Tuesday, November 11, 2008

Disney by Annie Leibovitz

Klik tiap foto untuk melihat ukuran yang sebenarnya.

Foto-foto ini sebenernya udah cukup lama ada, tapi baru akhir-akhir ini gue nyari bener-bener. Andai kemaren waktu ganti
skin di FS gak nemu foto Cinderella versi yang ini, gue completely forgot about this pictures. Berhubung nemu, jadilah gue mulai mencari.

Dan ternyata ketemu banyak!!


Kebetulan, 9 foto di bawah ini ukurannya memang besar. Tapi gak semua yang gue berhasil temukan ada dalam ukuran besar...berhubung yang foto bukan gue jadi ya udah pasrah aja lah...
hehehe

Bisa nebak siapa yang jadi siapa?




Where every Cinderella story comes true


Where dream runs free


Where you're always king of the court


Where another world is just a wish away


Where you never have to grow up


Where imagination saves the day


Where wonderland is your destiny


Where the magic begins


Where you're the fairest of them all

Ukuran yang lebih kecil

Where a whole new world awaits


Where your every wish is our command




So...here they are:

Cinderella is Scarlett Johansson (Lost in Translation; The Other Boleyn Girl)r
From the movie CINDERELLA

Click here for the fairy tale version

Pocahontas is Jessica Biel (Stealth)
From the movie POCAHONTAS

Click here for Pocahontas history

King Arthur is Roger Federer (Tennis player)
From the movie THE SWORD IN THE STONE (based on the legend of King Arthur)

Click here for King Arthur legend

The Little Mermaid is Julianne Moore (Far From Heaven; The Hours)
From the movie THE LITTLE MERMAID

Click here for the fairy tale version

Wendy is Gisele Bündchen (Victoria' Secret Model), Peter Pan is Michail Baryshnikov (Ballet dancer; Sex and The City - last season), and Tinkerbell is Tina Fey (TV: 30 Rock; Mean Girls)
From the movie PETER PAN

Click here for J. M. Barry play on Peter Pan

Prince Phillip is David Beckham (Soccer player)
From the movie SLEEPING BEAUTY

Click here for the fairy tale version

Alice is Beyoncé (R&B Singer), The March Hare is Lyle Lovett (Country Singer), and Mad Hatter is Oliver Platt (West Wing, Casanova)
From the movie ALICE IN WONDERLAND

Click here for Carol Lewis' Alice's Adventures in Wonderland

The Blue Fairy is Julie Andrews (The Sound of Music; Shrek; The Princess Diaries) and Fira is Abigail Breslin (Little Miss Sunshine; Kit Kittridge)
From the movie PINOCCHIO (The Blue Fairy) and DISNEY FAIRIES (Fira)

Click here for The Adventures of Pinocchio

Snow White is Rachel Weisz (The Mummy; The Constant Gardener)
From the movie SNOW WHITE AND THE SEVEN DWARFS

Click here for the fairy tale version

Aladdin & Jasmine are Marc Anthony (Singer/Actor: El Cantate) & Jennifer Lopez (Singer/Actress: Selena; Maid in Manhattan)
From the movie ALADDIN

Click here for Arab folktale Aladdin

Genie is Whoopi Goldberg (Ghost, Sister Act) ... also from the movie ALADDIN

Rambut

Sekedar mau ngoceh aja...salah satu bahan pemikiran yang waktu itu pernah tiba-tiba muncul waktu gue lagi agak-agak ngelamun.

Sebagai anak cewek, gue emang lebih memilih punya rambut panjang. Mungkin gara-gara waktu TK gue agak punya impian untuk bisa menjadikan rambut gue sebagai konde. Supaya kalo Hari Kartini gak perlu pake konde palsu hehehe...tapi toh impian itu gak pernah kesampaian, karena sebelum rambut gue panjang banget, udah keburu dipotong.

Rambut panjang di gue sebenernya agak sia-sia, sih. Kenapa? Yah...karena gue gak pernah menggerai rambut gue begitu aja. Menggerai rambut merupakan hal yang amat sangat jarang gue lakukan. Hanya pada special occasion aja baru rambut gue gerai. Selebihnya, gue lebih memilih mengikat menjadi ekor kuda.

