Wednesday, April 28, 2010

Ketika Kinokuniya Menutup

Mungkin sudah dari seminggu yang lalu gue dapet kabar soal Toko Buku Kinokuniya yang katanya mau diskon karena akan tutup. Gue, sebagai pecinta buku-buku Bahasa Inggris, tentu menyambut dengan suka cita akan diskon ini. Dan berita embel-embel yang mengatakan bahwa Kinokuniya diskon akibat mau tutup, gue tanggapi dengan 'santai' karena masih berasumsi bahwa tutup sekedar untuk renovasi.

Dua hari kemudian nyokap spesial telpon untuk bilang Kinokuniya mau diskon karena mau tutup, dan sekali lagi gue menanggapi dengan 'santai', bilang kalo udah tau soal diskon dan iya tau juga soal berita mau tutup itu.

Hari Kamis, pergi bareng Dito, Yan, Gerrie untuk lunch bareng di PI dan tentu, mampir ke semua toko buku yang ada di PI. Dari ak.sa.ra, Periplus, sampai Kinokuniya. Dan ketika sampe di Kinokuniya...baru gue ngeh..

Itu yang di sebelah kiri tulisannya seperti ini...

Dear Valued Customers, This spring, it is with regret that the management of PT. Kinokunia Bukindo announces the closing of our pioneer store in Indonesia, Kinokuniya Plaza Indonesia Store, effective 1 May 2010. On 1st March 1990, the store affectionately known as “Kino PI” opened its first page to write a story about trade, knowledge, culture, people and community. Twenty years later that story has reached a conclusion. The end is bittersweet for all of us, but with every ending, there is always a new beginning. We thank you for being a part of Kinokuniya Plaza Indonesia’s story – its legacy will live on forever in our hearts. Despite this, you can still be part of our stories. We cordially extend an invitation to visit our other stores in Plaza Senayan, Pondok Indah Mall-2 and Grand Indonesia, so you can continue writing yourself into Kinokuniya enduring history. Warm Regards, Kinokuniya Bookstores of Indonesia CLEARANCE SALE Up to 70% Off 26 April to 30 April 2010 (Monday to Friday) Exclusively at Kinokuniya Plaza Indonesia

Dan barulah gue sadar se-sadar-sadarnya kalo Kinokuniya PI is really going to close.

Waktu hari Kamis itu ke Kinokuniya, barang-barangnya sebagian udah kosong gitu, gue jadi lemes dan tidak bersemangat menyambut waktunya discount...tapi tetep aja browsing dan baca buku gede soal Broadway Musical, yang harganya 459 gitu...berhubung kita udah mau pergi pindah...jadinya ditutup dong tuh buku. Someone bertanya kenapa enggak beli tuh buku, yang gue jawab bahwa tuh buku mahal bener..lha kalo diskon lumayan dong - someone said again. Dan kemudian gue jadi kepikiran.

Tadi, dateng ke Kinokuniya...cukup senang karena buku-bukunya lumayan banyak...dan kembali mencari itu buku Broadway Musical yang ternyata tidak ada di tempat terakhir gue tinggalkan. Gue pikir ya udah...gak jodoh sama tuh buku...tapi kemudian jeng jeng jeng...dia ada!!!

Tanpa pikir panjang, langsung tuh buku gue ambil, gue pegang, dan 5 menit kemudian gue udah ngantri di kasir :)


Hihihihi...abis itu langsung keluar dari Kinokuniya hahahaha...

Abis itu balik lagi sih karena mau beliin buku untuk Sufei...buku mandarin yang semoga aja bisa dia pake dan beberapa buku tulis Kokuyo.

So...tadi itu discount ALL BOOKS and ALL STATIONERY 50% off kecuali yang ada tanda discount 70%. Sayang, novel-novelnya enggak banyak...at least novel-novel yang biasa gue baca enggak ada...jadi tadi enggak beli novel deh.

Dan waktu pulang, udah sampe rumah, online, baca berita di blog-nya Kinokuniya...baru gue berasa sedih...gak nyangka Kinokuniya PI bakal mau tutup. Toko buku bahasa Inggris pertama gue tuh...along with Times...inget banget waktu jaman SMP jalan-jalan ke PI, mampir ke toko buku, meskipun pada waktu itu enggak gitu ngerti buku luar, tapi tetep aja...hieh...

