kenapa begitu, karena waktu kita nyampe dan duduk kemudian pesen, itu fountain mulai pertunjukkan. Dan sampai akhirnya kita bayar itu bill, total fountain yang kita dengarkan itu 4. Jadi ya...bisa dibilang kita duduk nongkrong ngobrol sekitar 3 jam lebih. Kacau!

Format 'pertemuan' kali ini sebenernya enggak banyak berubah. Meta datang dengan suami dan anak perempuannya, Velline (hm...agak enggak tau nulisnya tapi namanya begitu) yang baru 8 bulan; Yufita juga dengan her husband Ino, yang rasanya makin gendut hahahaha, sementara Fita enggak hamil-hamil hahahaha; sedangkan Priska datang dengan pacarnya Yusril (tanpa Mahendra di belakang namanya). Sementara yang lain...yaitu gue Yosi dan Jay, masih menikmati masa lajang, sementara Lidya sedang 'ditinggal' her future husband kerja ke Jepang.

Pembicaraan dimulai dari gosip tentang salah satu temen Psiko jaman dahulu kala yang super lebay or mungkin juga agak-agak bodoh plus mungkin mengidap syndrom exhibitionism super duper tinggi. Lucu aja ngedenger ceritanya, tapi juga disertai dengan gelengan kepala dan pertanyaan mendasar, "why did she do that????". Oh well...cerita yang cukup menghibur dan cukup berguna sebagai ice-breaker hahahaha...

Dan...bukan anak Psiko namanya kalo pembicaraan kemudian tidak beralih ke hal-hal yang lebih serius, apa lagi kalo bukan soal pendidikan anak. Berhubung baru Meta yang punya anak, jadi memang nara sumber-nya dia. Dan entah bagaimana, nyaris dari kami itu (mungkin kecuali Jay) itu rata-rata emang pada punya bakat guru. Fita jelas-jelas guru SD, gue pernah jadi guru BP, Meta pernah jadi dosen dan sekarang jadi guru les piano, sedangkan Priska, Yosi, dan Lidya masing-masing pernah jadi guru sekolah minggu di gereja. Jadi ya...gitu deh. Pendidikan dan anak. Dua hal yang emang bener-bener menarik untuk di bahas.

Akhir tahun ini, kalau bisa Lidya akan bawa cowoknya ketemu dengan kita-kita...semoga bisa deh. Penasaran juga soalnya, pingin ketemu.

Speaking of cowoknya Lidya, kemaren itu obrolan terbagi dua...cewek-cewek ngobrol sendiri, sementara yang cowok-cowok ngobrol sendiri juga hahaha...seru juga sih kemaren itu.

Akhirnya sekitar jam 7-an, semua pada bubar jalan. Dan seperti biasa, butuh waktu sekitar 15 menit untuk bener-bener bubar hahahaha...sementara itu, gue dan Yosi lanjut ke Gramedia.

And that's for another story :)

Friday, December 4, 2009

A Letter to Friends

So...I just want to say thank you. Thank you for being the best of friends I've ever have...thank you for your understanding in everything I do or I didn't do...thank you for always be there...thank you for being my ears when I have a lot to say...thanks for being who you are. I learned a lot from you all, I changed because of you, and I'm grateful because of it.

I know I may not be the best of friend you all hope and wish, I know that sometimes I'm can be so stubborn, so bossy, or maybe so demanding, doesn't care so much, and yet you all still standing here next to me. So thanks a lot for that.

We've been friends for 10 years (gosh! I can't believe it's been 10 years!), full so many ups and downs, with soo many drama (from me I guess), but whatever it is, we always get through and still be friends. I hope, I wish, and I pray we'll still be like that.

And along those 10 years, we changed. I just wish, that whatever changes we have or we'll have, won't change whatever we have. Friendship.

In the end, I just want to say thanks for a wonderful, great, fun year!! Hope I'll have it again next year.

Thank you guys...thanks you.


with love,
zenia

3rd December 2009

Thursday, October 1, 2009

Friendship

Bersosialisasi itu bukan hal yang mudah. Menjalin hubungan apalagi. Mau hubungan pacar ataupun teman, sama-sama ribet, sama-sama butuh kerja keras. Dan peraturan yang berlaku...bisa dibilang tidak beraturan.

Karena gue masih jomblo [and thanks God I'm not all alone! Yan buruan kawin :)], jadi gak mungkin rasanya gue membahas topik yang gue belum pernah jalanin. Yang tertinggal hanyalah...apalagi kalo bukan soal friendship.

We cracked.

Mungkin gue yang menyebabkan keretakan itu terjadi. Dan gue gak tau apakah keretakan itu bersifat selamanya atau sementara, atau apakah keretakan itu sudah ada sejak lama namun baru muncul sekarang. Yang pasti, we cracked.

