Bagi yang bisa nonton AXNBeyond, dan suka dengan cerita-cerita dengan tema kriminal dan suka dengan tokoh Sherlock Holmes, ini ada satu film seri baru yang menarik untuk ditonton.
Berhubung gue enggak bisa liat AXNBeyond (cuma ada AXN :'( ) alhasil gue harus melakukan atau mencari cara lain supaya bisa nonton ini film seri. Setelah usaha untuk menonton secara online gagal (males juga bo nunggu loadingnya), gue memutuskan untuk...mengunduh! Menggunakan torrent, dengan sukses film ini, yang ternyata hanya ada 3 episode dengan lama masing-masing 90 menit, berhasil gue unduh selama...oh I don't know...10 hrs...or more? Yang pasti, PC dengan terpaksa gue biarkan menyala sepanjang malam, dan begitu gue cek PC jam 9, tiga film ini sudah selesai terunduh. Yeayyy... :)
Jadi, apa yang membuat Sherlock yang ini berbeda dari yang lain? Dilihat dari gambar di atas, harusnya sih udah ketebak ya :) Sherlock yang ini mengambil setting tahun sekarang, alias modern. Waktu pertama kali liat iklannya, gue cuma bisa bengong dan menanti penuh antusias.
Dan inilah pemeran Sherlock dan Dr. John Watson. Sherlock oleh Benedict Cumberbatch, dan John Watson oleh Martin Freeman. Sherlock-nya ganteng ya!! Hahahaha..
Dengan setting modern, Sherlock ini semakin terlihat 'nyata' dibandingkan yang di buku atau bahkan film-film yang lain. Jangan salah, gue suka banget sama film-nya Robert Downey, Jr dan Jude Law, tapi Sherlock yang ini...buat gue lebih asik...lebih menyerupai Sherlock-nya Conan Doyle. Dan Watson...jadi lebih hidup juga, dan nampak menjadi sosok yang lebih dari sekedar teman Sherlock, meskipun kalau dibandingkan dengan tokoh Jude Law...Watsonnya Jude Law masih lebih independent.
Anyway, Sherlock yang baru, lebih...sombong, kasar, memandang rendah orang lain, dan tidak peduli sama orang lain. Dan semua itu dilakukan tanpa ia sadari. Maksudnya, ia tidak bermaksud melakukan itu semua, cuma ya...karena dia menganggap dirinya lebih pintar dari orang lain, dan ia memang lebih pintar dari orang lain, jadi dia suka enggak sabaran sama orang-orang yang pemikirannya enggak secepat dia. Banyak yang bilang kalau Sherlock doesn't have a heart dan memang cukup banyak yang enggak suka sama dia. Jelas lah. Dengan sikap yang kayak gitu, siapa yang tahan jadi temennya coba? Tapi memang harus diakui. He's brilliant!!
John Watson yang baru, menurut gue agak-agak error...in a good way hahaha...di episode awal nanti ada penjelasan atau alasan, kenapa sampai kakinya sakit atau tangannya tidak lagi tremor. Dan gue yang denger penjelasannya cuma bisa bilang, "Sinting!". Seperti di buku, dia memang sangat kagum akan kemampuan Sherlock melakukan deduksi dan pujian-pujian itu dengan mudah dan cepat keluar dari mulutnya, membuat Sherlock sedikit kesal (atau malu?) dan meminta Watson untuk tidak mengatakan apa-apa. It's quite funny to see it.
Gue suka ngeliat interaksi hubungan antara Sherlock dan Watson, yang sempet dikira pasangan gay :D which is happened more than one on the firs series (and I think all the fanfic writer will have a field trip about this one!) dan lucu juga ngeliat hal tersebut terjadi.
Tapi, terlepas itu semua, yang membuat gue bener-bener tertarik dengan film seri ini adalah...apalagi kalau bukan akan kemampuan analisa Sherlock. OMG!!! Mata, telinga, dan otak harus bekerja ekstra keras untuk bisa mengikuti kecepatan deduksi Sherlock. Inget film Sherlock Holmes-nya Robert Downey, Jr? Inget bagaimana dia menjelaskan kesimpulan yang dia ambil? Cepat bukan? Nah di film ini juga sama, sama cepatnya dan sama memukaunya.
