AKHIRNYA!!!
Akhirnya muncul juga buku ini di sini dan akhirnya beli juga gue!! Sempet berniat nekat untuk beli yang hardcover, mengingat waktu itu gue nekat beli yang hardcover waktu The Red Pyramid. Tapi entah mengapa, mungkin karena sedang tidak mood (belum ada mood) untuk baca buku ini, jadinya niat untuk beli buku yang hardcover ditunda. Dan...ternyata...Tuhan emang baik hahahaha...
Singkat cerita (emangnya bisa?) ketemu ini buku ketika hari Minggu tanggal 31 Oktober (Halloween) main ke Mega Mall (sekarang udah ganti jadi Pluit Village), sesudah main dari rumah Ingrid (untuk ketemu Nicole tentunya hahaha), sesudah nganter bokap ke airport menuju Riau, dan sebelum jemput nyokap pulang dari Bali. Hihihihi...bingung 'kan? So...setelah mampir ke toko buku Times enggak nemu buku yang menarik untuk dibeli, alhasil mampir ke Gramedia. Dan ternyata oh ternyata, bertemulah daku dengan satu buku ini. Dalam format paperback, tinggal satu-satunya pula!! YEAY!!! Tanpa timbang-timbang, langsung saja buku ini dipegang erat-erat!
Dan akhirnya buku ini selesai gue baca...kemaren, tanggal 3 November, yang berarti baru gue baca antara tanggal 2 or baru tanggal 3-nya.
Sedikit flash back. Taken from Amazon.com
After saving Olympus from the evil Titan lord, Kronos, Percy and friends have rebuilt their beloved Camp Half-Blood, where the next generation of demigods must now prepare for a chilling prophecy of their own:
Seven half-bloods shall answer the call,
To storm or fire the world must fall.
An oath to keep with a final breath,
And foes bear arms to the Doors of Death.
Now, in a brand-new series from blockbuster best-selling author Rick Riordan, fans return to the world of Camp Half-Blood. Here, a new group of heroes will inherit a quest. But to survive the journey, they’ll need the help of some familiar demigods.
And from the back cover...
Jason has a problem. He doesn't remember anything before waking up in a bus full of kids on a field trip. Apparently he has a girlfriend named Piper, and his best friend is a guy named Leo. They're all students at the Wilderness School, a boarding school for "bad kids", as Leo puts it. What did Jason do to end up here? And where is here, exactly? Jason doesn't know anything-except that everything seems very wrong.
Piper has a secret. Her father, a famous actor, has been missing for three days, ever since she had that terrifying nightmare about his being in trouble. Piper doesn't understand her dream, or why her boyfriend suddenly doesn't recognize her. When a freak storm hits during the school trip, unleashing strange creatures and whisking her, Jason, and Leo away to someplace called Camp Half-Blood, she has a feeling she's going to find out, whether she wants to or not.
Leo has a way with tools. When he sees his cabit at Camp Half-Blood, filled with power tools and machine parts, he feels right at home. But there's weird stuff, too-like the curse everyone keeps talking about, and some camper who's gone missing. Weirdest of all, his bunkmates insist that each of them-inlcuding Leo-is related to a god. Does this have anything to do with Jason's amnesia, or the fact that Leo keeps seeing ghosts?
Oke...banyak yang bilang kalo buku ini, The Lost Hero lebih keren dan lebih bagus dibandingkan The Lightning Thief. Menurut gue, ya iya lah! Rick Riordan udah 'naik kelas' bila dibandingkan dulu waktu pertama kali bikin The Lightning Thief. Dan tanpa bermaksud untuk memberikan bocoran soal cerita, tokoh-tokoh nya, Jason, Piper dan Leo sudah tidak berumur 12 tahun lagi, tapi langsung 15 tahun. Alhasil, muatan ceritanya pun jadi terasa lebih remaja, lebih penuh dengan emosi layaknya anak-anak pada usia segitu.
Buat pembaca tua (kayak gue.. hiks...dah tua), bagian-bagian dimana para ketiga tokoh ini mengalami kebimbangan, agak terasa...hm...gimana ya...terasa mengesalkan. Walaupun secara 'logika' reasoning mereka bisa diterima, tapi tetep aja (menurut gue) seharusnya hal-hal seperti itu tidak perlu dipikirkan lebih jauh. TAPI, gue bisa ngerti. Pemikiran anak remaja usia 15 tahun 'kan berbeda dengan pemikiran orang berusia tig...ehm...yang berusia lebih dewasa.
Sebelum baca ini buku, gue baca beberapa resensi orang-orang yang udah baca ini buku di amazon.com. Ada satu yang bilang kalo begitu baca, udah ketebak Jason, Piper, dan Leo ini anak-anaknya siapa. Well...Leo sih jelas udah langsung ketebak. Jason...gue agak-agak ragu awalnya, sedangkan Piper...well...gue sampe tercengang begitu tahu dia anak siapa.
Dari segi penulisan, Rick Riordan kali ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, berganti-ganti dari sudut pandang Jason, Piper, dan Leo. Berbeda dengan Percy Jackson yang menggunakan sudut pandang orang pertama. Gue sih jadi lebih bisa menikmati hehehe, karena emang lebih demen pake sudut pandang orang ketiga.
Dari segi cerita...well...emang lebih njelimet, lebih tricky, lebih 'politik'. Kali ini bukan lagi sekedar melakukan pencarian akan sesuatu, tapi lebih besar dari pada itu. Sama besarnya dengan Percy Jackson book 5.
Rick Riordan memang pinter. I don't think you'll see this one coming. Dia bisa mengambil sudut cerita lain soal para dewa Olympus ini. Jujur, gue sendiri masih belum begitu nyambung dengan sudut lain ini, tapi gue yakin penjelasan akan datang dengan sendirinya di buku berikutnya, yang bakal muncul tahun depan. Dengan judul "The Son of Neptune". Udah ketebak dong siapa tokoh utamanya? :)
So...buat pecinta Percy Jackson & The Olympian series, The Heroes of Olympus merupakan buku lanjutan yang emang tidak bisa dilewatkan.