Alasannya sederhana. Gue capek. Gue capek terus menerus menjadi orang yang [selalu] pengertian, sabar, mengalah, dan seolah-olah bertingkah laku layaknya seorang pelayan yang setia sementara dia menjadi seorang tuan yang permintaannya harus selalu dituruti.

Oke, itu semua adalah metafora yang terlalu hiperbola, tapi masalahnya kadang itu yang gue rasakan.

Bukannya gue gak rela, tapi mau sampe kapan seperti itu?

Apakah karena kita berteman, bersahabat maka lalu kita diem aja? Trus apa gunanya berteman?

Entahlah.

Yang pasti gue merasa bahwa sudah cukup selama ini gue berbuat baik dengan mengalah. Sekarang saatnya gue berbuat baik dengan cara menunjukkan apa yang harus diperbaiki.

Sebab gue pikir, friendship suppose to help you grow, teach you to be a better person.

Sunday, August 30, 2009

Self-Fulfilled

Hihihi...mungkin kurang tepat kalo menggunakan kata atau istilah self-fulfilled untuk menjelaskan perasaan gue sekarang...

Kata Dito, self-fulfilled artinya puas...dan emang gue ngerasa puas untuk hari ini atau malam ini.

Seminggu ini rasanya "berat" banget deh. Diawali dari Oma yang mesti masuk RS St. Carolus, dan membuat gue, Tz, dan bonyok jadi nyaris tiap hari ke Carolus. Apalagi gue. Dari Senin sampe Sabtu tadi siang pasti ke Carolus. Untung aja tempatnya enak, Super VIP, jadi emang ada tempat duduknya (ruang tamu kecil) plus meja makan (meskipun mejanya setengah lingkarang), ada tv (indovision bo! Lumayan terhibur dengan adanya HBO, Disney Channel, dan Discovery Travel & Living), dan ada kulkas juga. Membantu banget untuk yang dateng jenguk dan yang jaga.

Cuma ya gitu deh...semua tanpa sadar jadi rada tegang dan situasi-nya jadi agak-agak siaga 1 gitu. Meskipun sebenernya semua dibawa santai tapi yah...tetep aja there's a shadow hanging over me (us)...

Trus...kemudian..."ribut" pula sama temen.

Haduh...bener-bener timing yang gak tepat banget dah!

Alhasil, tadi mencari "pencerahan" di...mana lagi kalo bukan Plaza Indonesia!! Hihihihi...dengan agenda gosip...gosip...gosip...dan gosip...walaupun enggak tahu apa yang mau digosipin hihihi...yang penting ketemu dan ngobrol.

Yang pergi tadi cuma Yan Sufei dan Bibie sih...Geral ternyata ngantuk, jadi enggak ikut dan Sapi yang katanya mau nyusul memilih pergi sama ponakan ke TA...jadilah berempat doang...dan acara tadi akhirnya menjadi makan-gosip...makan-gosip...makan-gosip...baru pulang hihihi

Tapi puas lah...ngebahas or cerita-cerita tentang banyak hal...meskipun ujungnya ke situ lagi..ke situ lagi...

Yah...gak peduli lah...pokoknya gue sudah menentukan sikap :)

Kita lihat aja nanti perkembangannya gimana...

Yang penting hari ini gue PUAS hehehehe....

Wednesday, August 26, 2009

Geram

Gue paling gak suka sama orang yang suka or demen self-pitying diri mereka sendiri. Entah dilakukan dengan penuh kesadaran or tidak, entah untuk menimbulkan simpati orang lain or not, entah untuk membuat orang menjadi feeling guilty or not, intinya gue BENCI banget sama orang yang suka self-pitying.

Karena dengan self-pitying, lu jadi tidak menghargai segala talenta dan ketrampilan yang udah Tuhan kasih. Lu yang ada malah penuh dengan penyesalan, penuh dengan kekecawaan, yang ujung-ujungnya malah tidak menghargai sama sekali apa yang udah Tuhan kasih. Kurang ajar 'kan?

Dan...gue memutuskan untuk berhenti "membiarkan" teman-teman gue begitu saja, hanya dengan alasan karena udah temenan lama jadi udah tau tabiat masing-masing, jadi gak papa kalo mereka melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati. No way. Stop bertingkah seperti itu.

Memang, tidak semua tindakan yang tidak sesuai lalu bakal gue tegur/rubah, itu juga namanya tidak menerima diri mereka apa adanya, tapi gue akan menegur kalo gue tau tindakan mereka itu menjurus ke arah perusakan diri.

Hieh...jadi stress sendiri...

Saturday, June 6, 2009

Dinner 30th May 2009 - Part 2

Well, sesuai janji, acara dinner kemaren emang ada sambungannya :)

Setelah bubar dari Bee Bim Bap, yang mana sebagian besar pada pulang (or lanjut ke tempat lain seperti Freddy), sisa yang lain (gue, Sufei, Ingrid & Angga, Lisa, Gerrie, serta Eric) mengarah ke Plaza Indonesia. Jujur aja gak tahu mau kemana or mau ngapain, tapi berhubung di eX gak ada hiburan lain yang menarik, jadi lah kita mengarah ke Plaza Indonesia. Kalo Eric sih karena parkir mobil di sana.