Intinya sih, gue gak mau muka gue ketutupan rambut (hm...mungkin ini ciri-ciri narsis). Gue paling gak suka kalo rambut tuh sampe menghalangi pandangan mata gue. Biarpun muka gue bulet, gue malah lebih suka mengikat rambut gue. Pokoknya jangan sampe ada rambut di daerah wajah. Kecuali poni ya...itupun juga sebisa mungkin gak menghalangi mata.

Jujur aja, dengan hawa Jakarta yang panas, gue gak betah banget menggerai rambut. Yang ada rambut gue malah jadi lepek abis! Apalagi jenis rambut gue berminyak, plus ikal. Begitu kena angin langsung jadi super mekar :)...gak bisa tuh kayak di iklan-iklan shampoo...

Tapi, kebiasaan seperti itu juga karena dari kecil, gue dididik seperti itu. Rambut boleh panjang, tapi gak boleh berantakan. Jadi yah...kalo ngeliat foto kecil pun yang namanya wajah gue pasti keliatan. Plus gue sekolah di sekolah yang emang cukup punya peraturan ketat. Enggak seketat St. Ursula, sih, yang (setau gue) punya peraturan mengenai panjang poni dan bahwa rambut yang panjang harus selalu diikat. Cuma yah...dengan bokap yang super disiplin dan ketat, gak ada tuh namanya gue ke sekolah dengan rambut digerai. Apalagi waktu TK-SD. Kalaupun digerai, harus pake bando. Akhirnya, gue yang kemudian enggak tahan kalo rambut digerai, karena yang ada gue malah kepanasan dan ribet sama rambut.

Mengikat rambut merupakan kegiatan yang masih gue lakukan sampe sekarang. Selain jadi gak ribet, buat gue sih jadi lebih rapi aja.

Monday, November 10, 2008

Sinofest 2008


Apa jadinya kalo lu punya temen wartawan?

Well...it depends.


Kalo temen lu adalah wartawan senior...yah kemungkinan besar sih lu bakal dapet berita duluan.

Tapi, kalo temen lu adalah calon wartawan...yah kemungkinan besar sih apa yang gue alamin :). Dengan suksesnya, gue dan Yan didapuk (bahasa mana sih ini?) jadi fotografer dadakan.


Not that I complained!


Jadi begini ceritanya...
Hari Sabtu tgl 8 November 2008 kemaren, gue (dan Yan) dimintain tolong oleh Sufei nemenin dia ke acara Sinofest VIII yang diadain di halaman Museum Bank Mandiri. Jujur aja, gue gak tau dimana Museum Bank Mandiri itu. Kata Sufei, yang bertanya pada Geral, Museum Bank Mandiri adalah Museum Fatahillah.

Well...gue kaget setengah mati.

Maksud gue, bisa ya (emang boleh?) Museum Fathillah diganti jadi Museum Bank Mandiri simply just because Bank Mandiri yang (kita asumsikan waktu itu) merenov/clean up tuh museum.
Sabtu pagi, minta dianter bokap dengan tujuan Kota.

Pas nyampe di lampu merah Glodok (sebelum halte Kota) untungnya mata gue dengan cepat melihat berbagai spanduk Sinofest yang dipasang di...none other than Bank Mandiri itself, yang berada tepat berhadap-hadapan dengan halte busway Kota.

Ya ampun!!! Untung gue belum nunggu di halaman Museum Fatahillah!!


Gue, seperti layaknya pegawai yang baik, dateng lebih dulu. Baru kemudian Sufei dateng. Itupun dia sempet salah tempat. Hoki gue dah dateng duluan. Kalo salah tempat 'kan gak lucu aja.


Jadi...Sinofest VIII 2008 adalah acara punya anak UI, fak Sastra Cina. Sorry banget gue gak inget nama lengkapnya. Yang pasti, acara kemaren hari Sabtu itu merupakan hari terakhir dari rangkaian acara tiga hari. Dua hari sebelumnya diadakan di Depok dan hari terakhir diadain di Kota.


Sesuai tuntutan pekerjaan, Sufei langsung melakukan tugasnya. Apalagi kalo bukan wawancara? Gue rasa anak-anak itu sempet mendapat serangan panik, ketika Sufei mulai bicara. Bukan apa-apa, mereka panik karena tiba-tiba mereka dihadapkan langsung pada orang Beijing asli, yang emang jago bahasa Indonesia! Mereka jadi serasa mendapat ujian lisan ditempat!!