Bye Kinokuniya PI...it's been a pleasure knowing you....

Tuesday, April 27, 2010

Cinderella


Ok...gak perlu dibilangin lagi kalo gue tergila-gila pada Disney. Tergila-gila pada Disney Princess, terutama pada Cinderella.

Kalo ditanya, why Cinderella? Gue gak bisa jawab juga. Mungkin karena cerita Disney Princess pertama yang gue tonton itu adalah Cinderella (dan Snow White)...mungkin karena gue amazed dengan the fairy godmother...mungkin karena bajunya yang cantik itu...mungkin karena lagu-lagunya...mungkin karena Cinderella kudu pulang sebelum jam 12 malam...I don't know why...tapi yang pasti, diantara seluruh Disney Princess...Cinderella yang paling gue suka.


Dan setelah gue pikir-pikir...Cinderella itu memang cukup melegenda. I know...ALL of the Disney Princess are legends...tapi there's something about Cinderella yang entah bagaimana memang memukau :)

So...tadi sedang dengerin album Disney "Music From the Park", ngedengerin Take 6 nyanyi "When You Wish Upon A Star" from Pinocchio secara acappela (AMAZING btw) mau gak mau jadi inget sama Take 6 waktu nyanyi lagu "Work Song" from Cinderella, tentu secara acappela juga. Dan mau enggak mau jadi inget sama itu album yang DULU udah pernah gue beli kasetnya...dan sekarang nyari CD-nya...hieh...susah!!


Inget banget nih waktu beli ini kaset. Pertama liat di Plaza Indonesia jaman dahulu kala (rilis 1995) dan gue lagi lewat di depan Duta Suara, langsung brenti dan masuk ke toko demi liat nih kaset. Berhubung waktu itu masih...SMP dan berarti duit juga terbatas sempet mikir-mikir juga nih mau beli or not...tapi toh akhirnya nekat beli hahaha...dan sekarang gue nyari yang format CD...di amazon.com dah gak ada... :(

Anybody can help me? :)

Selesai sudah...

Akhirnya salah satu kristik gue selesai juga. Sebenernya, ada satu lagi sih yang paling baru...tapi karena mau dikasih orang untuk hadiah, rasanya enggak mungkin di taro di sini.

Anyway, finnally I finished the cross-stitch. Gambarnya sih sederhana, tapi sayang sempet terlupakan beberapa saat, terutama di saat gue sedang berkonsentrasi pada buku-buku yang gue baca, or ketika sedang asik melakukan wisata kuliner or other things at the moment.

Kalo enggak salah mulai sekitar awar Februari or akhir Januari, karena pas Ingrid in labor tuh kristik gue bawa untuk sekedar mengisi waktu. Dan akhirnya selesai pertengahan awal April kemaren. Langsung disambung dengan another project, selesai dalam waktu 1 minggu, disambung dengan another project yang sepertinya juga selesai dalam waktu maybe 10 days...dan sekarang di saat sedang tidak ada special project...gue yang bingung ... hieh...kacau.



Hehehe...ini dia kristik yang akhirnya selesai...lucu ya :)
Selain karena gambarnya Disney Cuties, ngerjainnya pun gampang, karena semua 1 itungan, enggak ada yang setengah or seperempat, jadi emang bener-bener gampang. Cuma...rada boring sih karena warnanya ngeblok gitu. Liat aja yang Winnie the Pooh...KUNING doang sama merah. Or Mickey dan Minnie...lots of black! Hieh...yang pasti sih bikin gue gampang jadi ngantuk. Mungkin itu juga sebabnya jadi agak lama selesai hahahaha...but akhirnya toh selesai!!!

Sekarang tinggal dipigura dan abis itu...I'm thinking about selling it...hope someone interested to buy..anyone want to buy :)

Sunday, April 25, 2010

The Closer & Cold Case

Entah sejak kapan gue tertarik dengan serial tv tentang police procedural. Mungkin gara-gara nonton CSI: Crime Scene Investigation? Bicara soal CSI, awalnya emang enggak suka, tapi kemudian malah menjadi tergila-gila, melebihi adik gue, yang waktu itu emang lagi seneng banget sama tuh seri. Tapi, di saat adek gue dah mulai bosen, gue malah yang tergila-gila. Hal yang sepertinya sering banget terjadi.

Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, dari dulu pun udah tertarik dengan cerita-cerita detektif. Inget banget baca Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Nancy Drew, bahkan Trio Detektif yang membuat gue kemudian menjadi terkesima dengan seorang Alfred Hitchcock. There's something about all those detectives :)

Jadi rasanya enggak terlalu aneh kalo kemudian gue tertarik dengan film tv/drama tv tentang polisi/crime. Dari yang berat seperti CSI dan segala franchise-nya, termasuk CSI: Miami dan CSI: NY, kemudian ada...hm...apa ya...Bones, Criminal Minds lalu ada LIFE, The Mentalist, Numbers yang menurut temen gak masuk akal, sampe yang ringan seperti Castle dan White Collar, tapi yang lagi asik asik ditonton sekarang adalah The Closer dan Cold Case.

Tapi yang aneh, gue enggak tertarik dengan Dexter, NYPD dan segala franchise-nya, bahkan NCIS pun gue enggak tertarik. Mungkin karena jalan ceritanya kurang menarik...I don't know.

The Closer merupakan cerita 'biasa' tentang divisi kepolisian di L. A., Priority Homicide Division. Nothing special, cuma tokoh utamanya Deputy Chief Brenda Leigh Johnson, diperankan oleh Kyra Sedgwick, istrinya Kevin Bacon, emang tokoh yang...WOW banget deh. Gue suka sama tokohnya, suka sama anak buahnya, dan suka dengan kasus-kasus yang mereka pecahkan.


Sekarang lagi nonton season 3-nya...dan so far ini cerita dah bikin gue ketawa beberapa kali. Bukan karena ceritanya lucu, tapi ada situasi di mana cerita-ceritanya memang bikin gue mau enggak mau tertawa. Para detektif itu memang menjadi hiburan tersendiri buat gue. :)


Next adalah Cold Case, another one from Jerry Bruckheimer. Ini film seri bener-bener lain daripada yang lain. Meskipun menurut wikipedia ada lagi film seri yang serupa, tapi tetep aja menurut gue Cold Case berbeda.


Sesuai dengan judulnya Cold Case, maka bisa dikatakan bahwa drama seri ini bercerita tentang kasus-kasus yang memang sudah lama dan memang tidak aktif lagi. Kasus tersebut belum selesai diselidiki, biasanya karena kurang petunjuk, tapi ada beberapa kasus yang kembali dibuka untuk kembali diselidiki, biasanya karena muncul petunjuk atau saksi baru.

Pertama kali liat Cold Case secara tidak sengaja di Indosiar malem-malem dan sejak itu mulai dicari enggak ketemu lagi. Sempet lupa sama film tersebut, tapi gue enggak pernah lupa dan akhirnya iseng cari info dan ketemu. Enggak nyangka kalo judulnya adalah Cold Case karena sempet beberapa kali ngeliat di Mangga Dua hahaha...tapi berhubung udah sampe sekian season, jadi rada males untuk nonton. Sampe suatu kali nekat, seperti biasa, untuk beli season 1 dan kemudian as they all say...the rest is history.


Cerita Cold Case selalu dimulai dengan sepenggal kehidupan korban, kemudian saat korban meninggal, dan kemudian maju ke tahun sekarang. Jadi misalkan korban hidup di tahun 60-an, maka digambarkan kehidupan korban pada tahun itu, tidak lama kemudian digambarkan korban meninggal, lalu beralih ke tahun sekarang, biasanya saat divisi homicide menemukan saksi/petunjuk baru, dan barulah penyelidikan dimulai.

Satu lagi yang gue suka adalah, pada saat divisi homicide melakukan penyelidikan, biasanya bertanya pada orang-orang yang mengenal korban, mereka selalu menampilkan 'now' and 'then' orang tersebut. Jadi misalkan pada saat diwawancara orang tersebut sudah tua, maka untuk sesaat ditampilkan penampilan orang tersebut pada waktu masih muda.

Dan pada saat closing, pada saat pelaku kejahatannya ditangkap, juga ditampilkan kondisi orang tersebut pada saat tua dan mudanya, kemudian biasanya salah satu anggota divisi homicide akan 'melihat' bayangan korban/para korban yang tersenyum, orang-orang terdekat korban yang tersenyum karena mendapat closure, dan selalu ditampilkan kondisi 'now' and 'then'.