Plaza Indonesia on Saturday dah pasti ruame banget, penuh sesak, kita juga jalan santai aja sih. Eric sempet stop over di tempat yang jualan soft case laptop, dia beli karena pas lagi diskon. Kemudian, kita sampai di kids zone gitu, mau liat tempat kerja Lisa yang baru, Hocus Focus, tapi malah mampir di Mother Care dulu, karena Sufei dari kemaren nyariin maenan untuk ponakan tersayang dia :)

Eric kemudian pamit untuk pulang, jadilah tinggal kami berenam.

Ingrid sih nyari ice cream...berhubung di PI cuma ada Gelatissimo dan Gelato Bar, dan sepertinya kurang tertarik, kita malah mengarah ke Dome, yang emang lagi ada diskon 50% dengan menggunakan Mandiri Card....jadilah kita mengarah ke sana.

Dan...seperti biasa...kita makan lagi!!!!

Entah apa aja yang dibeli, yang pasti sih kita makan lagi, makan dengan lahap, makan dengan seru dan makan dalam jumlah yang cukup banyak!!! Memang kita gila!

But it was fun!!!

Puas aja akhirnya berhasil bikin acara dinner, yang kali ini berhasil mengikutsertakan Eric dan Marshal, kemudian ada Astri juga, Lele juga ikut dateng.

Tinggal nunggu acara untuk Juni nih...apakah bisa berhasil juga or gimana....semoga sih jadi :)

Sunday, May 31, 2009

Dinner 30th May 2009


Penghujung bulan Mei ini ditutup dengan makan malam bersama. Sebenernya, makan malam bersama itu sudah bukan lagi hal yang istimewa atau aneh, mungkin karena nyaris tiap bulan kita selalu bikin acara dinner. Entah resmi atau tidak. Resmi itu berarti karena ada special ocassion, seperti ultah atau perayaan akan sesuatu, yang pastinya 'disponsorin' oleh yang punya gawe. Sedangkan acara tidak resmi, yah...karena sekedar pingin ketemuan aja dan seringkali yang hadir pun 'tidak lengkap' dan sudah pasti tidak ada yang memberi 'sponsor' alias bayar ndiri-ndiri hehehehe...

Kali ini, bisa dibilang termasuk makan malam yang resmi dan agak sedikit istimewa. Kenapa istimewa? Tidak lain dan tidak bukan karena keikutsertaan beberapa orang yang biasanya tidak ikut.

Pertama, ada Astri, yang kali ini bisa ikut.

Kedua, dan bisa dibilang merupakan 'bintang utama' acara hari ini adalah kehadiran Eric Razali dan Marshal Tejo. Tebakan gue, 80-90% keputusan untuk tetap mengadakan acara hari ini adalah karena kehadiran dua orang ini.

Ketiga, kehadiran Lele, yang baru kali ini juga ikut bareng kita :)

Dan layaknya sebuah acara, kayaknya gak bakal seru tanpa adanya halangan-halangan, keributan-keributan dan tetek bengek lainnya.

Diawali dari berkurangnya sponsor, kemudian masalah budget, lalu tiba-tiba salah satu sponsor harus pergi melaksanakan 'tugas' di tempat lain, yang mengakibatkan nyaris gagal seluruh acara yang sudah disusun. Namun, karena ada 'bintang tamu' jadilah diusahakan banget-banget untuk tetep jalan. Mungkin karena mengambil tema the show must go on, jadilah acara tetep jalan, dengan sole sponsor, Sufei.

Gak berhenti sampe di situ, kemudian mulai bingung soal tempat, lalu sempat terjadi keributan kecil, sebelum akhirnya hari H pun tiba.

And...today...well...bisa dibilang berjalan lancar, meski jujur aja gue sempet cemas hehehe...takut bakal gak beres aja. MUNGKIN karena kali ini gue gak ikutan heboh kali ya...meskipun gue yang booking tempat, dan gue yang bikin invitation pertama, tapi karena final touch-nya bukan gue, termasuk soal jajak pendapat apakah dinner must go on or postponed, gue jadi ngerasa acara kali ini bukan acara gue hehehe...jadi yah...gak berasa puas-puas amat sih :)

So far sih, anak-anak bisa pada on time, paling gak jam enam dah pada nyampe eX, meskipun ada yang mampir untuk belanja dulu. Atau ada yang nyampe eX around 6.30 pm trus kena macet or susah cari parkir, tapi paling gak dinner dapat terlaksana cukup on time lah.

Dan rasanya seneng juga bisa ngeliat Marshal dan Eric yang SUER ganteng-ganteng itu hahaha...setelah semua pada berhai-hai ria, saling kenalan [terutama yang masih muda-muda], mulai deh pada makan.