Season 1 seri ini udah abis, nanti Autumn 2011 bakal ada season 2. Gue dah gak sabar untuk bisa nonton lanjutannya!!
Udah LAMA banget pingin nulis review tentang tiga film ini...tapi selalu aja kena 'halangan'. Dari yang udah ngantuk, males, sampe karena sibuk baca komik/manga, jadi lupa segala-galanya. Tapi hari ini, dengan niat dan tekad kuat, akhirnya berhasil juga untuk mulai menulis...so here goes.
Hm...sorry berat kalo malah jadi ada spoilernya ya...sometimes I can't help it :)
First we have Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel
Waktu film Alvin and the Chipmunks pertama kali muncul (main di bioskop) gue enggak tertarik sama sekali. Alasannya klise. Bukan buatan Disney salah satunya. Dan lagi, pas ngeliat trailernya, gue emang enggak tertarik. Males aja gitu nonton para chipmunks ini berbuat kekacauan...jadi ya gue skipped nonton ini film. Meskipun harus gue akui, suara mereka emang lucu banget :)
Nah begitu the squeakquel ini muncul, entah mengapa gue langsung tertarik. Gue tertarik dengan the Chippetes. Gila!! Ngeliat mereka nyanyiin lagunya Beyonce, All the Single Ladies, dengan suara chipmunks mau enggak mau pasti bikin siapapun yang denger ketawa terbahak-bahak. Belum lagi ngeliat liukan badan mereka...wuih...Beyonce juga kalah kali hahaha...
Jadi kali ini, gue nonton Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel. Untungnya, Alvin and the Chipmunks yang kesatu main di Star Movies, jadi paling enggak gue tau lah awal mulanya tuh chipmunks jadi penyanyi gimana (meskipun gue enggak gitu ngikutin juga sih).
Gue nonton ini filma bersama dengan Sufei (my partner in crime) di Plaza Indonesia XXI, yang kemudian disambung dengan film Sherlock Holmes (review berikutnya). Hari itu, hari Selasa, nyaris hanya kita berdua yang nonton, tapi toh kemudian muncul beberapa orang lainnya :)
Gue kasih nilai...7 out of 10 lah. Menghibur, lucu, dilengkapi dengan lagu-lagu yang keren-keren (the chippettes juga menyanyikan lagu Katie Perry, Hot and Cold!!!), tidak lupa dengan tokoh yang jahat, konflik diantara para chipmunks, dan tentunya happy end.
Karena target audience-nya adalah anak-anak, jadi memang jalan ceritanya sederhana dan konflik yang ditampilkan pun juga tidak terlalu njelimet. Selain itu, film ini punya nilai/mengajarkan sesuatu juga sih untuk penonton (dalam hal ini mungkin anak-anak ya), tentang pentingnya keluarga, kebersamaan. Sederhana, tapi yah..cukup dalam lah. Sekali lagi, menurut gue peran orang tua cukup diperlukan, meskipun enggak terlalu sih :) karena yah ini film cukup asik untuk dinikmati begitu saja.
Berikutnya, Sherlock Holmes. Gue cuma bisa bilang, WOW!! It's a must see movie!! Gue beruntung bisa liat nih film dua kali, dan rasanya baru kali ini gue enggak merasa bosen or merasa pingin buru-buru pindah scene. Not this movie. Bahkan Avatar pun gue masih merasakan ada bagian yang enggak mau gue liat (bukan karena adegannya jelek, tapi mungkin karena adegannya lebih ke conversation, jadi rada males aja hehehe).
