Showing posts with label broadway. Show all posts
Showing posts with label broadway. Show all posts

Monday, September 29, 2014

Broadway ke Java 2014






On August 2014, on behalf of Bibie's request, some of us gathered for lunch.  I think it was on Eid al-Fitr holiday.  Anyway, before I go to the place where we're going to have lunch, I decided to go to Starbucks on Skyline Building first, to meet Lisa.  Lisa was already there  when I finally arrived.  She apparently wasn't alone, she was with her friend. After a standard introduction, we got to talk, and I simply forgot what we talked about at first, but we suddenly talked about Broadway Musical.  He, Lisa's friend was a he, he said that there will be a performance that will show some snippets from Broadway musical on September.  As we said goodbye later, I said to him, as he wasn't coming with us, that I will be waiting for the invitation.

August went away then come September.  I keep remembering the information that tucked on the back of my mind.  I keep waiting for the invitation.  When I was planning on texting Lisa, she texted me first and voila...she asked me to accompany her to Broadway ke Java.

Broadway ke Java [Broadway goes to Java] was held from 26-28 September 2014 at Ice Palace, Lotte Shopping Avenue.  If you can see the picture, you'll see that on Saturday and Sunday, they have 2 shows; matinee or 12 o'clock show and afternoon show.  Lisa asked me to choose. After talked to her back, about her schedule, we decided to watch the show on the Saturday at 7 pm.

There was some misinformed on Lisa's part, so we're late to attend the show.  We arrived at the door at 7.45 pm, thinking that the show was started at 8pm, so we're late. But, since we arrive precisely at the end of one number, we're allowed to enter, but can't get to our seat.  So we stand near the door, right by the stage, and watch the show from there.  What we saw? A song from The Producers, "Keep It Gay".  Love it!! I really can feel my eyes got bigger, my smile got wider, and try to listen the words carefully.

Brodway ke Java have 2 Act and each act consist of 8 songs or numbers.  

Act 1

  • The New World (Songs For A New World)
  • Live In Living Color (Catch Me If You Can)
  • You Don't Know (Next To Normal)
  • The Song That Goes Like This (Spamalot)
  • With You (Ghost)
  • Keep It Gay (The Producers)
  • One Night Only (Dreamgirls)
  • LaVie Boheme (Rent)
Act 1
  • Biggest Blame Fool (Seussical The Musical)
  • Omigod You Guys (Legally Blonde The Musical)
  • Heart (Damn Yankees)
  • Love Is My Legs (Dirty Rotten Scoundrel)
  • My Stronger Suit (Aida)
  • If Only (The Little Mermaid)
  • One Day More (Les Miserables)
  • Evolution Of Broadway
From 16 numbers, I only familiar with The Producers, Dreamgirls, Rent, Aida, and Les Miserables. But surprisingly I kinda like "Heart" from Damn Yankees.  The song was catchy.  And I like the tenor hahaha.  If Only from The Little Mermaid was also good.

The show was played by JPAC, Jakarta Performing Arts Community, which started out as a group of friends who just love to perform, loves theater in all form, acting dancing singing.  Broadway ke Java was JPAC wasy to convey that Broadway appeals to everyone, can appeals to everyone.  (Taken from the book program :D)

I think, since it's "only" a community, I don't expect elaborate costume and props.  Their props was only a big screen and 2 large blocks that can be used as a small stage or a bench to seat.  That's it. The music was minus one, I think.  But the singing was real hahaha.  And they CAN sing.  At least to my ear I don't hear any bad tone.  Some mic having a little trouble, or when four people singing together one voice is stronger than the other.  A little bit annoying but I can tolerate it.

And also, I think, since it's "only" a community, the performers were not a professional performers.  So I don't expect great dancers, although I do expect that they at least can carry a tune (they can). 

After every two songs, the have some kind of "intermission" that kinda explain a little about the next number. This little intermission was like a little comedy sketch.  At first I'm a little confuse about this intermission.  Then Lisa explained, that that was a little intermission.  I think it gives the performer to catch a breath or get ready for the next number.  But near the end, the audience was getting bored with the intermissions, because it felt like they don't have anything fresh or not even funny.  Some even groan when the intermissions happening.  I don't know if they really dislike it, or they just teased them.  