And as always, perhatian Sufei 80% tertuju pada sang maha bintang hihihihi...dimaklumi banget deh...sedangkan gue...hehehehe harus mengaku juga kalo emang perhatian gue 70% ke mereka hihihihi...sementara 30% baru deh ngeliatin yang lain-lain. Agak susah juga ngobrol, karena mejanya yang panjang dan jumlah orang yang cukup banyak (13 orang) jadi memang ngobrol agak ribet.

Tapi toh setelah makanan selesai disantap, 'kegilaan' kemudian dimulai. Sufei kemudian mulai berpindah tempat duduk, yang berarti berbagi perhatian, kemudian menularkan kegilaan-gilaan dia. Ditambah lagi dengan kenarsisan kami mulai tumbuh, berkembang, dan menggila. Suer deh...foto sana, foto sini, sampe bener-bener gak peduli sama orang-orang yang lain. Yang penting FOTO!!!

Secara garis besar sih...cukup enjoy juga kok...apalagi kemudian kita berhasil melakukan foto group hehehehe...bagus pula jadinya!!!

Hm...kenapa gue sering banget sih mengawali tulisan dengan kata 'dan' or 'and' apa tidak ada kata lain apa ya?

Seperti biasa juga [nah...kata baru] jarang sekali acara itu berhenti di satu tempat. Meskipun yang lain pulang (Marshal, Dito, Astri, Rany (yang ini cukup tumben juga nih pulang), Eric) dan Freddy lanjut (entah kemana), gue, Sufei, Gerry, Ingrid, Angga, dan Lisa...LANJUT!

Nah...bersambung ya...suer capek banget!!!

Tuesday, March 24, 2009

Monday, 23rd March 2009

Meskipun hari ini tidak bisa dikatakan terlalu bersejarah...tapi gue rasa perlu lah dicatat dalam agenda "hal-hal yang terjadi selama tahun 2009".

Sebab apa yang terjadi hari ini merupakan catatan resmi sebuah awal baru yang kira-kira akan dialami dan dijalani oleh salah seorang sahabat. Hari ini merupakan salah satu hari yang menyedihkan namun juga melegakan. Hari yang dengan berat hati terjadi, namun toh ketika memang harus terjadi ada hikmahnya juga.

Dan apa yang terjadi hari ini membuat gue berpikir about things you would do for your beloved darling friend(s).

Seperti yang pernah ditulis Nora Roberts, kadang saudara [brothers and sisters] bukan saja yang kita peroleh karena hubungan darah, tapi bisa juga karena hubungan pertemanan yang terjalin melalui proses.

And I'm so PROUD on what we have.

Kita masing-masing merupakan individu yang keras kepala, kuat, mandiri, namun loyal. Masing-masing memiliki karakter dan keanehannya sendiri-sendiri. Ditambah dengan latar belakang keluarga yang berbeda namun memiliki kemiripan, kadang membutuhkan kerja keras dan usaha untuk membuat semua acara dapat berjalan lancar tanpa adanya keributan.

Dan bukan sekali dua kali kita ribut.

Tapi, kalau salah satu dari kita 'diserang'....well siap-siap saja untuk menghadapi the rest of us...

Hal itu terbukti hari ini.

Gue rasa teroris jahanam itu kaget melihat gue dateng. Ditambah, gue menjalankan saran Linyuk dan Imel dan Ingrid untuk tidak mengacuhkan teroris jahanam itu. Memandang pun tidak...cih...amit-amit!

Kejutan pun bertambah dengan kedatangan Ingrid, Sufei, dan Freddy...formasi yang sama yang waktu itu datang ke RS. Haji.

That's my brothers and sisters...and again I'm so PROUD on what we have!

Monday, March 23, 2009

Birthday Party

Dalam rangka merayakan ulang tahun Lisa, Freddy, dan Linyuk di bulan Maret ini, hari Sabtu tgl 21/3/09 kemaren, diadakanlah acara dinner bareng. Yang diundang cuma 'kita-kita' doang, alias yang emang biasa ngumpul...senengnya semua bisa ikut, kecuali Dito :(

Venue sempet berubah, dari Pancious, eX-PI, menjadi Pondok Laguna, Batu Tulis. Linyuk' recommendation.

Acara dinner kali ini memang rada beda dari acara dinner biasanya karena kali ini kita ada tamu istimewa, didatangkan khusus dari Bali :) siapa lagi kalo bukan Ferry [aquaman] yang akhir-akhir ini cukup sering dibicarakan oleh Sufei...dan mengutip kata-kata Angga, Sufei kemaren sedang HAPPY!!! :)

Dan gue, unfortunately, duduk di sebelahnya persis...alhasil kuping gue pengang sebelah!!! Dan Angga yang duduk di paling pojok...gak bisa mengikuti pembicaraan Sufei...karena kecepatan berbicaranya melebihi kecepatan biasa...but that's Sufei :)

Sayang, Ferry hanya bisa ikut di acara dinner itu aja...pada saat kita lanjut ke Burger King, Thamrin, Ferry gak bisa ikut, padahal kalo ikut gue rasa acara bakal lebih seru, karena akan terjadi acara Silet Cek & Ricek!! Kemaren kita bener-bener ketawa sampe sakit perut...ketawa mulu...apalagi Imel yang dikerjain abis hahaha...karena dua kali dia duduk di sebelah Ingrid, yang udah pasti menjadi sasaran keisengan Ingrid terus hahahaha Imel...Imel....

