Showing posts with label trilogi warna. Show all posts
Showing posts with label trilogi warna. Show all posts

Saturday, January 15, 2011

Warna Langit - Kim Dong Hwa

Huah...thanks to Sufei, gue akhirnya tahu kalo buku Warna Langitnya Kim Dong Hwa udah keluar, dan kemaren gue langsung menuju Gramedia Kelapa Gading untuk membeli buku terakhir dari trilogi Warna. Senangnya!!!

Warna Langit adalah buku terakhir dari trilogi Warna, yang menceritakan tentang perjalanan dan perkembangan Ehwa dari seorang anak perempuan menjadi wanita dewasa. Dengan gambar yang sederhana namun tetap indah, kalimat-kalimat puitis nan cantik, buku ini memang layak untuk dikoleksi dan seperti yang sering kali gue bilang, ini buku cukup pantas untuk dibaca para ibu-ibu yang memiliki anak perempuan.


Warna Tanah
bercerita tentang kehidupan dan dunia dari mata dua generasi perempuan: Ehwa, gadis cilik yang tinggal bersama ibunya, janda di Namwon. Ehwa baru saja memulai perjalanannya menjadi seorang wanita. Bersama setiap musim hujan, Ehwa kecil semakin matang dalam pikiran maupun tubuh. Ehwa dan ibunya sama-sama bertumbuh dan berubah, namun ikatan yang sangat dalam di antara ibu dan anak ini membuat mereka saling mendukung dalam menghadapi dunia dan lingkungan sekitar yang tidak selalu ramah.



Warna Air
Dalam buku ini, Ehwa yang cantik telah bertambah dewasa, sementara hubungan ibunya dengan si tukang gambar semakin serius. Ehwa, yang telah mengerti rasanya jatuh cinta, untuk pertama kali dalam hidupnya menyimpan rahasia dari ibunya. Warna Air menghasilkan kisah memikat tentang kedekatan seorang anak perempuan dan ibunya - dua wanita yang sama-sama bertumbuh dan berubah, namun tetap saling menyayangi.



Warna Langit
Ehwa, yang telah menjelma menjadi wanita muda yang penuh percaya diri, kini berada dalam situasi yang dialami ibunya: menantikan kekasihnya. Ibunya mengharapkan kembalinya si tukang gambar, sementara Ehwa memandang bulan yang sama seperti yang dipandangi tunangannya, Duksam, petani yang pergi ke laut untuk mencari peruntungan agar dapat menikahi Ehwa.



Buku favorit gue jelas buku ketiga, ketika semuanya mendapatkan apa yang mereka dambakan. Dan seperti biasa, di buku ketiga ini mata gue enggak berhenti berkaca-kaca sampai akhirnya emang nangis beneran. Kata-katanya puitis dan meskipun kalau dibayangin di dunia nyata gue bisa muntah-muntah, tapi berhubung ini di dalam cerita bergambar, jadi agak lebih bisa gue terima hahaha...

Warna Langit bisa dibilang buku pertama yang gue baca sampai habis di awal tahun 2011 ini :D

Sunday, August 8, 2010

Warna Tanah - Kim Dong Hwa


Banyak temen-temen gue yang tahu bahwa gue tergila-gila sama yang namanya Korea. Jadi begitu gue ngeliat ini buku, apalagi dengan nama Kim Dong Hwa sebagai nama pengarang, plus dengan cover yang menarik, tentu ini buku langsung gue beli.

Agak lucu juga sebenernya. Sufei tergila-gila with everything China. Geraldine 'Gerie' tergila-gila with everything Japan. Dan gue tergila-gila with everything Korea :)

Kim Dong Hwa di Indonesia (sama seperti gue) cukup dikenal karena dia yang menggambar novel grafis-nya Chicken Soup. Dan kali ini dia membuat trilogi warna. Dari salah satu websita yang gue baca, buku ini akan ada dalam 3 judul. The Colour of Earth, The Colour of Water, dan The Colour of Heaven. Buku yang udah diterjemahin adalah The Colour of Earth, Warna Tanah yang berjudul Kisah Kehidupan di Padang-Padang Keemasan vol. 1.

Gue agak bingung juga nih. Entah apakah buku berikutnya yang keluar adalah Warna Air - The Colour of Water, atau MASIH Warna Tanah tapi vol. 2.



Trilogi indah tentang cinta pertama dan kesempatan-kesempatan kedua.
Melukis kehidupan para wanita dengan hujan dan bunga.
Warna Tanah menceritakan kehidupan dan dunia dari mata dua generasi perempuan: Ehwa, gadis cilik yang tinggal bersama ibunya, janda di Namwon. Ehwa baru saja memulai perjalanannya menjadi seorang wanita. Bersama setiap musim hujan, Ehwa kecil semakin matang dalam pikiran maupun tubuh. Ehwa dan ibunya sama-sama bertumbuh dan berubah, namun ikatan yang sangat dalam di antara ibu dan anak ini membuat mereka saling mendukung dalam menghadapi dunia dan lingkungan sekitar yang tidak selalu ramah.

Kim Dong Hwa telah menghasilkan banyak novel grafis yang cemerlang. Dalam Warna Tanah, Mr. Kim mencurahkan segenap talentanya untuk menciptakan kisah yang unik dan tak terlupakan, sarat dengan referensi kultural serta gambar-gambar indah.



Menurut gue, meskipun buku ini tampil dalam bentuk komik, rasanya lebih tepat kalau yang baca BUKAN anak kecil. Sekurang-kurangnya SMA kelas 3 lah. Ini sih menurut gue ya.

So...sekali lagi..gue beli buku secara impulsif, karena melihat cover dan nama pengarangnya...sempet menduga bahwa ini buku langsung masuk lemari tanpa pernah gue baca, tapi toh ternyta tidak.

Oh my God! I like this book a lot!!! Bahasanya bagusssssssss sekali. Mungkin karena memang cerita ini lebih merupakan sebuah puisi jadi kata-katanya tuh penuh dengan kiasan dan bukan sekedar percakapan biasa. Dan mau tidak mau kita akan jatuh cinta dengan Ehwa dan ibunya.

Gue bener-bener enggak nyangka bakal bisa se-overwhelmed dengan buku ini. Sayang gue belum bisa baca dengan bahasa aslinya :( mungkin jatuhnya akan jauhhh lebih bisa jatuh cinta ya?

Ini ada salah satu cuplikan percakapan antara Ehwa dengan seorang bhiksu muda (seusia Ehwa yang masih 9 tahun)

E: Aku tak tahu mengapa, tapi jantungku terus berdebar-debar. Dan meskipun tidak makan, perutku terasa penuh - dan di atas semua itu, aku tidak bisa tidur.
B: Aku ingin tahu penyakit macam apakah itu. Sebaiknya kau pergi menemui tabib.
E: (tersenyum lebar) Tapi sekarang semua baik-baik saja. Sekarang seelah melihat dirimu dengan pakaian abu-abumu, hatikupun tenang. Sekarang setelah aku melihat kepalamu yang bulat mengilap, perutku terasa lebih baik.
B: (blushing)
E: (blushing)



Another good book :D
Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com