Tuesday, June 15, 2010

Have Fun Go Mad at KidZania Jakarta


Hieh...akhirnya kesampean juga gue berkunjung ke KidZania!!! Tadi, dalam rangka nemenin keponakan temen (Yosi) jadilah gue ikut main ke sana. Buat yang belum tau, KidZania adalah teman main khusus anak-anak dimana mereka bisa belanja maupun bekerja (dapet bayaran lho). Dan mainannya memang khusus untuk anak-anak.

Berdasarkan informasi dari Om Wikipedia, KidZania ini ternyata merupakan franchise yang berasal dari Mexico sana. Saat ini selain Jakarta, KidZania juga ada di Tokyo & Koshien (Jepang), dan Lisbon (Portugal). Tahun 2010 akan buka di Dubai (UAE) serta di Seoul (Korea). Jakarta merupakan satu-satunya KidZania di Asia Tenggara, menyusul akan buka di Malaysia dan Philippina.

Apa yang menarik dari KidZania? Well, pertama-tama, ini bukan sekedar tempat untuk bermain. KidZania merupakan tempat untuk belajar. Belajar mengenai berbagai bidang profesi, belajar menghargai nilai uang, belajar mengembangkan bakat, belajar bersosialisasi. Belajar banyak hal deh.

Tiket masuknnya memang tidak bisa dibilang murah. Apalagi untuk musim liburan. Orang dewasa maupun anak-anak sama-sama terkena harga Rp 155.000,-. Kalau hari biasa, harga tiket anak-anak maupun orang dewasa agak sedikit berbeda. Itulah sebabnya mengapa beberapa orang tua memilih untuk tidak ikutan masuk hehehe.

So...pintu masuk KidZania dibikin seperti layaknya airport, dan tiap-tiap anak diberi gelang yang dilengkapi dengan data usia serta jenis kelamin. Tiap anak, pertama kali masuk akan mendapatkan check sebesar 50 kidzos yang bisa diuangkan di BCA (bank). Uang tersebut juga bisa dimasukkan dalam bentuk kartu ATM dan dapat ditarik di mesin ATM di seluruh KidZania. COOL!!!

Nah, uang 50 z (kidzoz) itu bisa langsung dihabiskan untuk belanja (naik taksi, naik bus, belanja, dsb) atau dilipatgandakan dengan bekerja. This is the FUN part.

KidZania memiliki beragam profesi!! Dan masing-masing profesi memiliki 'gaji'nya masing-masing. Tinggal pilih mau jadi apa. Bagaimana kalau jadi...

Pemadam Kebakaran



Atau bekerja pada Blue Bird Taxi (tapi bukan sebagai sopir-nya ya...cukup sebagai operator telpon)



Atau mungkin berminat menjadi polisi? Cukup seru juga jadi polisi, karena kebagian ngejer penjahat dan menjebloskan penjahat ke dalam penjara :)



Atau mungkin ingin bekerja pada Pertamina? Boleh...


Terdapat begitu banyak profesi di sini. Bisa jadi wartawan koran, penyiar radio, pembawa berita, desainer, pembuat roti, dokter gigi, dsb...dsb...dsb...juga ada pabrik coklat, pabrik air minum, susu, wafer, dsb...dsb...dsb...there are so many professionals that 5 hours is not enough.

"Waktu" bermain di KidZania memang dibatasi. Session 1 dari 09.00 - 14.00, session 2 dari 15.00 - 20.00. Entah mana yang lebih rame, karena tadi gue pergi jam 9 pagi pun juga udah rame. Batasan usia KidZania itu dari 3 tahun (kalo gue enggak salah) hingga 16 tahun. Tapi kalo menurut gue sih, lebih baik tunggu usia anak paling tidak 6 tahun jadi pilihan permainan lebih banyak dan anak juga jadi lebih muda menangkap.