Untuk kali ini [seinget gue sih] pembicaraan kemudian beralih ke hal yang agak sedikit lebih serius. Meskipun pada awalnya agak susah untuk mulai, karena semuanya masih asik ketawa-ketiwi, tapi toh kemudian gue berhasil ngebahas hal itu juga :D

Apa yang kita bahas? Kita membahas soal MEMAAFKAN.

Gila gak???!!!

Malem-malem, ngebahas soal memaafkan...sesuatu yang wajib perlu dilakukan tapi paling susah untuk dilaksanakan...apalagi yang namanya memaafkan dengan tulus!

Kenapa bisa ngebahas soal memaafkan?

Hm...kalo cerita dari awal bisa jadi panjang banget...tapi yang pasti semua karena Yan...yang merasa bingung dengan kita-kita karena kok dengan cepat mengembalikan 'status' teman ke mereka-mereka yang pernah membuat kita kesal/marah/benci...sedangkan Yan sendiri merasa belum bisa...one thing lead to another jadilah hal itu kita bahas.

Hasilnya apa?

Yah secara garis besar sih...kita memang harus memaafkan mereka yang bersalah pada kita, karena kalo gak yah kita yang akan sakit/terluka sendiri karena menyimpan dendam, padahal belum tentu orang tersebut tahu kalo kita marah/dendam sama dia. Dan bagaimana kita mau bersikap terhadap mereka yang udah kita maafkan...yah terserah kita...mau dicuekin boleh, mau bersikap biasa aja juga gak masalah.

Buat gue pribadi, memaafkan bukan hal yang mudah atau langsung datang begitu aja, butuh proses. Apalagi kalau kesalahan yang dilakukan benar-benar membuat sakit hati...walaupun pada akhirnya memaafkan tapi awalnya memang susah.

Pembicaraan ini lah yang kemudian dikatakan oleh Imelda Halim sebagai quality time...dan dia seneng banget tuh kita ngebahas hal tersebut :)

Meskipun begitu...sampai sekarang, kita semua menyetujui satu hal...yaitu untuk TIDAK memaafkan sang teroris jahanam itu...paling tidak, not now...

Dan sesudah itu, kita semua pulang...kecuali Rany, Imel dan Freddy yang mampir dulu ke kantor Imeldah Halim alias Barcode...dan malam itu pun berakhir :)



Buat gue sendiri...seperti yang udah gue tulis di postingan sebelumnya...tiba-tiba aja merasa mellow walaupun gak tahu kenapa :) tapi toh semua kemudian baik-baik saja...

Yang pasti, acara malam itu...seru...penuh tawa...penuh canda...penuh cerita...penuh support...dan another quality time :)

Tuesday, December 16, 2008

Friendship

Sesuatu yang sepertinya udah pernah gue tulis di blog gue yang Friendster, tapi what the heck, gue emang cukup suka dengan Kahlil Gibran, walaupun enggak inget seluruh puisi dia, tapi untuk puisi yang ini...cukup menarik perhatian gue.

Your friend is your needs answered.
He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
And he is your board and your fireside.
For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.


When your friend speaks his mind you fear not the "nay" in your own mind, nor do you withhold the "ay."
And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;
For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.
When you part from your friend, you grieve not;
For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.
And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.
For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.


And let your best be for your friend.
If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.
For what is your friend that you should seek him with hours to kill?
Seek him always with hours to live.
For it is his to fill your need, but not your emptiness.
And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.
For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.

Saturday, October 18, 2008

Friends That Last [More Than] A Lifetime

Tadi sore gue nonton Avatar, The Legend of Aang di Nickelodeon. Ini film animasi, yang cukup gue senengin, tapi entah kenapa selalu enggak bisa nonton secara urut. Yang ada malah sekarang gue ngumpulin komiknya. Rada males kalo mesti beli vcd-nya, selain emang lebih mahal...juga gak males aja. Gue lebih prefer beli komiknya.

Anyway, tadi gue liat yang book three: fire; kalo gak salah inget. Lupa judulnya apa, yang pasti si Aang ketemu sama Avatar Roku dan dikasih tau soal sejarahnya Avatar Roku dengan Fire Lord Sozin. Karena mereka menganut paham reinkarnasi, jadi yah...diceritakan bahwa di kehidupan sebelumnya, Aang adalah Avatar Roku.

