Notice

Blog ini, sesuai dengan namanya, adalah tempat seorang Caroline Zenia Ivana mengoceh sesuai isi hatinya...

It's open for everyone who stumble upon this humble blog....

It's open for everyone to say something or share their thoughts on what I wrote in here...

But if you're an ex student of mine...there is one rule and one rule only regarding this blog...and please...PLEASE follow this simple rules...

NEVER TALK ABOUT THIS BLOG BESIDES YOUR FRIENDS!

It means...don't say anything about this blog to your teachers, or your Adult Leaders (you know WHO I mean)

Other than that...please enjoy your reading :)

bye!
Zenia

Thursday, November 12, 2009

Hasrat menulis...

Lagi bingung euy mau nulis apa...dari kemaren-kemaren sebenernya pingin banget nulis. Tapi entah kenapa malah jadi bingung mau nulis apa.

Masih ada "PR" untuk nulis perjalanan ke Bandung kemaren itu, yang bener-bener MEMUASKAN jiwa dan raga, terutama hasrat untuk foto-foto maupun fotoin orang. Kalo diliat di FB waduh...serasa jadi foto model beneran deh. Di saat orang lain kagak ada yang foto, kita asik foto-foto, di saat orang lain sibuk gantian foto, kita pake tripod yang membuat kita enggak ribut gantian, karena semua terfoto hihihihi...susah deh narsis!!

Mungkin HIGHLIGHTS of November adalah acara ke Bandung kemaren :) or...mungkin beberapa hari yang akan datang.

Yah kita liat aja lah ntar gimana...

Thursday, November 5, 2009

I Love You Beth Cooper


Hm...kenapa blog gue jadi isinya resensi/review semua ya? Ini pasti gara-gara Mia yang sempet bilang kalo dia menanti review gue selanjutnya hahahaha....just kidding non. Sembari menanti unduhan "Glee: The Music, Vol. 1" selesai dan mendengarkan album Andrea Bocelli "My Christmas" yang suer ENAK BANGET-BANGET!!! gue memutuskan untuk menuliskan review gue atas nih film. Tiba-tiba juga sih teringet. :)

From Amazon.com
When Denis (Rust), the geekiest guy in high school, proclaims his love for super-popular Beth Cooper (Panettiere), during his valedictorian speech, everyone is...well... speechless! But the real shock comes that night when Beth shows up at Denis’ house with her two best friends to show him how the cool kids party.

Sebenernya sih bisa dibilang nih film ketebak abis. Gak perlu ditonton penuh udah pasti ketebak lah kurang lebih jalan ceritanya. Dan gue biasanya gak gitu suka film-film seperti ini. Selain karena biasanya banyak adegan konyol, kadang juga diikuti oleh adegan-adegan yang super gross. Tapi enggak tahu kenapa, gue tiba-tiba [cukup] tertarik untuk liat nih film. Inilah pengaruh movie trailer. Film yang [biasanya] jelek, jadi terlihat [lebih] bagus gara-gara trailernya.

Dan akhirnya ini film pun gue tonton. And what do you know...boleh lah nih film gue kasih nilai 7 :)

Ceritanya sederhana. Banget. Cuma yang mungkin bikin gue suka...tokoh ceweknya, si Beth Cooper ini ternyata enggak terlalu "bitch" dan ternyata pada dasarnya baik. Okelah mungkin awalnya dia ada niat untuk sekedar buat lucu-lucuan aja, tapi toh along the way dia beneran nolong si Dennis itu, dan seperti yang udah ditebak, mereka berdua malah jadi temenan. Plus, di film ini, enggak terlalu banyak adegan yang super gross. Kalaupun ada adegan konyol...yah masih dalam taraf normal lah menurut gue. Jadi gue bisa menikmati nih film tanpa harus menutup mata, men-fast forward, atau malah mematikan nih film.

Lumayan lah buat penghiburan gue. Gue nontonya di sela-sela gue bersihin kamar. Itung-itung istirahat 2 jam hahaha...