Peraturan dari KidZania adalah anak-anak dibawah 8 tahun wajib ditemani orang tua/orang dewasa. Dan untuk anak-anak diatas 8 tahun, boleh dijemput oleh ortu kurang lebih 30 menit sebelum masa bermain habis, dengan mengisi form. Tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman, karena di dalam udah ada yang jual. Tapi biasanya sembunyi-sembunyi sih gak papa hahaha. Agak susah sebenernya kalo gak bawa minum, apalagi bawa anak-anak.

Yang pasti sih, kenakan pakaian yang santai, sepatu yang nyaman, karena bakal banyak menghabiskan waktu dengan berjalan, berlari (terutama kalo mau ngekorin anaknya jadi Polisi trus ikutan ngejer maling) dan berdiri. Bawa kamera juga karena dijamin enggak pingin melewatkan kesempatan ngeliat anak-anak/adik/keponakannya mengenakan seragam dokter/polisi/petugas pemadam kebakaran/profesi lainnya.

Pergi hari biasa (bukan masa liburan dan hari Senin-Kamis) lebih enak, karena masa bermain lebih lama, biaya untuk orang tua juga lebih murah, dan kemungkinan lebih sepi. Tapi kalo enggak ada waktu selain masa liburan, ya mau ngomong apa lagi? :)

Overall...bermain ke KidZania membantu pendidikan anak-anak dalam banyak hal. Sekarang...tinggal gue yang gempor!!

Saturday, June 12, 2010

The A-Team Movie


Setelah minum obat flu di hari Kamis malam dan tidur lebih cepat (around 11.30 pm) di hari Jumat gue bisa bangun dengan badan yang sedikit lebih segar dibandingkan hari Kamis. Hari Jumat rencana nonton The A-Team bareng Gerrie. Karena tiap Jumat Gerrie les bahasa Jepang di Pulomas yang kemudian dilanjutkan ke Sport Mall Gading untuk ngebalikin-minjem komik, maka acara nonton pun diadakan di...Kelapa Gading Mall saja.

Gue sengaja pergi lebih awal untuk mengantisipasi keramaian, maklum sudah masuk libur sekolah jadi banyak ABG berkeliaran apalagi ada film Karate Kid main juga. Plus gue juga mau mampir HobbyCraft untuk beli benang dan bikin frame, kemudian potong rambut. Jadi ya...emang gue jalan pagi.

Nonton yang jam 17.25 di studio 2, lumayan lah...enggak terlalu penuh tapi ya enggak kosong juga.

The A Team. Buat yang mengalami masa-masa tahun 80-an pasti inget or tau lah soal ini film (gosh!! I feel soooo OLD!) dulu sempet main di TVRI (gak tau deh RCTI pernah gak mainin ini film). Seinget gue sih mainnya di TVRI dulu...bareng dengan Mission: Imposibble, kemudian Hunter, dll dll dll...

Film yang ikut diperankan oleh Liam Neeson, Bradley Cooper, dan Jessica Biel ini lumayan seru juga. Menghibur lah yang pasti. Kalo kata Gerrie sih seperti nonton serial TV tapi dengan durasi yang lebih lama hhahaha...

Buat gue filmnya cukup seru, dengan adegan-adegan yang cukup breathtaking, lucu, dan juga disertai cukup banyak ledakan-ledakan. Plot twist-nya sederhana, tapi enggak terlalu simple jadi mudah ketebak (menurut gue sih). Yah memang enggak jauh beda dari versi TV sih, tapi gue pikir kalo terlalu dibikin terlalu berbeda malah beda banget...hm...yah tiap orang punya penilaiannya sendiri-sendiri lah. Kalo gue sih yang pasti ini film cukup menghibur. Seru aja ngeliat tingkah laku Murdock (sumpah ini orang gila abis) dan ngeliat si B. A. yang badannya segede gitu ketakutan. Cukup bikin terpingkal-pingkal lah ngeliat tingkah mereka berdua doang.

Next, tinggal Karate Kid :)

I love summer movies!!