Overall...I really enjoy the performance.  I don't really care about the props or the costume, as long as they can sing, then it's ok on my book.  Beside, the number that were performed don't have lots of dancing number, although...I find it quite annoying when there's a dancing number but you don't dance seriously.

But I do wish that before they sing the song, at least they played or perform some act that lead to the story, because not everyone knows the story. And...instead of little intermission, I would rather have someone explained a little about the play or about the performance, make it look like a Tony award hahaha...

On December, they were planning on performing "A Nightmare Before Christmas" for children.  Let see if I can ask Ingrid to see those.

Saturday, May 15, 2010

Miss Saigon


Thanks to Dito yang memberikan gue satu dvd penuh dengan album-album Broadway, gue jadi tergila-gila dengan Broadway Musical.

Dari cerita tante gue yang pernah di Amrik dan baca di Wikipedia, Broadway itu ternyata nama daerah di New York yang memang penuh dengan teater-teater. Jadi mungkin bisa dibayangkan kalo di Jakarta ada TIM, GKJ, dan beberapa teater lain yang letaknya berjauhan, di NY ternyata teater-teater itu saling bersebelahan dan tiap teaer bisa dibilang mempertunjukkan sesuatu.

Buat gue yang belum pernah nonton pertunjukkan Broadway, tentu bakal bingung kalo langsung dengerin album musiknya begitu aja, jadi biasanya gue sambil buka Wikipedia dan baca sinopsisnya. Tapi memang harus diakui, ada beberapa lagu yang tanpa membaca sinopsisnya pun sudah kebayang jalan ceritanya.

Salah satunya adalah Miss Saigon. Inget Miss Saigon inget sama Lea Salonga yang langsung jadi terkenal gara-gara memerankan Kim (menang Tony Award), tokoh utama di Miss Saigon, yang kemudian membuat dia dapet peran di Aladdin sebagai Jasmine (singing voice).

Inget Miss Saigon membuat gue inget sama temen gue Nina yang tinggal di Aussie dan dia cerita pengalaman dia nonton Miss Saigon (hieh...enaknya!!!) dan dia bilang kalo ini cerita bagus banget, bikin dia sampe nangis-nangis.

Dan ternyata emang bener.

Miss Saigon merupakan adaptasi bebeas opera Puccini "Madam Butterfly". Mengambil setting perang Vietnam, diceritakan Kim yang bekerja sebagai bargirl, bertemu dengan tentara Amerika, Chris, yang tertarik dengan kepolosan Kim. Chris sendiri tertarik dengan Kim dan mengajak Kim untuk tinggal bareng supaya Kim tidak usah menjual diri lagi. Diceritakan Chris dan Kim pun menikah. Tapi kemudian Chris harus meninggalkan Vietnam, sementara Kim tertinggal. Bertahun-tahun berlalu (3 tahun kalo gak salah), Saigon udah ganti nama jadi Ho Chi Minh City, dan Chris sendiri menikah juga di Amrik dengan Ellen. Kim sendiri sudah punya anak hasil hubungannya dengan Chris. Untuk melindungi anaknya, Kim terpaksa membunuh dan dengan bantuan Engineer (pemilik bar tempat Kim dulu kerja) mereka bertiga melarikan diri ke Bangkok.

Chris yang terpaksa meninggalkan Kim tidak pernah tenang karena tidak tahu nasib Kim seperti apa. Salah seorang temen Chris, John, memberi kabar soal Kim dan soal anak Kim dan Chris. John memberi tahu kalao Kim ada di Bangkok dan meminta Chris untuk datang. Chris pun kemudian menceritakan soal Kim ke Ellen, dan mereka berdua pun ke Bangkok. Kim yang tahu bahwa Chris datang langsung senang karena tahu bahwa ia akan dibawa ke Amerika oleh Chris, meskipun John ragu tapi karena tidak berani bilang jadi John diem aja. Kim kemudian datang ke hotel tempat Chris menginap, malah ketemu dengan Ellen yang mengatakan bahwa ia adalah istri Chris. Kim patah hati dan tidak percaya bahwa Ellen adalah istri Chris, tapi kemudian menerima kenyataan tersebut. Kim meminta supaya mereka (Ellen dan Chris) membawa Tam (anak Kim dan Chris) ke Amerika supaya Tam dapat hidup lebih baik, tapi Ellen menolak karena ia tidak ingin memisahkan anak dan Ibu. Kim pun ngotot dan meminta supaya Chris mengatakannya langsung dan meminta mereka datang ke rumahnya. Setibanya di rumah, Kim bilang pada Tam supaya bergembira karena ayahnya telah tiba dan supaya menyayangi ayahnya, Kim pun berkata bahwa ia akan menjaga Tam. Ketika mendengar suara langkah kaki di luar, Kim meniup lilin, membiarkan Tam bermain-main di kasur/dipan, kemudian sembunyi di dalam kamar di balik tirai, ia memastikan bahwa yang datang adalah Chris, John, Ellen, dan Engineer, tidak lama kemudian terdengar suara letusan senjata, Kim muncul dari balik tirai terluka. Kim meninggal di pelukan Chris.