Kadang memang terasa membosankan, karena hal tersebut selalu berulang. Tapi mungkin itu adalah ciri khas-nya Cold Case, menampilkan dimana masa lalu yang tidak pernah meninggalkan masa sekarang, serta menunjukkan bahwa there's always the price to pay for killing someone.

Cerita-cerita Cold Case sering banget bikin gue nangis terharu. Terutama kalo pada akhirnya keluarga korban menemukan closure, tahu dimana orang yang mereka kasihi selama ini kemana, dan tahu apa yang terjadi dengan mereka.

So far baru satu cerita yang bikin gue selalu nangis tiap kali gue nonton episode tersebut. Bener-bener bikin gue terharu dan tersentuh.

Buat yang penasaran, mungkin bisa baca wikipedia untuk lebih jelasnya :).

Wednesday, April 21, 2010

The Darkest Powers Trilogy - Kelley Armstrong

Hieh...akhirnya kembali menulis...setelah sekian lama absen dari tulis menulis karena sibuk dengan menjahit (kristik), akhirnya kembali lagi dengan kegiatan menulis.

Sebenernya banyak yang mau 'dibahas' or diceritain...seperti waktu kemaren pergi makan bareng Yan dan Gerry ke Bebek Bengil dan lanjut ke CheeseCake Factory dan pulang jam 12 :) atau soal pergi nonton Disney on Ice bareng Rany dan Yosi (sepupu Rany plus her friend) tapi berhubung kemaren itu memang sedang memusatkan seluruh perhatian ke kristik (dan dunia internet) jadi memang sedang tidak ada mood untuk melakukan 'laporan' :)

So...niatan menulis kali ini adalah untuk 'promosi' buku The Darkest Powers Trilogy by Kelley Armstong. AKHIRNYA itu buku selesai juga gue baca!!!






What this book is about... The Darkest Trilogy berkisah tentang Chloe yang awalnya dikatakan sebagai anak bermasalah, sehingga dimasukkan ke rumah khusus anak nakal. Lyle House. Tapi ternyata, para penghuni Lyle House bukan sekedar anak nakal dan Chloe pun menyadari bahwa dia sebenernya memiliki kekuatan, yaitu Necromancer. Kekuatannya pun juga bukan kekuatan biasa, tapi bisa dibilang melebihi necromancer biasa.

Di Lyle House ia menemukan anak-anak lain, yang akhirnya menjadi teman 'seperjuangan' Chloe. Ada Simon dan Dereka, saudara angkat; lalu ada Tori, cewek yang mungkkin bisa dimasukkan kategori b*tch; kemudian Liz, sahabat Tori, yang dari awal dikatakan bermasalah; dan terakhir Rae, another troubled kid yang malahan kepingin banget punya power.

Chloe, Simon, Derek, dan Rae kemudian melarikan diri karena merasa ada yang aneh dengan Lyle House, terutama sejak Liz dibawa pergi dan tidak ada kabarnya lagi. Dan petualangan mereka pun dimulai dari sini. Dan apa yang mereka temukan, membuat situasi mereka menjadi semakin pelik.

Buku ini memang penuh dengan anak-anak memiliki supernatural power, penuh dengan action dan adegan yang menegangkan. Jadi enggak heran gue gak bisa meletakkan buku ini begitu gue mulai baca. Kalo enggak inget udah subuh, gue rasa tuh buku bakal lanjut terus gue baca. Dan sama seperti gue selesai baca buku pertama, udah langsung ngebet baca buku kedua, pas gue baca buku kedua selesai pun juga ngebet banget pingin baca buku ketiga. Untung nemu hahaha...jadi tamat deh.

Gue suka dengan nih buku karena jalan ceritanya cepet (iya lah, kan mereka sedang melarikan diri, gak mungkin 'kan melarikan diri tapi alurnya lambat?), cukup banyak actionnya, cukup menegangkan, tapi di satu sisi juga gue menemukan romantis-nya :) ...

Yang pasti, gue bersyukur banget nekat beli The Summoning karena toh emang bukunya bagus :) apalagi dengan ending yang happy, membuat gue agak-agak overlooked kenyataan bahwa ini buku dibawakan dari sudut pandang orang pertama, yang biasanya gue gak gitu suka :)

Membuat gue semakin tertarik untuk baca buku Kelley Armstrong yang lain nih....:)
Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com