Showing posts with label tv show. Show all posts
Showing posts with label tv show. Show all posts

Tuesday, November 8, 2011

Prime Suspect - UK & US


Sekitar dua minggu yang lalu, gue ngeliat iklan film seri tv baru, "Prime Suspect" di channel DIVA. Yang main Maria Belo, dan karena penasaran tentang ini film, gue langsung buka wikipedia untuk cari info lebih lanjut. Sekalian pingin tahu apakah ini film cukup menarik untuk diunduh :)

Ternyata, "Prime Suspect" yang dimainkan oleh Maria Belo ini adalah adaptasi dari film seri berjudul sama tapi dari UK. "Prime Suspect" versi UK, dimainkan oleh Helen Mirren dan semua ada 7 'season', dari tahun 1991 (seri 1), hingga 2006 (seri 7).

Jujur, gue enggak ngerti model pembagian film seri UK. Kalo untuk US setau gue, kebanyakan film seri itu berdurasi 30 menit - 45 menit (1 jam), tiap minggu dan 1 season biasanya antara 10 - 22 episode. Dan 1 tahun biasanya 1 season, jadi bisa ketauan sudah berapa lama film seri itu ada.

Tapi enggak dengan UK. Well, at least that's not what happened with "Prime Suspect". Jadi mungkin lebih tepat kalo dibilang bahwa "Prime Suspect" merupakan mini seri.

Dan gue, akhirnya berhasil mengunduh ini film, lengkap 7 seri. Dan waktu gue nonton untuk pertama kali....WOW!!



DCI Jane Tennison (Mirren) gets her first chance to lead a major murder investigation while confronting DS Bill Otley (Tom Bell) and other sexist officers on her squad who attempt to get her replaced. The case involves the rape-murder of a young woman. She eventually gets the suspect, George Marlow (John Bowe) and earns the respect of her team.

Hellen Mirren berperan sebagai Detective Chief Inspector Jane Tennison, sebuah jabatan yang cukup tinggi dan bisa dibilang untuk tahun itu (1991) belum banyak perempuan yang memiliki posisi setinggi itu. Terlebih lagi untuk bidang pekerjaan yang lebih didominasi oleh kaum pria. Jadi, sudah tentu banyak halangan dan rintangan bagi Jane untuk membuktikan bahwa dirinya memang mahir dalam pekerjaannya.

Sosok Jane menurut gue bukan sosok yang dengan mudah disukai, baik oleh penonton maupun rekan-rekan polisi lainnya. She's tough. Very tough. Mungkin karena dia berkecimpung di bidang pekerjaan yang masih banyak didominasi kaum pria. Dan Jane bener-bener berdedikasi tinggi, sampai-sampai pekerjaan merupakan prioritas dia yang pertama, baru hal-hal yang lain.

Sejauh ini, gue udah nonton seri 1 sampe 4 (sembari ngerjain kristik), gue suka banget sama ini film seri. Dengan durasi yang bisa dibilang panjang (seri 1 3 jam!), nonton film ini serasa baca buku tentang cerita detektif. Plus, dengan setting tahun 1991, dimana saat itu yang namanya internet belum ada (layar komputernya aja masih item dengan tulisan ijo dan belum ada mouse!!) serta handphone juga belum ada (it's pager time!) nangkep penjahat jadi lebih lama hahaha...gue sampe kesel sendiri ngeliatnya.

Dengan durasi yang cukup panjang, plus tanpa internet (di seri 4 handphone mulai ada, 1995), kita jadi bener-bener dikasih tau apa saja yang mereka lakukan dan bagaimana akhirnya mereka berhasil menangkap sang pelaku. Bener-bener pekerjaan yang melelahkan menurut gue. Nanya si A, nanya si B, ngecek alibi A, ngecek informasi B, dll dll dll.

But I love it!

Oh, dan gue baru ngeh bahwa film Inggris ternyata lebih graphic dibandingkan film Amerika. Agak aneh juga ya.. Dan belum lagi dengan segala adegan merokok dan minum-minum nya...buset dah!! Tahun itu yang namanya merokok memang merupakan hal yang amat sangat lumrah ya....dan enggak kepikiran sama yang namanya kanker paru-paru.



"Prime Suspect" UK version ternyata merupakan secara tidak resmi dikloning oleh US di film seri "The Closer", diperankan oleh Kyra Sedgwick (istrinya Kevin Bacon). "The Closer" merupakan salah satu film seri kepolisian yang juga jadi favorit gue. Tokoh yang diperankan oleh Kyra Sedgwick, Brenda Lee Johnson, meskipun enggak se-ekstrim DCI Jane Tennison, sama-sama berdedikasi tinggi. Ada beberapa adegan dari "Prime Suspect 1" yang diambil oleh "The Closer" tapi enggak banyak.