Awalnya gue cuma tahu lagu "I Believe" karena pernah denger dinyanyiin sama Jo Su Mi, tapi waktu tadi gue dengerin 1 album seluruhnya, mau enggak mau gue jadi terbayang juga. Lirik di Miss Saigon begitu kuat dan mampu bercerita banyak dari lagu-lagu tersebut. Jadi, baru denger beberapa track aja gue udah tertarik banget sampe akhirnya cari info lebih dalam di wikipedia dan buka youtube juga.

Dan gue liat adegan terakhir di Youtube, dan ternyata gue pun langsung ikut nangis, padahal tuh video di Youtube gambarnya enggak jelas. Suaranya juga, tapi berhubung sambil buka liriknya jadi bisa lah ngikutin. Dan tau-tau gue udah nangis aja.

Satu lagi pertunjukkan musik Broadway yang gue suka, setelah kemaren cukup tergila-gila dengan Wicked, kali ini Miss Saigon.

Jadi....Broadway Musical yang gue suka tuh ada...let see...Wicked, Rent, Miss Saigon, My Fair Lady (next time kalo sempet gue kasih ceritanya)...apa lagi ya? Tentu ada Broadway Musical punya Webber seperti Phantom of the Opera, Cats, Evita, dan Joseph yang emang udah gue tonton dan gue dengerin lagu-lagunya jadi agak-agak enggak masuk hitungan hahaha...

Sekarang masih mencari album-album Broadway lama atau paling tidak yang original Broadway Cast punya. Semoga masih ketemu lagi...

Tuesday, March 30, 2010

As Long As You're Mine

ELPHABA
Kiss me too fiercely
Hold me too tight
I need help believing
You're with me tonight
My wildest dreamings
Could not foresee
Lying beside you
With you wanting me

And just for this moment
As long as you're mine
I've lost all resistance
And crossed some borderline
And if it turns out
It's over too fast
I'll make ev'ry last moment last
As long as you're mine

FIYERO
Maybe I'm brainless
Maybe I'm wise
But you've got me seeing
Through different eyes
Somehow I've fallen
Under your spell
And somehow I'm feeling
It's "up" that I fell

BOTH
Every moment
As long as you're mine
I'll wake up my body
And make up for lost time

FIYERO
Say there's no future
For us as a pair

BOTH
And though I may know
I don't care!
Just for this moment
As long as you're mine
Come be how you want to
And see how bright we shine
Borrow the moonlight
Until it is through
And know I'll be here holding you
As long as you're mine




MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com



Ini lagu dari pertunjukkan Broadway, Wicked, berdasarkan buku karangan Gregory Maguire; Wicked: The Life and Times of the Wicked Witch of the West.

Soal pertunjukkan Broadwaynya, Wicked, dah pernah gue bahas di postingan yang lalu-lalu. Judulnya Wicked, silakan mampir :)

Sedangkan untuk bukunya... hm... rasanya udah pernah dibahas, tapi lupa ditaro di mana...nanti coba di cari deh ya...

Anyway, baru aja mengunduh album David Burnham yang pernah berperan jadi Fiyero, salah satu tokoh utama di Wicked. Dari segi suara...David ini suaranya mirip lah dengan John Barrowman maupun Daniel Boys; agak keras, dengan artikulasi yang jelas, tapi tanpa memberi kesan teriak. Mungkin memang ini ciri khas penyanyi Broadway kali ya, karena mereka harus bisa 'bercakap-cakap' melalui nyanyian mereka. Lalu...apa bedanya dengan penyanyi opera? Ada yang bisa bantu? Dito... :)

So...di salah satu lagu David Burnham di albumnya itu, ada judul lagu "As Long As You're Mine" yang dinyanyikan duet dan begitu pertama kali denger selintas, langsung menarik hati dan menempel di telinga. There's something about the way they sing, the melody, and the lyric. Terutama di bagian refrain.