Saturday, June 5, 2010

Sex & The City 2


Akhirnya tadi nonton juga Sex & The City 2. Tadi nonton di Plaza Senayan XXI bareng dengan Gerrie karena dia dapet tiket nonton gratis dari Indovision, untuk film yang jam 9.30 (sepertinya main jam 10 deh) plus dapet complimentary popcorn & soft drink. Lumayan gak kluar duit sama sekali hehehehe...meskipun taksinya mahal!!! Hieh...

Kalo baca review orang-orang (orang Amrik sono) kebanyakan bilang ini film gak bagus. Tapi meskipun demikian tetep aja banyak yang nonton nih film. Sama seperti Prince of Persia juga dibilang jelek, toh tetep banyak yang nonton. Gue malah nonton dua kali hahahaha.

Buat gue dan Gerrie, the movie was wonderful, marvelous, fun, and the fashion is to die for hahahaha.

Menurut gue sih, dibandingkan yang pertama, film yang kedua ini memiliki muatan yang sedikit lebih berat. Memang sih, cukup banyak kejadian-kejadian yang lucu, yang memancing tawa, senyum, dan juga seruan WOW, tapi selain itu di film ini juga membahas yang namanya soal pernikahan, being a mom, being a working mom, and being a woman. Film ini ngebahas soal apa yang terjadi sesudah pernikahan, apa yang terjadi sesudah lu punya anak, apa yang terjadi ketika lu masuk masa menopause.

Seperti biasa, masing-masing tokoh SaTC punya masalahnya sendiri-sendiri. Carrie mengalami masalah dengan kehidupan pernikahannya yang dirasa monoton, Miranda bermasalah dengan pekerjaannya dan juga berusaha menjadi ibu yang baik, Charlotte bermasalah dengan anak-anaknya, sedangkan Samantha bermasalah dengan tubuhnya yang mulai masuk masa menopause.

Gue bilang masalah bukan berarti lalu mereka jadi gak bisa bersenang-senang, bukan. Cuma ingin menunjukkan bahwa kehidupan mereka toh ternyata tidak se-sempurna yang dibayangkan. Mereka juga perempuan-perempuan biasa yang mengalami hambatan/masalah/kesusahan dalam mengatur kehidupan mereka. Dan di film ini, semua itu setidaknya satu persatu dibahas.

Kalo di film pertama Samantha yang sepertinya 'mengambil alih' urusan Carrie, sekarang Miranda yang kebagian 'peran besar' untuk mengurus teman-temannya selama di Abu Dhabi. Dan seperti biasa, baju-baju mereka benar-benar WOW banget! Really loves their clothes!!

Dan jangan lupa lagu-lagu pengiringnya :)

Untuk para cowok ataupun mereka yang tidak mengikuti serial Sex & The City mungkin memang merasa biasa-biasa saja, tapi bagi para cewek dan terutama yang rajin mengikuti serial Sex & The City pasti bakal menikmati film ini.

Theodore Boone: Kid Lawyer - John Grisham

Well...sebenernya cukup banyak yang mau dibahas. Maklum, tadi abis nonton Sex and The City 2 (love it!!) dan juga mau ngasih resensi Kiss In Time-nya Alex Flinn, tapi sepertinya yang dua itu kudu ditunda dulu untuk sementara, karena gue lagi ketarik sama buku barunya John Grisham yang berjudul Theodore Boone: Kid Lawyer.



Gue seumur-umur belum pernah baca bukunya John Grisham. Mungkin karena terlalu berhubungan dengan hukum, karena setau gue nyaris semua bukunya John Grisham tokoh utamanya pengacara. Enggak tau ya untuk buku dia yang terakhir, "Playing for Pizza" atau "Ford County" apakah pengacara juga atau bukan, karena untuk buku yang terakhir itu gue enggak beli (for my mom to read, she read almost all the Grisham books). Terlepas dari itu, orang udah keburu mengkonotasikan nama Grisham dengan cerita yang menggunakan pengacara/hukum sebagai latar belakang ceritanya.