Setelah nonton Sherlock Holmes untuk kedua kali, gue menyadari bahwa SANGAT BANYAK sekali kata-kata Sherlock yang bagus!! Bukan karena kata-kata yang diucapkan itu merupakan nasihat or apa, tapi gimana ya...kata-kata yang diucapkan tuh bukan sekedar percakapan biasa. You have to see it to know what I mean :)
Terutama buat yang ngerti Bahasa Inggris, please listen to the words he was saying. Jangan hanya bergantung pada teks yang ada, karena ada beberapa yang menurut gue kurang tepat. Tidak salah, hanya kurang tepat. Dan pay attention! Film ini punya ritme yang cepat. Jadi, ketinggalan satu kata or satu kalimat, bisa cukup fatal akibatnya :)
Gue suka banget ngeliat interaksi antara Watson dan Holmes. Dan yah harus gue akui, gambaran Guy Ritchie (do you know that it's a Guy Ritchie movie?) akan Holmes dan Watson jauh berbeda dari apa yang digambarkan di buku atau di film-film Holmes yang lama. Holmes yang ini lebih...lebih slengekan, lebih bengal, lebih santai, lebih cuek. Sedangkan Watson lebih...lebih santai, sama pinternya dengan Holmes, dan lebih banyak berperan (dibandingkan di buku).
Buat gue, ini film emang keren abis. Selain karena memang menampilkan Holmes & Watson yang memang sangat berbeda (lebih 'modern' kali ya), ceritanya pun menarik. Tidak sedikit tingkah laku Holmes dan Watson yang mengundang tawa. Berani jamin, 10 menit pertama (kayaknya sih sekitar itu deh) pasti bikin tercengang.
Yang pasti, ini film memang wajib tonton. 9 out of 10 :) Buat yang belum pernah kenal dengan Sherlock Holmes, inilah saatnya untuk berkenalan dengan salah satu detektif paling terkenal di dunia. Sedangkan yang udah pernah kenal, film ini memberikan sudut pandang lain akan Sherlock Holmes.
Sherlock Holmes: [to Watson] Never theorize before you have data. Invariably, you end up twisting facts to suit theories, instead of theories to suit facts.
Last but not least...the animation that I've been waiting for...Disney The Princess and the Frog. Film ini dirasa cukup spesial karena yah untuk pertama kalinya, tokoh utamanya orang kulit item atau African-American instead of Caucasian. Selain itu, Disney kembali ke 'formasi awal', gambar yang halus dan lagu-lagu yang cantik.
As always, gue dah kayak anak kecil aja nonton nih film, mana cukup banyak pula anak-anak yang nonton nih film. Sebelah gue malah dua anak dan orangtuanya pada nonton hahaha...jadi terharu.
Sekali lagi...what can I say? Gue begitu...menikmati, begitu terharu, begitu terpesona dengan ini film, sampe gue MAU nonton lagi!! Siapa yang mau nemenin??
Ceritanya sederhana. Udah pada liat trailernya 'kan? Jadi tau lah, kalo sang kodok tuh minta dicium supaya jadi manusia, eh yang ada malah Tiana (cewek yang dimintai tolong) malah jadi kodok...dan dimulailah petualangan mereka berdua supaya bisa kembali menjadi manusia. Along the way, mereka bertemu dengan Louis the Aligator dan Ray the Firefly (kunang-kunang).
Film ini berhasil bikin gue tertawa terbahak-bahak ngeliat tingkah laku tokoh-tokohnya, bikin gue merinding ketakutan ngeliat tokoh yang jahat, menangis terharu ketika kemalangan menimpa salah satu tokohnya, dan tidak lupa ikut bergoyang ketika mendengarkan lagu-lagunya yang ceria. Gue yang pasti enggak nyangka kalo gue bisa berkaca-kaca pas nonton nih film...padahal gue dah tau jalan ceritanya karena dah baca junior novelatation nya dulu!!
Dan layaknya film Disney, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dari film ini. Apa itu? Ya nonton saja ya... :) Seperti biasa, gue kasih 9 out of 10 untuk film ini. Buat yang kangen sama film-film Disney model-model dulu, kayak Aladdin, Beauty and the Beast, The Little Mermaid, ini film yang hampir menyerupai film-film itu. Tidak pernah rugi lah nonton film keluaran Disney. Apalagi animasinya. Meskipun target audience-nya anak-anak (semua umur) tetep bisa dinikmati sama orang dewasa kok, karena temanya universal. Apalagi kalo bukan Cinta :)
Really love The Princess and the Frog!!!
Hieh...ini dia 3 film yang cukup lama dinantikan kehadirannya...dan yang sepertinya sedang meramaikan bioskop-bioskop di Jakarta. Sekarang...menanti kehadiran another good movie to see :)
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com