Akhirnya tadi nonton juga ini film. Atas rekomendasi Mia :D ini film jadi termasuk dalam daftar 'wajib tonton', padahal sih awalnya gak gitu niat-niat banget. Langsung menilai jelek sih enggak, tapi ya enggak ada niatan untuk segera ditonton, itu aja. Tapi karena Mia bilang bagus jadilah ini film ditonton.
Mary and Max adalah film stopmotion claymation. Inget film Chicken Run? Atau yang baru The Fantastic Mr. Fox? Atau Tim Burton's The Corpse Bride? Nah Mary & Max seperti itu filmnya. Bukan dari gambar (animasi) tapi dari clay (thus the expression claymation, I think :D)

Mary and Max bercerita tentang persahabatan antara gadis usia 8 tahun yang tinggal di Australia dengan seorang laki-laki berusia 44 (kalo gak salah inget) yang tingal di New York, dari tahun 1976 - 1994. Jalinan persahabatan mereka berjalan hingga belasan tahun. And I'm ashamed to say that I didn't recognize it, tapi Max ternyata mengidap Asperger Syndrome. Yang setelah disebutkan oleh Max, segala tingkah laku 'aneh' Max menjadi lebih masuk akal.
Mungkin, Max memang lebih cocok dan nyambung dengan Mary. Orang-orang dengan Asperger, seperti yang dijelaskan oleh Max, merupakan individu yang jujur sejujur-jujurnya dan melihat segala sesuatu itu secara harafiah (ingat adegan Max ke dokter dan ada tulisan take a seat, Max benar-benar take a seat), sedangkan anak-anak pada usia awal juga merupakan individu yang jujur dan seringkali melihat segala sesuatu secara harafiah (sebelum kemudian terkontaminasi dan menjadi individu-individu dewasa kayak kita-kita ini hahahaha).
Layaknya hubungan persahabatan lainnya, hubungan Mary & Max juga naik turun dan diwarnai dengan pertengkaran. Selain itu, perkembangan hidup Mary & Max di masing-masing negara juga diceritakan. Tentang keluarga Mary, tentang kehidupan Max, tentang masalah-masalah yang mereka hadapi dan bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan segala perubahan/masalah masing-masing.

Meskipun terdengar (atau terbaca) ceritanya sederhana, tapi topik yang diangkat tidak bisa dibilang sederhana. Dan meskipun film ini mengambil format claymation, tapi kok rasanya kurang cocok untuk anak-anak. Sekurang-kurangnya harus ada bimbingan orangtua lah.
Adegan paling mengharukan buat gue adalah ketika Mary mengirimkan air matanya ke Max karena Max berkata ia ingin sekali bisa menangis, tapi selalu tidak berhasil. Dan meskipun gue udah tahu ending filmnya sebelum gue tonton, tetep aja gue nangis sejadi-jadinya dan tambah nangis waktu Mary mendongak ke atas ngeliat seluruh surat-suratnya tertempel di langit-langit. Mengharukan!
Salah satu film animasi (claymation maksud gue) terbaik yang pantas untuk ditonton, kalo perlu dicari dvd aslinya. Ceritanya bermakna, informatif, dan mendidik (halah!). Tapi bener kok. Silakan ditonton, karena emang bener-bener bagus dan enggak nyesel lah nonton ini film. Kalo bisa sih nonton sendiri or nonton bareng dengan orang yang enggak membuat kita malu kalo tiba-tiba air mata mengucur dengan deras di pipi :)
Max: Dr Bernard Hazelhof said if I was on a desert island then I would have to get used to my own company - just me and the coconuts. He said I would have to accept myself, my warts and all, and that we don't get to choose our warts. They are part of us and we have to live with them. We can, however, choose our friends and I am glad I have chosen you.
God gives us our relatives, thank God we can choose our friends
Ethel Watts Mumford
Ethel Watts Mumford