Dan hari Minggu kemaren gue berhasil liat "Prime Suspect" versi US.


Sejauh ini....gue belum terlalu suka dengan yang versi US. Mungkin karena gue membandingkan dengan yang UK version dan rasanya durasi 45 menit tidak sebanding dengan 3 jam hahaha....ceritanya jelas-jelas berbeda, dan format juga beda. Dan berhubung gue baru nonton episode 1 jadi yah...we'll see lah. Semoga enggak tamat sampe season 1 doang.

Sekarang...yuk mari lanjut kristik sambil nonton "Prime Suspect 5" :D

Sunday, June 26, 2011

The Game of Thrones - HBO Series





The Game of Thrones bisa dibilang merupakan film seri terbaru dari HBO. The Game of Thrones sendiri merupakan judul buku karya George R. R. Martin, yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film berseri. Bukunya sendiri sejauh ini sudah terbit 5 buku (buku ke-5 terbit Juli ini), dan masih akan ada 2 buku lagi yang akan terbit. Jadi total semua 7 buku.

Pertama kali 'ngeh' sama Game of Thrones benar-benar tidak sengaja, karena judul itu muncul di list Google search, sewaktu gue lagi nyari bukunya Rick Riordan The Throne of Fire. Karena sama-sama ada kata 'throne', jadi judul Game of Thrones pun muncul. Ditambah lagi, gue ngeliat buku tersebut waktu Kinokuniya lagi ada diskon 15%.


Gue memang suka buku dengan genre fantasy, tapi ngeliat cover bukunya...gue enggak tertarik hahaha...bukan karena covernya yang enggak menarik hati, tapi juga karena gue kurang lebih taulah jenis ceritanya kayak apa. Sejauh ini, cerita fantay yang bisa gue baca itu baru yang masuk kategori remaja atau young adult. Lord of the Rings punya buku aja enggak gue baca-baca. Mungkin karena udah nonton filmnya dulu kali ya?

But seriously, yang bikin gue males baca adalah karena gue tau, jalan ceritanya yang bakal njelimet karena penuh intrik, penggambaran yang cukup mendetail, dan meskipun semua itu memang benar-benar menarik, gue bakal bingung banget sama jalan ceritanya.


Lord Eddard 'Ned' Stark


Gue enggak tahu kalo Game of Thrones ini dibuat film seri sama HBO. Tapi begitu tahu, gue langsung cek wikipedia, dan jujur, gue langsung tertarik. Dan dimulailah proses pengunduhan. Untungnya, untuk season 1 ini, hanya ada 10 episode dan semuanya udah tayang di HBO luar. Entah kapan masuk ke Indo.


King Robert Baratheon

Kemaren, gue nonton 2 episode. Jujur, gue nonton dengan perasaan campur aduk, antara penasaran dan ragu-ragu. Baru 10 menit pertama, gue udah terkesiap kaget. Dan di penghujung episode 1, sekali lagi gue terkesiap kaget, lengkap dengan mulut yang menganga lebar dan terpaku selama kurang lebih 5 detik. Lalu lanjut episode 2 hahaha...

Berhubung episode 2 selesai sekitar setengah 4 pagi, jadi gue berhenti nonton. Dan sampe sekarang, gue belum lanjut lagi. Kembali perasaan campur aduk...antara ngeri dan penasaran. Kita lihat aja nanti mana yang menang.


Queen Cersei Lannister

Seperti yang gue tebak, ceritanya penuh dengan intrik. Meskipun mungkin tidak seribet The Tudors, tapi sejauh yang gue baca di wikipedia, intrik politiknya (intrik apa lagi coba?) cukup bikin gregetan.

Mengambil setting di dunia khayalan, Westeros dan Essos, film ini bercerita tentang perebutan tahta Iron Throne dan kekuasaan akan Seven Kingdom, setelah jatuhnya penguasa House of Targaryen dan kematian King Robert.

Di season 1 ini, dari 2 episode yang udah gue tonton, sepertinya House of Stark menjadi titik utama. Gue enggak tahu apakah sampai akhir House of Stark yang akan menang atau tidak. Apakah film ini memiliki happy end atau tidak aja, gue enggak tahu. Yang pasti, gue udah tahu siapa yang jadi tokoh antagonisnya. Dan OMG!! Bener-bener bikin emosi!!