Setelah beberapa kali denger, baru tadi cari liriknya dan jeng jeng jeng...langsung ngeh gue kenapa gue bisa tertarik. Ternyata lagunya Wicked! Lagu yang dinyanyiin sama Fiyero (perannya David Burnham) dan Elphaba.

Enggak cukup sekedar mencari liriknya, gue penasaran dengan pementasannya. Maka dibukalah youtube. Dan...well well well...gue menemukan bahwa ADAM LAMBERT pernah menjadi Fiyero!! He was an understudy for Fiyero. Dan dia pernah berperan sebagai Fiyero! OMG!!! Makes me more and more in love with Wicked AND Adam Lambert!! Who knew!?!

So...gue kasih denger 3 versi. Versi rekaman from original cast, versi David Burnham, dan versi Adam Lambert. Paling jernih jelas yang pertama, karena yang kedua dan ketiga merupakan rekaman video. Dan terakhir...untuk yang ingin mengunduh versi David Burnham...ini gue kasih linknya.

Monday, March 1, 2010

Love Never Dies

Salah satu kebiasaan gue adalah...browsing Amazon.com. Ngapain? Apa lagi kalo bukan untuk ngincer buku/cd baru yang bisa dibeli di sini. Kadang juga untuk baca-baca review soal buku (terutama buku) atau mendengarkan cuplikan lagu-lagu. Cukup membantu juga lho. Terutama kalo lagi bingung sama buku-buku novel model romance-historical romance yang banyaknya bukan main tapi ceritanya kurang lebih sama sedangkan harganya cukup mahal (ceritanya ringan tapi harga bukunya tetep aja > 80 rb).

Seperti biasa, tadi gue pun juga melakukan hal yang sama, sembari menunggu 'bakaran' selesai (I burned something for you, Mia & Sufei ;D). Entah mengapa, tangan gue memilih melihat daftar new release untuk lagu/music kategori Broadway/Vocalists. Dan kemudian mata gue tertumbuk pada gambar ini...



Well...what'd you know....

Dito dulu udah pernah ngebahas ini di 'lapak bersama' kami dan...yah tanggapannya cukup 'meriah', yang berarti cukup disambut dengan penuh rasa ingin tahu, ketertarikan, dan tentu impian untuk dapat menyaksikan langsung pementasan Broadway ini (atau Phantom of the Opera itu sendiri). Oh, FYI, Love Never Dies ini merupakan sekuel dari The Phantom of the Opera yang terkenal itu. Masih dibuat oleh Andrew Llyod Webber juga. He's a Sir, right?

Setelah sempat mencari tahu sedikit, ternyata Love Never Dies ini udah main di London kemaren (di Adelphi Theater) bulan Februari kemaren (ini udah masuk Maret ya?)...dan sayangnya reviews yang gue baca kok...tidak mendukung ya? Jadi tambah penasaran.

Jujur, pada waktu Dito menyinggung soal Love Never Dies ini gue ngerasa kok kayaknya jadi...terlalu memaksakan banget. Dan sepertinya respon dari penonton tidak terlalu seheboh The Phantom.

Yah apapun itu toh tetap menarik perhatian gue hehehe...jadi tetep penasaran sama kisahnya dan tentu dengan lagu-lagunya.

Rencana rilis 9 Maret besok. Hm...can't wait ;)

Thursday, February 25, 2010

RENT



Sabtu lalu, gue pergi ke Mal Gading dan mampir ke Disc Tarra. Nyokap lagi keranjingan beli cd lagu indo lama or nyari musik piano other than Richard Clayderman (hm...dari awal gue emang enggak gitu suka sama Clayderman, setelah mendengar musik-musik Yiruma dan Joe Hisaishi, yang mostly piano, gue jadi TAMBAH enggak suka sama Clayderman hihihihi). Di saat nyokap udahan, tiba-tiba mata gue tertumbuk pada satu dvd baru, yang gue liat secara terbalik, mata gue hanya menangkap tulisan BROADWAY. Dan dengan tarikan napas kaget *gasp*, gue langsung mengambil itu dvd dan gue semakin kaget. Tertulis dengan cukup jelas...

