Baru kelar nonton nih film bareng my sister. Pertama agak males juga nonton nih film karena katanya kurang bagus (menurut review majalah) tapi jujur gue penasaran juga lah. Pingin tahu aja kenapa dibilang jelek, lagipula meskipun ini termasuk dalam kategori film musik, kayaknya agak beda dengan film musikal lainnya. Plus diajak nonton sama Tizia...which is quite rare to happen, maka nonton lah gue.
Nonton di blitzmegaplex, murah meriah dan sepi...tapi sayang pas lagi nyanyi teks nya enggak ada. Enggak tahu apakah di semua bioskop juga begitu atau cuma di blitz doang. Soalnya, menurut gue, teks lagunya cukup memainkan peranan di film ini, meskipun tidak sepenting Chicago, ataupun Moulin Rouge.
So .... Burlesque... menurut wikipedia, well you can read on by yourself, tapi intinya sih tentang pertunjukan teatrikal dan musikal parodi. Itu arti awalnya, tapi lama-lama berubah dan berubah dan berubah. Please read wikipedia for further information :)
Menurut gue sih burlesque itu ya seperti itu...pertunjukan musikal, yang berarti singing and dancing, dengan lagu yang menghentak dan baju yang super seksi...nyaris mirip striptease, tapi tujuan nya bukan untuk stripping off your clothes, karena tujuan awalnya adalah pertunjukan teatrikal dan musikal.
Adek gue nanya, kenapa enggak Britney Spears yang main (gue sama adek gue lebih suka Britney dibandingkan Christina hahaha), gue bilang kalo jenis suara Britney gak bisa untuk film ini. Buat yang tau perbedaan suara dua cewek itu pasti ngerti maksud gue. Vokal Christina, as much as I don't like her, harus gue akui lebih kuat, lebih powerful dibandingkan Britney, dan di Burlesque, lebih masuk jenis suara Christina. Menurut gue lho ya.
Ok...back to the movie.
Dari segi cerita yah standard lah, malah cenderung cetek dan agak-agak ketebak. I like the love story, tidak ada yang istimewa tapi enggak terlalu cheesy juga...tokoh antagonisnya dari awal udah ketebak dan permasalahan yang memang sudah dari awal muncul juga enggak gitu terlalu membawa banyak perubahan di jalan cerita. Jadi kalo dibikin grafik mungkin bisa agak-agak flat line, alias garis lurus, enggak ada klimaksnya sama sekali. Bahkan 'musuh'nya Ali (Christina Aguilera) pun juga ya begitu-begitu aja .... hm...kok semakin gue bahas malah jadi berasa nih film standard banget ya hahahaha...well gue rasa para kritikus itu ada benernya juga, nih film emang standard abis.
BUT...I LOVE THE DANCES!!!
Adek gue ngeh nama Steven Antin, sang sutradara, yang merupakan saudaranya (entah adik atau kakak) Robin Antin pendiri Pussy Cat Dolls. Dan somehow, mengetahui bahwa Steven Antin adalah sodara Robin Antin, memberikan sudut pandang baru dalam melihat the dance. Karena satu kata yang muncul di kepala. PCD! Yup! The clothes, the dances is sooo PCD dan gue suka PCD! The clothes and the dances is so sexy :D
Jadi dari segi cerita heh...standard banget...tapi ngeliat dances dan lagu-lagunya mau enggak mau memang bikin tertarik banget.
Mungkin orang banyak menyamakan dengan Moulin Rouge tapi menurut gue sih beda, karena lagu yang dinyanyikan di Burlesque bukanlah bagian dari percakapan seperti di Moulin Rouge. Mirip Fame lah dikit, lagu dan tari-nya not part of the movie, they're just performances. Meskipun ada beberapa yang memang nyambung dengan situasi atau jalan ceritanya, tapi menurut gue sih not part of the conversation.
Gue sih menikmati musik dan tariannya, musiknya sedikit banyak seperti di Cabaret - trompet, piano, dan drum - jalan ceritanya yah gitu-gitu aja...seandainya bisa gue fast forward hahaha.... Untuk yang suka sama Christina Aguilera sih gue rasa film ini bisa dibilang 'wajib' tonton ya...karena aktingnya dia enggak jelek-jelek amat, ok lah dibandingkan Mariah Carey hahahaha. Buat yang suka sama film musikal well...50-50 menurut gue...kalo mengharapkan model Moulin Rouge atau Chicago, yang pasti di Burlesque enggak bakal ada.