Seperti lazimnya para Avatar lainnya, mereka harus menguasai keempat elemen yang ada, yaitu air, udara, bumi, dan api. Waktu Avatar Roku belajar mengendalikan udara, ia bersahabat dengan...hm...gue lupa namanya siapa...yang ternyata juga bersahabat dengan Aang.

Aang tentu kaget karena sahabat dia dan Avatar Roku orang yang sama. Dan Avatar Roku cuma jawab, "Sometimes friendship can last more than a lifetime" {kalo gue gak salah quote ya heheh}

Yang pasti, kata-kata sederhana itu bikin gue mikir.

Iya ya...kebayang gak sih, di kehidupan sebelumnya kita itu jadi siapa? Gak usah masuk terlalu dalam ke filosofi Budha, karena reinkarnasi menurut gue memang filosofi Budha dan setau gue, reinkarnasi menurut Budha hanya terjadi kalo lu semasa hidup sebagai manusia, tidak menjadi manusia yang berguna/baik jadilah lu reinkarnasi. Dan sangat jarang lu reinkarnasi sebagai manusia yang kurang lebih sama, ada juga lu berubah jadi...mahluk hidup lain hehehe.

So...back to reinkarnasi menurut Avatar itu.

Kebayang gak sih...bahwa temen-temen yang ada di sekitar kita sekarang ini, para sahabat/sohib/bestfriend yang ada di sekitar kita itu, merupakan orang-orang yang emang dari dulu, juga merupakan sahabat/sohib/bestfriend kita.

Mungkin itu yang bikin kita dengan cepat bisa akrab dengan seseorang dan langsung berasa nyambung.

Yah...apapun itu, gue berharap sekali supaya persahabatan yang gue punya sekarang ini emang bisa long lastin, more than a lifetime. Maksudnya bukan kemudian gue bereinkarnasi, tapi persahabatan yang gue miliki dengan teman-teman gue ini, terus berlanjut hingga ke anak cucu kita.

Gue cuma ngebayangin kalo kita semua udah pada punya babies...trus saling ngumpul...seperti apa ya jadinya?

Kebayang anak-anak Ingrid yang...meskipun baik tapi memiliki tingkat cool yang amat sangat, plus rada sadis pula; terus anak-anak Rany yang whatever the sexes are, selalu tomboy; lalu ada anak-anaknya Sufei yang bawel, berisik, prone to accident dan tidak lupa psychic; kemudian anak-anaknya Lisa yang dari awal udah punya gaya beda dari yang lain, always megang kamera; atau anak-anaknya Astri yang lemah gemulai bertutur kata halus, rada latah, tapi jago musik gak kira-kira; lain lagi dengan anaknya Imel yang doyan dance dan suka telat dateng, demen tidur; atau mungkin anak-anaknya Linyuk yang sangat kreatif with their hands; dan gak kelupaan anak-anak gue, yang meskipun paling kecil (gue berasumsi gue yg paling trakhir married thus trakhir ngelahirin) tetep aja bossy dan born a WO plus narsis abis!! Hahahaha...

Lucu kali ya...

Duh...semoga apa yang kita punya saat ini, apa yang gue punya sekarang, gak ilang gitu aja.

Thursday, October 16, 2008

Rany Got Married




Sabtu, 11 Oktober 2008 kemaren, temen gue Rany Restiany akhirnya menikah. Bukan apa-apa, diantara anak-anak yang lain, Rany merupakan yang paling muda (sesudah Lisa). Sedangkan gue dan yang lain, yang emang lebih tua belum pada married (kecuali Ingrid). Udah gitu, meskipun gak
terlalu ngaruh, cuma dia yang Muslim (kecuali Dito) dan masih asli orang Sunda. Jadi yah...kebayang aja betapa beda dan ribetnya dibandingkan pernikahan lain yang biasa kita semua hadiri/bantu.

Untuk pernikahan Rany ini, memang tidak banyak yang kita lakukan. Undangan dan souvenir, serta yang lain-lain memang kita tidak banyak ikut
campur atau sumbang saran. Semua sudah dikerjakan sendiri oleh Rany & Yasser dan keluarga mereka. Tidak seperti pernikahan Ingrid Januari kemaren, dimana KITA semua turut sumbang saran dan ngebantuin. Kali ini, kita cuma jadi Pager Ayu dan Pager Bagus, sedangkan Ingrid dan Angga jadi Among Tamu karena cuma mereka berdua yang udah married.

Kebaya-nya dikasih dari orangtua Rany, supaya bisa seragam. Warnanya...merah lagi. Hehehe...gue yang seneng sih...gue suka merah, cuma kok merah lagi...baju gue jadi merah semua

Ada sedikit surprise dari Sufei, yang masih di Bali dan tidak ada berita untuk datang ke wedding Rany. Tadinya, dia juga jadi Pager Ayu, tapi karena satu dan lain hal, sempet diputuskan supaya dia jangan pulang. Berita berikutnya kemudian memang menyatakan bahwa dia akan pulang, cuma masih gak tau tanggal berapa. Gue dah bilang sih, supaya dia pulang pas Rany married, tapi toh sampai terakhir masih belum ada kabar, jadi yah...gue juga gak gitu ngarep. Meskipun sampe malam gue masih berharap Sufei pulang. Apalagi Rany sama sekali enggak tau berita soal Sufei rencana mau pulang. Dan betapa kagetnya gue ketika pagi-pagi itu Sufei nongol!!