Jadi, begitu gue ngeliat buku terbaru John Grisham ini, gue enggak kaget ngeliat judulnya yang pake embel-embel "kid lawyer". Yang bikin gue kaget adalah, karena gue tertarik untuk ngebaca nih buku. Tapi karena ini buku masih dalam bentuk hardcover, pertama kali liat di Kinokuniya Grand Indonesia kalo enggak salah inget, gue jadi ragu-ragu, apalagi harganya nyaris 200 ribu. But then again, the book looked sooo interesting!

Dan tadi, setelah untuk kesekian kalinya gue mempertimbangkan untuk nekat beli atau tidak, gue memutuskan untuk beli. Sengaja milih beli di Periplus dengan harga yang jauh lebih murah (lebih murah 20 rb dari Kinokuniya) plus gue dapet discount 10% karena punya Periplus Card, jadi cuma 160-an. Dengan format hardcover, gue rasa cukup worth it. Semoga saja tidak menjadi kebiasaan.

Pulang ke rumah, buku ini yang pertama kali gue baca. Betapa tercengangnya gue, ketika menyadari bahwa gue sangat menikmati buku ini!


A perfect murder
A faceless witness
A lone courtroom champion knows the whole truth...
and he's only thirteen years old

Meet Theodore Boone


Bestselling author
John Grisham
delivers high intensity legal drama
for a new generation of readers


In the small city of Strattenburg, there are many lawyers, and though he's only thirteen years old, Theo Boone thinks he's one of them. Theo knows every judge, policeman, court clerk-and a lot about the law. He dreams of being a great trial lawyer , of a life in the courtroom.

But Theo finds himself in court much sooner than expected. Because he knows so much-maybe too much-he is suddenly dragged into the middle of a sensational murder trial. A cold-blooded killer is about to go free, and only Theo knows the truth.

The stakes are high, but Theo won't stop until justice is served.



Dari judulnya udah ketauan kalo ini buku mengambil genre untuk Young Adults. Ditambah lagi, tokoh utamanya berusia 13 tahun. Yang membuat gue tertarik dengan ceritanya adalah, selain pace yang cukup cepat (tidak terlalu monoton), deskripsi - narasi yang menarik, adalah karena gue sendiri tertarik dengan Theodore Boone.

Theodore Boone memang bukan anak biasa malahan terkesan too perfect. Digambarkan, seperti yang tertulis diatas, dia tau setiap hakim, polisi, juru tulis pengadilan, bahkan hukum itu sendiri. Dengan orang tua yang dua-duanya adalah pengacara, it is not impossible (coba ya kalimat ini diterjemahkan ke Bahasa Indonesia...jadi aneh 'kan?) it is not impossible Theodore Boone pun juga jadi tertarik dengan hukum, bahkan berniat menjadi pengacara. Tapi sampai mengetahui nyaris semua hukum? Terlalu khayal sih. TAPI...well mau ngomong apa lagi? Gue malahan suka! Hahahaha... Apalagi, Theo pun kadang-kadang suka dimintai tolong oleh teman-temannya mengenai masalah hukum yang menimpa mereka.

Baca buku ini malah bikin gue sedikit banyak jadi tahu soal persidangan di Amerika sono, jadi tahu soal foreclose atau mortgage, soal Animal Court, dan beberapa hal lainnya.

Yang gue sesalkan hanya satu. Buku ini ternyata BERSAMBUNG!!! OMG!! Padahal lagi seru-serunya, tiba-tiba (ya enggak terlalu tiba-tiba juga sih) langsung berakhir. Padahal gue agak mengharapkan cerita ini berakhir dengan happy end (as always) tapi malah bersambung :(

Buat gue, enggak rugi beli ini buku karena toh gue menikmati baca ini buku, ikut hanyut terbawa dengan 'ketegangan' yang ada di buku ini. Mungkin terasa berbeda jauh dibandingkan buku-bukunya yang biasa tapi untuk kalangan Y. A. gue rasa buku ini cukup menarik. Untuk yang belum pernah baca John Grisham, gue rasa ini buku bolehlah dijadikan tester, karena memang tidak tebal dan yah cukup ringan meskipun muatan hukumnya cukup banyak.