RENT - Filmed live on Broadway for final performances


Tanpa banyak bicara, langsung diambil dan langsung beli. Dan baru kemaren gue tonton. Tidak menyesal gue beli itu dvd.

RENT merupakan pertunjukkan Broadway yang (katanya, menurut wikipedia) mengadaptasi La Boheme-nya Puccini. RENT bercerita tentang sekelompok seniman dan musisi muda miskin yang berjuang untuk bertahan hidup dan juga berkarya di New York di bawah bayang-bayang AIDS.

Kata Geraldina - Gerrie - RENT is so 80's :) karena tema-nya 'masih' mengenai AIDS. Harus diakui, pendapatnya bener juga, karena toh memang settingnya di akhir tahun 80-an, baru mau masuk tahun 90-an. Dan memang AIDS memainkan peranan yang cukup besar di pertunjukkan ini.

Cerita berpusat pada:
Mark, seorang filmmaker independen;
Roger, roomate Mark, seorang musisi yang juga HIV positif;
Mimi, seorang penari eksotis yang juga HIV positif, tetangga Mark & Roger;
Maureen, biseksual performing artist, mantan pacar Roger;

Angel, a gay drag queen percussionist with AIDS;
Collins, seorang profesor filosofi yang juga gay dengan AIDS;
Joanne, pengacara dan juga partner Maureen; dan terakhir
Benny, pemilik gedung tempat Roger, Mark, dan Mimi tinggal, mantan roomates Roger, Mark, Maureen, dan Collins.

Ceritanya berkisah seputar hubungan para tokoh-tokohnya, tentang Mark yang merasa bingung dengan film-nya. Roger yang depresi karena ditinggal mati April, pacarnya, dengan bunuh diri, dan mengetahui kalau dirinya juga terkena HIV. Mimi yang kecanduan dan juga terkena HIV. Belum lagi mengenai hubungan antara Roger dan Mimi yang sepertinya masih dibayang-bayangi oleh April (untuk Roger) dan tentunya drugs (untuk Mimi). Sementara itu, Collins bertemu Angel dan keduanya langsung merasa cocok dan kemudian saling tertarik [ada lagu bagus milik mereka berdua "I'll Cover You"]. Tidak ketinggalan Maureen dan Joanne, dimana Joanne sempat ragu-ragu dengan cinta Maureen pada dirinya. Ditambah kecemburuan Maureen pada Mark. Dan tentu, Benny, yang telah menikah dengan orang kaya, sehingga 'lupa' pada teman-temannya dan juga ideologinya dulu. Dan semua itu mencapai klimaks di babak 2.

Gue sendiri tau mengenai RENT dari adek gue yang waktu itu sedang tergila-gila dengan lagu "Seasons of Love" yang merupakan 'trademark' lagu itu. Lagunya memang bagus, kata-katanya yang bagus.

COMPANY
Five Hundred Twenty-Five Thousand Six Hundred Minutes
Five Hundred Twenty-Five Thousand Moments So Dear
Five Hundred Twenty-Five Thousand Six Hundred Minutes
How Do You Measure - Measure A Year?
In Daylights - In Sunsets
In Midnights - In Cups Of Coffee
In Inches - In Miles
In Laughter - In Strife

In - Five Hundred Twenty-Five Thousand Six Hundred Minutes
How Do You Measure
A Year In The Life

How About Love?
How About Love?
How About Love?
Measure In Love

Seasons Of Love
Seasons Of Love

Joann
Five Hundred Twenty-Five Thousand Six Hundred Minutes
Five Hundred Twenty-Five Thousand Journeys To Plan

Five Hundred Twenty-Five Thousand Six Hundred Minutes
How Do You Measure The Life
Of A Woman Or A Man?