Mengingat kita semua bakal pake kebaya, maka Sufei pun spesial beli kebaya Bali warna merah marun. Hasilnya? Hehehehe...benar-benar bikin seneng! Karena emang hasilnya jadi bagus!!


Donny - Astri - Linyuk - Imelda - Yan - Sufei - Freddy - Lisa - Gue - Ingrid - Angga



Acara hari Sabtu itu dimulai dari pagi, di Makodam Jaya, Cawang, Jakarta, persis sebelah UKI. Berhubung tempatnya yang cukup jauh dari rumah kita semua (yang tersebar di Utara, Barat, Pusat, dan Selatan), jadilah gue
membagi menjadi tiga pos.

Kloter Citraland - Dunkin mengangkut Freddy, Lisa, dan Imel naik mobil Ingrid-Angga. Kebetulan posisi rumah mereka memang deket CL gitu.

Kloter Gajah Mada - McD mengangkut Linyuk, Yan, dan Sufei (yang tiba-tiba muncul) naik mobil gue (sewa sopir karena gue gak bisa nyetir dan Evan berhalangan).

Kloter Senayan diisi oleh Dito dan Astri bareng Donny naik cab, karena pas
Dito lagi gak ada sopir dan dia juga gak bisa nyetir hehehe.

Kita semua (kloter gue dan Angga) dateng around 7, pas acara baru dimulai. Langsung set up handycam Rany (yang lagi ada di gue), memberikan kamera digital gue ke Linyuk (yang mulai ahli foto-foto), sementara yang lain, memilih untuk melihat dari samping.


Sebenernya, bisa dibilang kami membuat sedikit "kekacauan" di acara Ijab Kabul itu. Bukan bikin ribut, tapi yah...mungkin agak sedikit membuat
berantakan setting yang telah dibuat.

Jadi gini lho, seperti biasa 'kan di depan ada meja tempat upacara Ijab Kabul dilaksanakan, sementara para tamu dan hadirin lain, duduk di belakang pengantin. Nah gue, yang emang pegang handycam plus tripod, langsung maju dan memposisikan diri gue di samping meja. Maksudnya gue
mau nge-shoot kedua mempelai. Males banget kalo gue cuma ngambil punggung mereka doang 'kan? Tapi kemudian...temen-temen gue yang lain, ikutan maju dan jadilah kita berdiri di depan pula. Benar-benar di depan, meski di samping, tapi kita emang jadi bisa ngeliat ekspresi wajah Rany dan Yasser!! PARAH!!

Tapi ya sudah lah hehehe...

Selesai dengan Ijab Kabul, masih dilanjutkan lagi dengan upacara adat-nya, Sunda. Gue gak ikutan liat, karena kemudian sibuk dengan dandan dan persiapan untuk menjadi Pager Ayu.

Seperti yang udah Dito ceritakan di blog dia, kita para cewek-cewek itu
kemudian emang pada ribet dan rame sendiri. Sibuk dandan, sibuk ngatur rambut dan ketika semua hal yang perlu dipake di wajah udah selesai dan rabut juga udah di set, barulah kita semua ganti baju dan seperti biasa, gue yang langsung ribut minta foto bareng. Tapi sebelum itu, kita semua dipanggil untuk foto bareng dengan pengantin dulu. Jadilah semua Pager Ayu dan Pager Bagus (gue sempet slipped of the tongue bilang Pager Betis trus gak ngeh gitu hahaha )...baru sesudah itu balik ke tempat kita berdandan ria dan foto bareng. Sayang banget Dito gak ada.


Girls In Red

Ketika kita semua udah cantik, udah klaar foto-foto dan semua tas baju udah disimpen dalam mobil, mulai deh kita keluar dan siap-siap untuk menjadi Pager Ayu dan Pager Bagus. Pager Bagus-nya kebanyakan sepupu or sodara Rany, karena kebetulan kita kurang sedia stock anak cowok hehehe...abis mau gimana? Donny yang udah dateng, ternyata beskap-nya gak cocok dan Evan yang udah di-booking jauh-jauh hari ternyata mesti ikut rapat, jadilah berkurang dua. Jadi agak pas sih kalau dipikir-pikir hehehe.

So...tugas sebagai Pager Ayu dan Pager Bagus dapat dijalankan dengan baik, menurut gue. Meskipun ada sedikit misunderstanding, tapi toh menurut gue
semua dapat diatasi dengan baik. Dan so far sih...belum denger ada complaint tuh...dah nanya ke Rany kok gue hehehe.