Wednesday, November 4, 2009

Emily the Strange: The Lost Days - Rob Reger (Author, Illustrator), Jessica Gruner (Author), Buzz Parker (Illustrator)


Seperti biasa, dah ngeliat nih buku lamaaaa bener di Periplus. Tapi berhubung hardcover, trus masih diplastik gitu, plus di back cover-nya enggak ada tulisan apapun, gue jadi males beli. Entah kenapa enggak tertarik aja lah baca nih buku. Sampai tadi gue ke Periplus di Plaza Senayan. Kebetulan gue juga lagi kena virus kalap, jadilah dengan cepat gue tertarik dengan ini buku.

Seperti biasa, gue selalu melihat back covernya. Selain untuk ngeliat harga tuh buku [bohong kalo gue gak ngecek harganya], tentu untuk baca review singkat nih buku. Yang ada cuma tulisan gede-gede

....selain itu, bungkusnya pun masih bagus banget. Jadi gue mencoba mencari buku lain yang, siapa tahu, ada yang bungkusnya tidak terlalu bagus. Eh ternyata ada, jadilah kemudian gue minta dibuka. Otomatis, gue langsung liat back cover dan ternyata ada review singkatnya.

Emily the Strange: 13 years old. Able to leap tall buildings, probably, if she felt like it. More likely to be napping with her four black cats; or cobbling together a particle accelerator out of lint, lentils, and safety pins; or rocking out on drums/guitar/saxophone/zither; or painting a swirling feral sewer mural; or forcing someone to say "swirling feral sewer mural" 13 times fast...and pointing and laughing.


Jujur aja, gue sih bingung bacanya. Enggak menceritakan apapun gitu lho hihihi...tapi toh akhirnya gue nekat beli juga. Karena isinya kurang lebih seperti ini...
... merasa tertarik, jadilah gue beli.

Kemudian tiba-tiba gue menyadari, kalau ternyata ada 2 jenis buku di Periplus itu. Yang bikin gue rada heran sih, dua-duanya tuh sama-sama hardcover, harganya pun sama. 165 ribu. FYI, termasuk murah untuk ukuran hardcover. Bedanya antara dua buku itu, yang satu ukurannya agak lebih besar. Yang lebih besar adalah buku pertama yang gue pegang itu. Karena harganya sama, ya udah gue milih beli yang bukunya lebih besar itu. Iya lah.

Betapa kagetnya gue waktu nyampe rumah dan tuh buku gue baca. OMG...tuh buku JAUH lebih bagus daripada yang versi satunya lagi!! Pertama karena nih buku ber-jacket, alias punya sampul luar. Kedua, kertasnya berbahan glossy gitu!!! Jadi bukan kertas biasa, tapi yang bagus punya!! WAHHHH gak rugi banget deh!

Ceritanya tentang Emily yang ternyata mengalami amnesia dan usahanya memperoleh kembali ingatan serta jati dirinya. Dalam prosesnya itu, Emily mencatat segala hal yang ia temui di dalam buku/diary. Mendekati akhir cerita, barulah diketahui mengapa Emily bisa amnesia.

Secara keseluruhan, ini buku cukup menarik juga untuk dibaca. Mungkin karena tokoh utamanya, Emily, tidak seperti kebanyakan tokoh lainnya. Dan mungkin juga karena packaging nih buku yang menarik, membuat gue sendiri merasa enggak rugi untuk beli hihihihi...

Yah buat gue sih well spent lah :))

Kalap [Lagi]

Tadi [akhirnya] ke Kinokuniya juga. Kinokun yang di Plaza Senayan. Mana lagi? Sengaja disempetin karena nyokap rencana mau ke Singapore Desember besok. Padahal kalo dipikir-pikir, enggak usah hari ini juga gak papa sih, tapi berhubung tadi mati lampu, jadi ya sudah lah, sekalian melarikan diri mencari yang adem-adem. Apalagi dah dari Senin sampe Selasa kemaren sibuk ngerapiin kamar, yang sampe sekarang masih belum beres juga!! Hieh...ribet dah!