Thursday, June 3, 2010

Mengejar BreadTalk Menangkap Pancious

Temen bokap punya anak (kalo gue enggak salah) ceritanya ngerayain birthday anaknya sebulan, nah berhubung yang punya acara enggak di Jakarta, jadilah minta tolong bokap untuk pergi beliin beberapa keperluan. Enggak banyak sih, karena emang cuma ngebagi ke 6 orang.

Salah satu barang yang perlu dibeli adalah roti BreadTalk. Tapi berhubung gue enggak tahu apa yang perlu dibeli or butuh kapan, jadi ya gue cuek-cuek aja. Baru tadi gue tahu.

Nyokap telpon karena katanya mau diajak bokap ke Mal untuk beli roti BT. Duh...suer gue males banget. Dah nyaman dengan posisi duduk gue dan gue lagi ngerjain kristik gue. Males bener dah mesti bangun, mandi, siap-siap terus ke mal. Tapi kemudian bokap telpon. Bilang kalo ternyata butuh BT untuk besok. Perlu beli 6 (ENAM) Pandan Tiger Roll

dan 1 Choco Fudge


Plus perlu beli pewarna makanan karena mau bikin 12 telor merah. HIEH??? Parah!

So...berhubung gue tau BT ada delivery service, jadi gue pikir gue mau memanfaatkan tuh service aja. Dan berhubung juga gue lagi di depan PC, online pula, jadilah cari info di internet. Ternyata BreadTalk punya delivery online service, tapi sepertinya gue enggak bisa pake deh...ada yang mesti gue unduh dulu or something lah. Tapi at least gue jadi tahu harganya tuh Pandan Roll dan bisa dapet nomor telpon BT delivery service.

Intermezzo...gila ya...semua serba ada di internet hahahaha..

Maka dimulailah kegiatan menelpon.

Telpon ke call centre nya, minta enam pandan roll dan satu choco fudge, untuk dikirim ke rumah jam 7 malam. Kenapa jam segitu, karena bokap masih di jalan dan gue enggak tahu bakal nyampe jam berapa. Yang gue cemaskan adalah keberadaan itu choco fudge. Berhubung di call centre enggak tahu apakah di toko ada barang ato tidak, maka nanti katanya dari pihak toko yang akan kasih tahu. Yo wis. Gue tunggu.

Gue balik telpon bokap dengan informasi bahwa barang akan dikirim jam 7 nanti, jadi lebih baik pulang kudu ada duitnya. Eh bokap malah minta lebih baik dikirim besok pagi aja, supaya lebih fresh. Hieh...gue cuma bilang liat nanti apakah itu choco fudge nya ada atau tidak.

Ternyata yang harusnya dicemaskan adalah...Pandan Tiger Roll Long. Karena ternyata di toko cuma ada...SATU. Padahal butuh enam. Sempet nanya apakah bisa menyediakan lima kalo besok saja diantar, ternyata tetap tidak bisa menyediakan juga. Ya udah. Terpaksa putar otak.

Rupanya, BT yang punya layan antar di Kelapa Gading itu cuma yang di Mall of Indonesia. Dan di MOI ini yang cuma punya Pandan Roll 1. Langsung cek di Mall Kelapa Gading, ternyata cuma punya 3, langsung pesen untuk disimpenin disertai janji bakal ke sana sebelum jam 8. Gue lanjut cek ke Mall Artha Gading, ternyata punya 2, lagi langsung pesen dan minta untuk disimpenin. Pas. Total enam pandan, dari tiga toko yang berbeda. Gue balik telpon MOI dan bilang supaya itu choco fudge dan Pandan roll dikirim besok pagi aja.