Daenerys Targaryen


Dan seperti film seri HBO lainnya (True Blood), film ini memang bener-bener masuk kategori dewasa. Yang pasti sih, kalo masuk Indonesia, bakal cukup banyak yang kena sensor. Hm...untung juga gue unduh sekarang hahahaha..

Secara keseluruhan sih, film ini menarik banget untuk ditonton dan diikuti sampai tamat. Season 2 sudah pasti akan ada (jadi enggak berhenti di season 1).
Dan mengingat bahwa ini adalah film seri HBO, jadi besar kemungkinan memang akan dibikin sampai seri bukunya selesai.

Wednesday, June 8, 2011

Sherlock




Bagi yang bisa nonton AXNBeyond, dan suka dengan cerita-cerita dengan tema kriminal dan suka dengan tokoh Sherlock Holmes, ini ada satu film seri baru yang menarik untuk ditonton.

Berhubung gue enggak bisa liat AXNBeyond (cuma ada AXN :'( ) alhasil gue harus melakukan atau mencari cara lain supaya bisa nonton ini film seri. Setelah usaha untuk menonton secara online gagal (males juga bo nunggu loadingnya), gue memutuskan untuk...mengunduh! Menggunakan torrent, dengan sukses film ini, yang ternyata hanya ada 3 episode dengan lama masing-masing 90 menit, berhasil gue unduh selama...oh I don't know...10 hrs...or more? Yang pasti, PC dengan terpaksa gue biarkan menyala sepanjang malam, dan begitu gue cek PC jam 9, tiga film ini sudah selesai terunduh. Yeayyy... :)

Jadi, apa yang membuat Sherlock yang ini berbeda dari yang lain? Dilihat dari gambar di atas, harusnya sih udah ketebak ya :) Sherlock yang ini mengambil setting tahun sekarang, alias modern. Waktu pertama kali liat iklannya, gue cuma bisa bengong dan menanti penuh antusias.



Dan inilah pemeran Sherlock dan Dr. John Watson. Sherlock oleh Benedict Cumberbatch, dan John Watson oleh Martin Freeman. Sherlock-nya ganteng ya!! Hahahaha..

Dengan setting modern, Sherlock ini semakin terlihat 'nyata' dibandingkan yang di buku atau bahkan film-film yang lain. Jangan salah, gue suka banget sama film-nya Robert Downey, Jr dan Jude Law, tapi Sherlock yang ini...buat gue lebih asik...lebih menyerupai Sherlock-nya Conan Doyle. Dan Watson...jadi lebih hidup juga, dan nampak menjadi sosok yang lebih dari sekedar teman Sherlock, meskipun kalau dibandingkan dengan tokoh Jude Law...Watsonnya Jude Law masih lebih independent.

Anyway, Sherlock yang baru, lebih...sombong, kasar, memandang rendah orang lain, dan tidak peduli sama orang lain. Dan semua itu dilakukan tanpa ia sadari. Maksudnya, ia tidak bermaksud melakukan itu semua, cuma ya...karena dia menganggap dirinya lebih pintar dari orang lain, dan ia memang lebih pintar dari orang lain, jadi dia suka enggak sabaran sama orang-orang yang pemikirannya enggak secepat dia. Banyak yang bilang kalau Sherlock doesn't have a heart dan memang cukup banyak yang enggak suka sama dia. Jelas lah. Dengan sikap yang kayak gitu, siapa yang tahan jadi temennya coba? Tapi memang harus diakui. He's brilliant!!

John Watson yang baru, menurut gue agak-agak error...in a good way hahaha...di episode awal nanti ada penjelasan atau alasan, kenapa sampai kakinya sakit atau tangannya tidak lagi tremor. Dan gue yang denger penjelasannya cuma bisa bilang, "Sinting!". Seperti di buku, dia memang sangat kagum akan kemampuan Sherlock melakukan deduksi dan pujian-pujian itu dengan mudah dan cepat keluar dari mulutnya, membuat Sherlock sedikit kesal (atau malu?) dan meminta Watson untuk tidak mengatakan apa-apa. It's quite funny to see it.

Gue suka ngeliat interaksi hubungan antara Sherlock dan Watson, yang sempet dikira pasangan gay :D which is happened more than one on the firs series (and I think all the fanfic writer will have a field trip about this one!) dan lucu juga ngeliat hal tersebut terjadi.