I'm tired....



Sufei ngerjain si Barongsai


Overall...buat gue acaranya...cukup menarik sih...jujur aja, pas baca susunan acara-nya, yang menarik perhatian gue adalah acara baca puisi dan opera Cina-nya. Gabungan antara penasaran dan tertarik. Penasaran karena gue pingin tahu, apa yang akan mereka persembahkan dan tertarik karena baru kali ini gue liat presentation tersebut. Dan setelah lihat persembahan dua acara tersebut...gue bisa melihat bahwa Opera Cina tersebut merupakan highlights dari acara Sinofest itu (entah untuk hari itu or untuk seluruh rangkaian kegiatan Sinofest).

Untuk pembacaan puisi, gue kurang tertarik, karena gue rasa mereka lupa memperhitungkan faktor suara. Pembacaan puisi yang dilakukan di lapangan, sekecil apapun lapangannya, tetep aja lapangan yang berarti suara akan menyebar. Ditambah kehadiran beberapa orang/tamu/pengunjung, yang masing-masing menimbulkan suara, udah pasti tambah bikin suara yang baca puisi jadi susah untuk didengar. Yang baca puisi emang 10 orang sih, tapi 'kan tetep aja suaranya menyebar dan dari 10 orang itu belum tentu tiap orang memberikan suara sebesar 100%. Jadi yah...sayang aja.


Sedangkan untuk Opera Cina, well...meskipun ceritanya sederhana (Ramayana) dengan cast yang juga sedikit, berhasil mencuri perhatian penonton/pengunjung. Apalagi ditambah dengan adanya sinopsis singkat tentang jalan cerita tersebut, jadi meskipun pengunjung tidak mengerti apa yang dikatakan (dibawakan dalam bahasa Cina - ya iya lah, namanya juga Opera Cina), paling gak dengan adanya sinopsis singkat jadi tahu jalan ceritanya. Tinggal gue sama Yan aja yang bercanda-canda dan mendubbing sendiri dengan bahasa Inggris hehehe...



Rahwana (yang merah) & salah satu tokoh (yang namanya gue gak tau)



Rahwana


Rama & Shinta


Rahwana menculik Shinta


Hanoman


Acara selebihnya sih buat gue...yah...penghias aja lah...antara kurang menarik dengan kurang persiapan. Buat gue sih lebih ke kurang persiapan. Kalau mereka ada persiapan, rasanya bisa dibikin lebih menarik.

Oh...ada satu acara, Tarian Cina (gak tau namanya apa) yang juga cukup mencuri perhatian. Tariannya sederhana, cuma gerakan yang lebih mengandalkan gerakan pita (jadi seperti peserta pesenam indah yang menggunakan alat itu lho), tapi karena energik dan ceria plus pitanya memberi efek yang hidup juga, jadinya para penonton tertarik dan jadi ikutan merasa happy.


Waktu acara baru setengah jalan, Yan udah nanya ke gue, apa gue ada 'keluhan' soal acara. Siapa tahu gue melihat hal-hal yang seharusnya bisa diperbaiki dsb...gara-gara gue paling bawel kalo ngeliat acara yang berjalan lancar. Hehehe...waktu ditanya gue gak bisa jawab apa-apa, karena yah...acara berjalan lancar. Gak ada yang tiba-tiba berhalangan or else. Tapi...begitu gue pulang dan duduk di BW menuju Gading...baru deh keluar semua skenario yang (menurut gue) lebih bagus. Telat banget!


Yang pasti sih, hari itu gue capek banget. Meskipun bisa dibilang gak ngapa-ngapain, tapi mungkin karena panas dan banyak berdiri, jadi berasa sekali lelah dan letih :) tapi tetep have fun kok. Apalagi juga sekalian bisa lihat-lihat Museum Bank Mandiri seperti apa. Dan cukup seru juga, ngeliat tuh barang-barang lama, ngeliat ruangan-ruangan lama, yang kini berubah fungsi :))

Ada kejadian lucu waktu meliput Sinofest.