Jujur, gue gak punya ekspektasi tinggi. Perkiraan gue, seperti biasa gue akan 'kesulitan' mencari buku-buku gue. Apalagi kalo bukan novel roman karangan Nora Roberts atau Julie Garwood atau Sandra Brown? Selain karena emang belum ada buku-buku baru mereka yang rilis, sebagian [besar] buku mereka udah pada gue beliin semua. Paling kepikiran untuk beli Charlaine Harris punya buku, A Lily Bard series, yang emang masih kurang dua buku lagi.

Betapa kagetnya gue ketika melihat display buku-buku baru yang ternyata cukup BANYAK!!!! Bukan hanya nyaris seluruh judul buku yang terpampang adalah buku baru, tapi edisinya pun masih yang hardcover, udah gitu bukan jenis buku yang gue temui di amazon.com. Harus gue akui, gue sampe terpana, bertanya-tanya, dan heran sendiri. Rasanya, seinget gue, baru kali itu gue bener-bener bingung mau beli buku apa, karena nyaris semua buku itu mau gue beli!!!

Gue sampe enggak mempertimbangkan kalo buku-buku itu adalah buku untuk kalangan young adults atau malah young readers! Yang berarti biasanya adalah bacaan untuk anak usia SMP. Tapi mau bilang apa? Gue masih tertarik dengan buku-buku seperti itu dan yah...mereka bisa menuliskan cerita yang menurut gue tuh mendidik. Mungkin ada pengaruhnya juga bahwa yang mengarang adalah orang dewasa, jadi ceritanya enggak terlalu kekanak-kanakan.

Alhasil...gue beli 4 [EMPAT] buku di Kinokuniya, dan masih ditambah 2 buku lagi di Periplus. Andai tadi enggak diajak lunch sama Lisa, mungkin masih browsing buku lagi dan beli buku lagi. Aaghhhhh!!! Gila man!! Gue kalap!!

Di tengah-tengah kebingungan karena kekalapan gue itu, tiba-tiba kepikir...kapan ya terakhir gue ke PS/Kinokuniya? Pas menjelang pulang gue baru ngeh. Terakhir gue ke Kinokuniya adalah 12 September 2009!! Berarti sudah sebulan bahkan bisa dibilang nyaris dua bulan gue gak ke Kinokuniya! Pantes gue jadi kalap!!! Sinting!

Here's the books I bought. I'll try to give the reviews, especially when I think the book is good or at least interesting enough to read/buy.

Dua buku ini gue beli karena kebetulan seri. Harusnya sih sampe buku 3, tapi tadi belum ada, dan waktu gue cek amazon.com, belum ada paperback-nya.


Ini gue beli karena gue udah beli book-1 dan ternyata gue suka dengan jalan ceritanya. Jadilah gue beli lagi lanjutannya. Waktu dulu gue beli book 1, book 2 masih hardcover, sekarang udah ada yang paperback. Tinggal menanti book 3 yang masih hardcover :)


Buku ini gue beli...jujur karena iseng hahaha...mungkin karena gue masih kaget juga kali ya? Gue menemukan banyak sekali merchandise Disney's The Princess and the Frog ini, dari junior novelization, sampe buku berwarnanya. Alhasil, nih buku gue beli juga deh.


Sedangkan dua buku lain yang gue beli di Periplus....

Sebenernya nih buku di Kinokuniya juga ada, tapi ternyata di Periplus lebih murah 3 ribu hihihi.. jadilah belinya di Periplus. Tertarik sama nih buku karena ditulis kalo bapaknya Angel tuh ternyata the devil! Nah lho!! Penasaran 'kan?
Btw, it's a series...if this first book is good...I'll buy the next one..


I'll write about this book on next posting. This one is good!