Tapi, terlepas itu semua, yang membuat gue bener-bener tertarik dengan film seri ini adalah...apalagi kalau bukan akan kemampuan analisa Sherlock. OMG!!! Mata, telinga, dan otak harus bekerja ekstra keras untuk bisa mengikuti kecepatan deduksi Sherlock. Inget film Sherlock Holmes-nya Robert Downey, Jr? Inget bagaimana dia menjelaskan kesimpulan yang dia ambil? Cepat bukan? Nah di film ini juga sama, sama cepatnya dan sama memukaunya.

Season 1 seri ini udah abis, nanti Autumn 2011 bakal ada season 2. Gue dah gak sabar untuk bisa nonton lanjutannya!!

Sunday, April 25, 2010

The Closer & Cold Case

Entah sejak kapan gue tertarik dengan serial tv tentang police procedural. Mungkin gara-gara nonton CSI: Crime Scene Investigation? Bicara soal CSI, awalnya emang enggak suka, tapi kemudian malah menjadi tergila-gila, melebihi adik gue, yang waktu itu emang lagi seneng banget sama tuh seri. Tapi, di saat adek gue dah mulai bosen, gue malah yang tergila-gila. Hal yang sepertinya sering banget terjadi.

Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, dari dulu pun udah tertarik dengan cerita-cerita detektif. Inget banget baca Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Nancy Drew, bahkan Trio Detektif yang membuat gue kemudian menjadi terkesima dengan seorang Alfred Hitchcock. There's something about all those detectives :)

Jadi rasanya enggak terlalu aneh kalo kemudian gue tertarik dengan film tv/drama tv tentang polisi/crime. Dari yang berat seperti CSI dan segala franchise-nya, termasuk CSI: Miami dan CSI: NY, kemudian ada...hm...apa ya...Bones, Criminal Minds lalu ada LIFE, The Mentalist, Numbers yang menurut temen gak masuk akal, sampe yang ringan seperti Castle dan White Collar, tapi yang lagi asik asik ditonton sekarang adalah The Closer dan Cold Case.

Tapi yang aneh, gue enggak tertarik dengan Dexter, NYPD dan segala franchise-nya, bahkan NCIS pun gue enggak tertarik. Mungkin karena jalan ceritanya kurang menarik...I don't know.

The Closer merupakan cerita 'biasa' tentang divisi kepolisian di L. A., Priority Homicide Division. Nothing special, cuma tokoh utamanya Deputy Chief Brenda Leigh Johnson, diperankan oleh Kyra Sedgwick, istrinya Kevin Bacon, emang tokoh yang...WOW banget deh. Gue suka sama tokohnya, suka sama anak buahnya, dan suka dengan kasus-kasus yang mereka pecahkan.


Sekarang lagi nonton season 3-nya...dan so far ini cerita dah bikin gue ketawa beberapa kali. Bukan karena ceritanya lucu, tapi ada situasi di mana cerita-ceritanya memang bikin gue mau enggak mau tertawa. Para detektif itu memang menjadi hiburan tersendiri buat gue. :)


Next adalah Cold Case, another one from Jerry Bruckheimer. Ini film seri bener-bener lain daripada yang lain. Meskipun menurut wikipedia ada lagi film seri yang serupa, tapi tetep aja menurut gue Cold Case berbeda.


Sesuai dengan judulnya Cold Case, maka bisa dikatakan bahwa drama seri ini bercerita tentang kasus-kasus yang memang sudah lama dan memang tidak aktif lagi. Kasus tersebut belum selesai diselidiki, biasanya karena kurang petunjuk, tapi ada beberapa kasus yang kembali dibuka untuk kembali diselidiki, biasanya karena muncul petunjuk atau saksi baru.

Pertama kali liat Cold Case secara tidak sengaja di Indosiar malem-malem dan sejak itu mulai dicari enggak ketemu lagi. Sempet lupa sama film tersebut, tapi gue enggak pernah lupa dan akhirnya iseng cari info dan ketemu. Enggak nyangka kalo judulnya adalah Cold Case karena sempet beberapa kali ngeliat di Mangga Dua hahaha...tapi berhubung udah sampe sekian season, jadi rada males untuk nonton. Sampe suatu kali nekat, seperti biasa, untuk beli season 1 dan kemudian as they all say...the rest is history.


Cerita Cold Case selalu dimulai dengan sepenggal kehidupan korban, kemudian saat korban meninggal, dan kemudian maju ke tahun sekarang. Jadi misalkan korban hidup di tahun 60-an, maka digambarkan kehidupan korban pada tahun itu, tidak lama kemudian digambarkan korban meninggal, lalu beralih ke tahun sekarang, biasanya saat divisi homicide menemukan saksi/petunjuk baru, dan barulah penyelidikan dimulai.