Agak capek juga yah jadi Pager Ayu dan Pager Bagus, meskipun kita cuma berdiri doang jadi pager! Tapi ya sudah lah...toh gue seneng aja bisa ngebantu wedding Rany.

Sesudah itu...yang lain pada makan, sementara gue...tetap bertugas ngebantu tukang foto. Sempet agak bingung dengan tugas yang mesti gue lakukan ini, karena yah...meskipun gue dah dapet daftar nama tamu VIP, toh tetep aja gue gak tau muka mereka 'kan? Sedangkan dari pihak penerima tamu pun juga sepertinya susah untuk berkoordinasi. Alhasil, tinggal gue yang nunggu di depan, menanti kode dari bokap Rany kalau ada orang yang memang perlu mereka foto langsung selesai memberi selamat pada Rany. Untung, cuma sekali aja gue perlu lari dari ujung panggung yang satu - untuk bilang bahwa mereka mau di foto - dan lari ke ujung panggung yang satu lagi - untuk bilang tamu yang mau naik ke panggung untuk menunggu dulu karena sedang ada yang mau difoto. Untung, abis itu Freddy dateng dan ngebantu gue. Hieh...untung gue gak keseleo!!

Tapi tetep...setiap kali ada kesempatan untuk foto bareng anak-anak...ikut foto dong gue!! Hehehe...yang penting gue sempet liat kalo suasana aman terkendali, jadi yah...tidak terlalu meninggalkan pekerjaan deh!



Ada sedikit kejadian menarik. Rupanya, para tukang foto itu cukup tertarik melihat kita-kita semua, yang pake seragam merah-merah, yang dengan sigap membantu para tamu difoto, tapi juga amat sangat narsis. Soalnya, salah seorang tukang foto itu menghampiri gue dan bilang gini...

Tukang Foto : Mbak, bisa minta tolong, gak?
Gue : Minta tolong apa, ya?
Tukang Foto : Bisa gak, beberapa temennya yang kira-kira gak tau malu, untuk memberikan kesan dan pesan di video. Nanti kita rekam.
Gue : Oh...bisa. Kita semua enggak tau malu, kok Mas. [dengan ekspresi super PD]
Tukang Foto : Oh..gak tau malu ya? [dengan ekspresi kaget] Kalo gitu...bisa sekarang?
Gue : Tunggu ya...kita mau foto bareng dulu...[pas waktu itu anak-anak PSUT mau foto bareng penganten-nya...jadilah kita SEMUA naik. Baik alumni, maupun yang masih anggota, ikut foto bareng].



Klaar foto, ditagih lah janji yang udah gue ucapkan tadi. Tapi...dasar anak-anak pada gila, bukannya pada bicara, malah kemudian dioper ke gue. Jadi ya udah lah...gue yang bicara, sementara yang lain cuma teriak AMIN!! Kenceng-kenceng.

Gue ngomong apa ya? Yang pasti sih ngucapin selamat, semoga menjadi keluarga yang baik, menjadi pasangan yang saling setia dsb...dsb...dsb...karena suer gue lupa ngomong apa. Ingrid kemudian say something to Yasser yang intinya sih...welcome to our family! Yup...we're Rany' second family...jadi yah...awas aja kalo bikin Rany sengsara!! Hahaha...

Pas akhirnya para penganten yang berbahagia itu turun dari pelaminan, langsung kita geret untuk foto bareng, just with us...murni hanya dengan para anggota kita doang. Seneng aja.


Girls only...with Dito at behind :)

Sesudah itu....giliran kita yang meng-invade itu pelaminan dan kita jadikan studio photo dadakan hahahaha!!! Beneran deh...sama sekali gak inget untuk malu, gak mikir kalo masih ada orang lain di ruangan itu, gak peduli juga sama orang lain. Yang kepikir, keinget dan yang jadi perhatian cuma ada kamera dan ada yang rela untuk foto-in kita. SUER yang lain gak keinget!! Bahkan Angga yang sempet manggil-manggil Ingrid, sekedar untuk mengingatkan bahwa Ingrid udah married jadi mbok-ya agak malu sedikit, juga enggak digubris. Duh...beneran deh...lagi pada narsis semua!!! But what can I say...those pictures are MARVELOUS!!! Susah lah narsis!!




Acara kemudian selesai sekitar pukul 2 siang. Langsung ganti baju dan kemudian....lanjut ke Grand Indonenesia hahaha...meskipun kaki sakit dan capek...tapi kalo urusan jalan-jalan...gue mah lanjut terus. Dan udah pasti...foto-foto lagi. Harap sabar yah...foto-foto itu belum diupload or diedit...next time gue upload.


Cukup puas dengan wedding Rany ini...meskipun yah...gue agak kecewa dengan panitia-nya. Kurang terkoordinasi dengan baik. Catatan untuk next wedding lah. Plus...yang menikah berikutnya, mesti ngebeliin kita kain...supaya bisa seragam hehehe...maksa banget ya gue!!


Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com