Kamera gue ini bisa dibilang baru. Baru beli sebelum jalan-jalan ke Thailand kemaren itu, which was on May 2008 kl gak salah inget. Sebelumnya gue juga pake Sony, cuma yang gue punya ini lebih bagus dari yang kemaren (iya lah...kl sama mah males aja beli!). Dari dulu, gue tuh pingin banget bisa shoot continously. Yang artinya, gue bisa ngambil beberapa foto dalam waktu yang singkat. Kadang, kalo lagi mencoba nge-shoot orang yang bergerak yang ada malah blur or gerakannya ilang sama sekali. Biasanya, dengan shoot continously, kekurangan tersebut bisa diminimalkan.

Di kamera gue yang baru, ternyata punya fungsi tersebut. Ada keterangannya pula, shoot continously when the shutter button is held. Gue kira dengan mengheld tuh button sekali, maka secara otomatis kamera gue akan shoot continously. Gue ngebayanginnya kayak kamera Lisa yang gede itu. Yang, setau gue, cukup teken sekali, maka otomatis nge-shoot sendiri. Ternyata tidak sodara-sodara!! Gue harus mencet tuh button untuk bisa shoot continously. Dan hal itu baru gue ketahui pada saat di Sinofest itu.

Hasilnya?

Memory 1 Gb gue abis!!!

Apalagi kalo bukan untuk ngeshoot continously di acara itu :)

Tinggal Sufei yang ngoceh-ngoceh karena gue foto barongsai ada kali 70 kali hehehe...

Hari itu emang seru. Capek...tapi fun. Dah lama gak jalan-jalan ke Museum :)

Sunday, November 9, 2008

Disney in My Life



Di kepala gue, setiap kali membahas soal film cartoon atau animasi, yang selalu muncul adalah Walt Disney or Disney. Buat gue, nama Walt Disney or Disney or Disney - Pixar, merupakan jaminan mutu (hm...kayak Baygon aja sih?!). Tapi mau bilang apa lagi? Gue dibesarkan dengan tokoh-tokoh Disney di sekeliling gue, jadi yah...buat gue, Disney is #1. Dan gue emang dibesarkan dengan serangkaian cerita Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty, beserta Mickey and friends. Terutama dari buku cerita dan filmnya.

Gue gak tau siapa itu Bugs Bunny. Paling tau cuma Tom & Jerry. Tapi itu juga cuma yang begitu-begitu aja. Gak seperti tokoh-tokoh Disney yang udah ada waktu itu (sebelum Little Mermaid kluar).

Meskipun dulu gue gak tau bedanya Disney dan WB, tapi gue rasa gue bersyukur banget gue dididik dengan mengenal tokoh-tokoh Disney dan sampe sekarang pun, gue masih menggilai hal-hal yang berhubungan dengan Disney.

Mungkin gue yang aneh ya? Adek gue dah (nyaris) anti nonton Disney Channel, sedangkan gue masih rajin nonton. Mau Hannah Montana, Suite Life of Zack & Cody, sampe The Emperor New School juga gue tonton. Mungkin karena waktu dulu gak ada Disney Channel, alhasil sekarang gue balas dendam dengan nonton Disney Channel sampe puas.

Gue masih inget banget video Cinderella yang nyokap gue pinjemin dari salah satu video store di office buildingnya yang kebetulan sedia stock film anak-anak dari luar (yang kemudian dicopy supaya gue sm Tz bisa nonton terus...btw...itu termasuk pembajakan juga gak yah hahaha)...atau drama Snow White yang juga nyokap pinjem dari tempat yang sama (yang sekali lagi juga dicopy). Or ketika gue sama Tz pinjem video Sing-A-Long Song Disney yang membuat kita berdua jadi tahu beberapa lagu Disney plus film-film-nya (yang kemudian dicopy juga) dan gara-gara video itu, kita berdua jadi nemu video film animasi Snow White (yang ternyata menang Oscar!!). Hari itu bener-bener bikin gue sama Tz seru abis deh.

Hal-hal kecil seperti itu, malah bikin gue sama Tz jadi lebih cepet belajar bahasa Inggris. Lha dari kecil aja nontonnya film bahasa Inggris. Belum lagi buku-buku cerita yang bonyok gue beliin. Semuanya bahasa Inggris. Tinggal bonyok gue aja yang tiap malam bacain cerita sebelum tidur. Hehehe...gue juga baru tahu kalo dulu waktu kecil kita berdua dibacain cerita sebelum tidur. Mostly yang bacain sih nyokap, karena bokap gak bisa bahasa Inggris!!