Satu lagi yang gue suka adalah, pada saat divisi homicide melakukan penyelidikan, biasanya bertanya pada orang-orang yang mengenal korban, mereka selalu menampilkan 'now' and 'then' orang tersebut. Jadi misalkan pada saat diwawancara orang tersebut sudah tua, maka untuk sesaat ditampilkan penampilan orang tersebut pada waktu masih muda.

Dan pada saat closing, pada saat pelaku kejahatannya ditangkap, juga ditampilkan kondisi orang tersebut pada saat tua dan mudanya, kemudian biasanya salah satu anggota divisi homicide akan 'melihat' bayangan korban/para korban yang tersenyum, orang-orang terdekat korban yang tersenyum karena mendapat closure, dan selalu ditampilkan kondisi 'now' and 'then'.

Kadang memang terasa membosankan, karena hal tersebut selalu berulang. Tapi mungkin itu adalah ciri khas-nya Cold Case, menampilkan dimana masa lalu yang tidak pernah meninggalkan masa sekarang, serta menunjukkan bahwa there's always the price to pay for killing someone.

Cerita-cerita Cold Case sering banget bikin gue nangis terharu. Terutama kalo pada akhirnya keluarga korban menemukan closure, tahu dimana orang yang mereka kasihi selama ini kemana, dan tahu apa yang terjadi dengan mereka.

So far baru satu cerita yang bikin gue selalu nangis tiap kali gue nonton episode tersebut. Bener-bener bikin gue terharu dan tersentuh.

Buat yang penasaran, mungkin bisa baca wikipedia untuk lebih jelasnya :).

Saturday, January 23, 2010

Glee - TV Series


Glee...film seri baru yang lagi (baru mulai) main di Star World. Iklannya/promosinya cukup gencar juga, mungkin karena seri ini masih baru dan penerimaan masyarakat Amrik sendiri amat sangat positif akan film seri ini. Sedangkan gue? Ya iya lah. Musikal gitu lho. High School Musical 1-3 aja gue tonton!

Pertama kali denger tentang Glee itu...sepertinya udah cukup lama. Maksudnya lama, berbarengan dengan dimulainya film seri ini di Amrik sono, yang kalo enggak salah (menurut Wikipedia) main di bulan September. Tertarik dan penasaran dengan Glee karena sempet baca tentang Adam Lambert (runner-up American Idol season 8 kemaren) yang ditawarin untuk muncul di Glee (or something like that) dan gue jadi penasaran. What is Glee???

Kalo gue penasaran akan sesuatu, biasanya yang gue tuju adalah WIKIPEDIA. Sumpah deh, segala juga ada di Wikipedia!

Nah betapa antusiasnya gue pada saat baca tentang Glee itu. Glee ternyata drama musikal komedi. Latar belakangnya anak-anak SMA, tapi tidak seperti 90210 (Beverly Hills) atau Gossip Girl, Glee berpusat pada klub sekolah glee yang kegiatannya none other than...singing/performing. Jadi udah pasti bakal banyak lagu-lagu yang dipake/dinyanyiin di film ini. Glee lebih serius dibandingkan High School Musical 1-3, jauh lebih serius kalo boleh gue bilang. Ditambah, lagu-lagu yang ada di Glee merupakan lagu-lagu yang udah sering kita denger. Buat yang udah nonton seri pilotnya pasti tahu. Btw, pilot di sini bukan judul seri Glee ya, tapi merupakan seri perdana. Agak enggak ngerti juga sih kenapa dibilang pilot.



Sesudah baca info tentang Glee, gue malah jadi makin penasaran, maka dimulailah hunting gue untuk bisa menonton meskipun secara online itu film seri. FYI, jarak antara pilot dengan episode berikutnya, itu jaraknya cukup jauh. Pilot di rilis bulan Mei, sedangkan episode berikutnya main bulan September. Sedangkan gue tahu atau mencari tahu itu sebelum episode regular main, jadi 'kan seri pilot harunya udah main, dan biasanya udah mulai beredar tuh di internet. Entah berata situs yang gue datengin untuk bisa liat. Enggak ketemu-ketemu. Di Youtube enggak ada. Kalaupun ada situs yang memang menyediakan, tetep enggak bisa ditonton karena gue di Indonesia. Kayaknya cuma untuk orang-orang yang di US aja deh yang bisa/boleh nonton. Dan gue udah mulai desperate banget nih...makin penasaran.