Jadilah kena tetep kudu pergi bareng bokap. Tinggal bokap yang bingung kenapa mesti ke dua mall. Setelah dijelaskan (untuk kesekian kali), baru bokap ngeh dan kemudian malah bilang, ya udah lebih baik yang di MOI diambil sekarang aja sekalian. WHAT?? Eladalah....gue cuma takut itu Pandan Tiger Roll nya enggak ada, karena gue sempet denger itu Pandan roll baru bakal dikasih besok pagi dari dapur pusat. (Kayaknya yang bikin di tempat emang cuma roti-nya doang deh...). Mana hp gue ketinggalan pula di rumah (hp yang biasa gue pake sehari-hari, lengkap dengan 3 nomor BT), yang kebawa cuma hp cadangan. But...thanks to internet, paling tidak gue masih berhasil mendapatkan telpon BT yang di MOI tapi sayang enggak nyambung :(

First stop adalah...Mall Artha Gading. Dateng, parkir, ke BT, beli, langsung bayar. Next adalah Mall of Indonesia. Ini yang rada lama. Pertama karena gue enggak hafal posisi BT, jadi lah kena jalan jauh dari kita masuk. Kedua, di BT MOI ternyata hanya bisa pake cash, enggak bisa pake debit dan bokap belum ambil duit, jadilah kena jalan lagi untuk nyari ATM yang ternyata posisinya ada di deket pintu masuk tapi di lantai 1 (hieh...jalan bolak-balik). Ketiga, bokap minta berhenti dulu di New Zealand ice cream karena lagi pingin makan es krim. WHAT?!! Kenalah duduk dulu, nungguin bokap makan ice cream, sementara gue sibuk nyari nomor telpon BT di MKG...karena udah mau jam 8...gue takut itu Pandan Roll dijual....

Btw, tepat seperti dugaan gue, di BT MOI itu Pandan Roll dah gak ada, karena mereka baru dapet besok pagi. Untung, dari enam Pandan Roll itu, satu ternyata untuk bokap. Jadi ya sudah...tinggal cari gantinya aja. Berhubung tidak tahu mau beli apa (karena gue enggak gitu terlalu doyan banget) jadi kita memutuskan untuk nunggu nyokap.

Setengah 8-an mulai lah jalan, jemput nyokap dulu di depan toko buah (nyokap pulang kantor naik jemputan minta turun di situ supaya abis itu bisa bareng ke Mall. Untung berhasil dapet nomor telpon BT di MKG, buru-buru telpon dan memastikan sekali lagi kalo gue bakal ke sana untuk beli tuh 3.

Rasanya lega aja udah nyampe MKG dan ke BT, langsung diambil tuh Pandan Roll 3, dan 1 Chocolate Roll (kesukaan nyokap coklat), dan gue pun juga ikutan beli roti hehehehe...lanjut ke Food Hall untuk beli pewarna makanan. Baru abis itu kita sendiri dinner.

Tadinya bokap mau makan Burger King, tapi kemudian entah bagaimana, karena gue jalan di belakang jadi enggak gitu nyimak nyokap dan bokap ngoceh apa, tau-tau beralih ke Pancious :D



Hahahaha...tinggal gue yang nyengir-nyengir kegirangan. Makan Pancious lagi padahal baru hari Rabu kemaren gue makan Pancious hehehe...entah kenapa kok gue bisa tergila-gila pada Pancious ini. Padahal yang gue makan tuh bukan pancake-nya. Yang gue pesen itu selalu Chicken Caesar Salad (ketularan Sufei, jadinya sekarang gue kalo pesen makan sebisa mungkin ada saladnya), Penne Duck & Mushroom, dengan minum Fresh Fruit Ice Tea Cocktail. Udah. Bukan gue enggak doyan pancake-nya, cuma kok rasanya kurang manis ya buat gue. Jadi ya...gue malah jarang pesen pancake.

Hieh...hari ini bener-bener deh...menghampiri 3 mall yang ada di Kelapa Gading hanya demi Pandan Tiger Roll Long...untung di Gading ada 3 mall...gak kebayang kalo cuma ada 1 mall, or kalo cuma ada 1 BT!
Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com