(Yep! Flash news for my (former) students!! Bapak gue gak bisa bahasa Inggris! Sampe-sampe waktu pertama kali dapet tawaran ke...hm...kemana ya? Lupa. Pokoknya waktu dapet tawaran ke luar negeri untuk urusan Pramuka, tinggal gue sm Tz aja yang teriak-teriak supaya kita berdua aja yang dikirim pergi, karena takut bokap gak bisa ngomong! Tapi sekarang bahasa Inggris dia udah agak mendingan hehehe)

Anyway, meskipun waktu kecil itu kita berdua gak ngerti bahasa Inggris sama sekali, tapi emang dasar anak kecil, dikasih film bahasa planet Mars pun pasti ngerti. Kalo menurut cerita nyokap sih, gue sama Tz, kalo dah diputerin film cartoon/animasi, kita langsung konek aja sama jalan ceritanya. Langsung tahu siapa yang baik dan siapa yang jahat. Inti film-nya 'kan itu. Baru kemudian pas udah agak gedean baru deh ngeh...OHHHH gitu tho film-nya.

Jadi yah...bisa dikatakan, gara-gara Disney, gue jadi lebih mudah belajar bahasa Inggris hehehe....

Seriously...sampe sekarang pun gue masih suka dengan Disney Princess. Gue masih suka banget dengan Cinderella, dengan Snow White, dengan Sleeping Beauty. Gue masih ketawa setiap kali ngeliat para tikus-tikus itu membuat baju Cinderella, atau ngeliat Merryweather sedang geram/gusar, atau ngeliat Dopey main-main dengan diamond.

What can I say? I love Disney.

Tuesday, November 4, 2008

A Loyal Character Dancer - Qiu Xialong


Akhirnya gue kelar juga baca nih buku. Awalnya memang agak...membuat ngantuk. Apalagi settingnya adalah Shanghai, China di tahun 1990...wah...gak kebayang seperti apa. Mungkin karena gue lebih sering baca buku dengan backgroun USA, jadi agak ribet juga baca buku ini. Tapi toh akhirnya kelar dan ternyata....HUAH!!! Gue suka!!

Hehehehe...mungkin gue suka karena tokohnya, Inspector Chao Chen, ketemu or diminta bekerja sama dengan seorang U. S. Marshal, Catherine Rohan, yang bikin nih cerita jadi menarik.

Kenapa menarik...well...karena hubungan keduanya jelas-jelas tidak mungkin dan agak-agak forbidden.

Why? Simply just because...Inspector Chao Chen merupakan seorang polisi China yang merupakan anggota partai komunis (or mungkikn dikontrol oleh partai), yang sangat nasionalis (meskipun tidak antiWestern), tidak mungkin dapat berhubungan dengan seseorang yang bukan from China. Intinya sih kurang lebih begitu.

Tapi, karena 'cinta terlarang' itu, which btw enggak terlalu diexpose soal 'cinta' itu, malah bikin gue jadi suka sama nih buku.

Anyway, itu cuma 'side dish' dari nih buku.

Yang pasti sih, meskipun pada awal buku ceritanya lambat, tapi harus gue akui, bener-bener membuka mata gue akan sejarah China. Gue sampe buka wikipedia untuk mencari tahu lebih lanjut soal Cultural Revolution China yang sangat terkenal itu dan rupanya memang membawa cukup banyak luka bagi mereka yang pernah mengalaminya.

Selain itu, buku ini juga memberikan penjelasan yang cukup mengenai beberapa tempat penting or historical or tourist spot di Shanghai. Gue malah kepikiran, kalo emang SOMEDAY jadi ke China or mungkin Shanghai, nih buku bisa dijadikan bahan referensi :)

Buku ini juga membeberkan or menggambarkan dengan cukup...berani mengenai hal-hal yang umum terjadi di China. Gak jauh beda dari Indonesia lah, seperti sogokan ke orang pemerintah, preman-preman (or Mafia dalam hal ini), pembajakan (baju/tas/dompet), prostitusi dalam kedok Karaoke/Club, dsb. Bikin gue agak sedikit...hm...apa ya...lega mungkin? Menyadari bahwa hm...emang dimana-mana sama aja hehehe...

Dan sekarang...saatnya gue untuk membaca buku selanjutnya :)

Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com