Collons
In Truths That She Learned
Or In Times That He Cried
In Bridges He Burned
Or The Way That She Died

ALL
It's Time Now - To Sing Out
Tho' The Story Never Ends
Let's Celebrate
Remember A Year In The Life Of Friends

Remember The Love
Remember The Love
Remember The Love
Measure In Love

Joann
Measure, Measure Your Life In Love

Seasons Of Love...
Seasons Of Love

Enggak lama setelah gue denger ini lagu di radio, gue nemu dvd-nya (yang sekarang entah ad di mana hiks hiks hiks) dan kemudian nemu soundtrack-nya, yang langsung gue beli karena gue yakin kalo enggak dibeli saat itu gue enggak bakal nemu lagi, yang ternyata bener, karena sampe sekarang gue enggak liat ada yang jual lagi.

RENT pertama kali gue tonton di dvd, karena memang waktu itu RENT sedang dibuat dalam format movie oleh Chris Columbus (sutradara Harry Potter 1-2, dan Percy Jakcson). Setelah mendapat info dari Dito, dan kemudian baca wikipedia, ternyata para pemeran di film RENT sama dengan para pemeran di Broadway-nya. Kecuali untuk part Mimi, karena pemerannya sedang hamil pada waktu syuting, dan peran Joanne, karena mereka dia sudah terlalu tua, sementara pemeran yang lain merupakan original cast. Membuat gue baru ngeh kalo ada Idina Menzel di RENT.

Sedikit menyimpang, Idina Menzel merupakan pemeran Elphaba di pertunjukan Broadway "Wicked" bersama Kristin Chenoweth. Semenjak mendengar lagu "Popular" dan melihat aksi mereka berdua di Youtube, gue jatuh cinta dengan dua orang itu. Lebih jatuh cinta lagi pada Kristin Chenoweth sih :). Idina Menzel main di Enchanted sebagai cewek yang ditaksir sama Patrick Dempsey, sedangkan Kristin Chenoweth sempet main di Glee sebagai April.

Ok, back to RENT.

Dari seluruh tokoh di RENT, gue paling suka sama Angel. Mungkin karena tokohnya sendiri begitu...'sempurna' gue jadi paling suka sama dia. Angel, seorang transgender (cowok tapi berdandan dan bertingkah serta menganggap dirinya sebagai perempuan), terkena AIDS, hidup pas-pas-an (gue berasumsi demikian), tapi tetap bisa menyemangati orang lain, memberi lebih pada orang lain, dan terlebih lagi memiliki cinta yang sangat besar, membuat orang-orang di sekitar-nya menjadi lebih semangat, lebih penuh cinta juga.

Dan pada saat gue liat dvd RENT-Filmed Live on Broadway, gue jadi MAKIN kagum dengan Angel, atau lebih tepatnya pada pemeran Angel. OMG!! Ngeliat dia menari, dan menyanyi live di panggung seperti itu, tanpa kehabisan napas, dan tetap berkespresi seperti itu...WOW!! Gue rasa peran paling berat itu Angel deh! Performance-nya bukan main!

Sebenernya, gue enggak nyangka gue bisa suka sama RENT. Apalagi setelah tahu kalo RENT itu adaptasi opera Puccini - La Boheme, karena gue pernah baca sinopsis La Boheme, dan gue enggak suka. Sad ending bo! Tapi entah mengapa gue malahan suka dengan RENT ini.

Ceritanya memang agak depresi. Ya iya lah, dengan segala HIV-AIDS, kemiskinan, perjuangan untuk mencapai mimpi, tapi toh semua itu seolah-olah tertutup dengan kisah cinta antara tokoh-tokohnya. Love is really the greatest power of all!!

Untuk yang tertarik dengan RENT, gue saranin sih lebih baik liat versi film-nya dulu, baru liat yang veri Broadway. Kenapa? Karena menurut gue, versi film-nya lebih 'mudah' dicerna, dengan kata-kata yang MUNGKIN tidak terlalu ribet (gue ndiri lupa juga sih), dan dengan ritme yang tidak terlalu cepat. Sedangkan yang Broadway punya, harus gue akui, agak sedikit ribet, dengan ritme yang cepat, belum lagi pergantian scene yang yah...kudu mengandalkan imaginasi (ya iya lah, 'kan cuma ada satu panggung doang, tapi harus bisa dirubah-rubah menjadi banyak setting). But either way, dua-duanya bagus dan kudu dilihat :)

There's only us
There's only here
Give in to love
Or live in fear
No other path
No other way
No day but today

Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com