And guess what I did after everything I've done is failed? Yup. The one and only. I downloaded it! Sampe special unduh program supaya gue bisa buka file-nya karena formatnya .avi, beda dengan format biasa. Unduh pake torrent jadi ya bisa dibilang butuh waktu. Tapi begitu berhasil dan selesai...WOW!! PUAS!! hahahaha....


Gue amazed banget sama Rehab nya Amy Winehouse. Amazed dengan lagunya (gue jadi suka), in awed dengan dance-nya, dan gue menganga begitu liat adegan itu. Sampe sekarang pun gue tetep suka banget. Gue tuh suka banget sama dance yang dinarikan bersama-sama, apalagi yang modelnya powerful gitu. Terkesima dan terpukau banget deh pokoknya. Dan terakhir, gue jatuh cinta dengan lagu Don't Stop Believing. Siapa yang enggak coba? Lagu lama yang kata-katanya sering banget dan nyaris selalu digunakan untuk menjadi penyemangat.

Dan seperti biasa, gue langsung hunting lagu-lagunya. Enaknya di Amrik sana, setiap kali satu episode selesai diputer, maka lagu-lagunya bisa diunduh (sepertinya free) hari itu juga di i-tunes, untungnya buat gue ya jadi lagu-lagu itu bertebaran di penjuru internet/blog, tinggal gue yang unduh. Ditambah lagi kemudian Glee The Musical album 1 dan 2 juga kemudian keluar. Sekarang tinggal gue beli yang asli (yang gue unduh kualitasnya kurang bagus. Ya iya lah!!).

Sekali lagi, untuk penyuka film-film musikal, Glee jelas-jelas film seri yang menarik untuk ditonton, dilihat, dan dinikmati. Ceritanya meskipun 'sederhana', tapi karena dikemas dengan lagu-lagu yang menarik, dengan efek dramatik, dengan konflik yang bikin gregetan, dengan tokoh-tokoh yang juga bikin gregetan, film seri ini jadi menarik untuk dilihat. You'll going to love the protagonist and hate the antagonist :), without the extreme from Indonesian' style of movie (sinetron). Ditambah lagi, film ini akan 'bertebaran' bintang-bintang tamu. Sempet ada Kristin Chenoweth (my fave), kemudian ada Josh Groban (cameo) dan bintang-bintang lainnya.

So keep on watching Glee on Star World every Wednesday at 8 pm wib, right after American Idol (iklan banget sih!!!)

Wednesday, July 16, 2008

CSI Losing Its Main Man

Something from Yahoo!tv

CSI Losing Its Main Man

Tue Jul 15, 1:34 PM PDT

Apparently it's all gotten to be too much for Crime Scene Investigator Gil Grissom. Or, it will.

Calling it an actual signoff rather than yet another sabbatical, EW.com reports that William Petersen will be leaving CSI sometime midseason.

"Billy is leaving," series executive producer Carol Mendelsohn said. "But he will remain throughout the run of the series an executive producer. And he will, whenever CBS asks, come back. I don't think you've seen the last of Gil Grissom."

"My biggest problem with leaving the show at any point isn't leaving Grissom," said Petersen, whose previous leave of absence came when he took five weeks off to do theater in Rhode Island. "I'm an actor, it's time to do other things. "[The hard part will be saying goodbye] to the cast and crew. [So] I'm going to stay as involved as I'm allowed to be throughout the remainder of this show. Until they turn off all the lights."

Petersen's exit will mark the latest blow to the procedural's original main lineup, which lost Jorja Fox and Gary Dourdan last season—although both will be making appearances in coming episodes (one more posthumous than the other).

"We do have a plan," Mendelsohn added, assuring fans that there will be blood—both new blood and the regular DNA-filled, splattering kind—to make Petersen's pending departure less painful.

In addition to Dourdan's brief appearance in September's season premiere, Fox will have a multiepisode arc brimming with romantic possibility, The L Word's Lauren Lee Smith and as-yet-unnamed manly type will be joining the team as new CSIs, the Miniature Killer will show her face again, and The Exorcist helmer William Friedkin will direct the series' 200th episode this spring.

"Billy will definitely be on the set for Mr. Friedkin's episode," Mendelsohn told EW.com, "whether it's behind the camera or in front of the camera is TBD."


Ditoo!!! Hiks...akhirnya CSI:Crime Scene Investigation akan berakhir juga....so sad...

Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com