Akhirnya sore around 16.45 gue pulang...kudu lah pulang...daripada gue belanja lagi? Padahal di JCC ada Indonesian Bookfair!! Dan katanya ada Time Bookstore pula!!! Aaghhhhh!!!!

Hieh...ya sudahlah...setidaknya gue cukup puas dengan perburuan gue hari ini hihihihi....

Tuesday, November 3, 2009

New Books....

Oke...kemaren hari Jumat, waktu pergi sama Mia, Sanny, dan Sufei, sempet mampir ke aksara PI. Maksud hati sih mau beli buku-buku yang lagi diskon...tapi apa mau dikata, buku-buku yang didiskon bukan buku-buku kesukaan gue. TAPI berhubung gue lagi pingin banget beli buku, alhasil gue tetep beli buku. Dua. Yang pertama adalah bukunya Angie Sage, Septimus Heap book 4. Agak ragu-ragu sih beli nih buku, apalagi karena buku 1-3 gue beli Bahasa Indonesia-nya. Tapi karena yah...agak-agak ribet juga nunggu yang Bahasa Indonesia, jadi gue pikir ya sudah lah, nomor 4 dan seterusnya gue beli yang bahasa Inggris.

Yang kedua adalah The Summoning oleh Kelley Armstrong


Like always, dah liat nih buku entah dari kapan di Kinokuniya dan juga periplus, tapi pasti enggak pernah tertarik untuk beli. Mungkin memang belum waktunya kali ya hahaha...and what do you know...ternyata gue sukak juga dengan nih buku!! Sekarang tinggal gue yang gregetan menunggu book 2!! Mungkin itu juga kali ya sebabnya gue tidak begitu tertarik dengan buku ini...karena bersambung! Hieh....


Chloe, 15, has the ability to see dead people, but before she can figure out what is happening, she has a breakdown, is diagnosed with schizophrenia, and placed in a group home. She befriends some of the teens at Lyle House and tries to accept her treatment. However, two of her more mysterious housemates suggest that maybe she isn't crazy.
Derek tells her to look up necromancy on the Internet, and she finds out that it's the ability to communicate with the spirits of the dead. He appears to have superstrength,
and his foster brother has magical powers.
Chloe's roommate, who causes things to fly around the room when she becomes angry, is taken away to a hospital and never heard from again. When she returns in Chloe's visions, Chloe suspects foul play, a misgiving confirmed when the dead speak to her again and reveal that they were "supernaturals" who were experimented on,
killed, and buried in the home's basement many years before.
Together with her new friends, Chloe escapes Lyle House, only to be betrayed.
This suspenseful novel sets up a secret underworld where some people support and help supernaturals, while others persecute them.


Mungkin yang bikin gue rada sebel adalah penulisannya menggunakan kata ganti orang pertama, yang berarti ditulis dari sudut pandang Chloe. Heran deh, kenapa kebanyakan buku-buku gue, terutama yang young adults punya sering banget pakenya kata ganti orang pertama??

Anyway, toh ini buku gue baca juga dan yah...gue suka juga :)...ceritanya mungkin enggah jauh-jauh dari tema yang memang sekarang sepertinya sedang hit, thanks to Twilight Saga. Tapi di sisi lain, gue sendiri ternyata memang cukup tertarik dengan segala supernatural things. Enggak melulu soal vampire or werewolf, sih, tapi juga tentang hal-hal yang bisa dibilang gaib lah. Something yang memang tidak ditemui sehari-hari, secara nyata. Paling enggak, tidak ditemui oleh gue, meskipun temen-temen gue cukup "sering" lah bertemu dengan hal-hal gaib.

Sekarang tinggal menunggu buku 2 The Awakening, versi paperbacknya, yang menurut Amazon.com baru muncul taon depan...hieh... :(

Buku kedua yang...cukup gue nantikan (tapi tidak pingin gue beli) adalah buku terakhir A Luxe Novel: Splendor.


New beginnings.

Shocking revelations.

Unexpected endings.

A spring turns into summer, Elizabeth relishes her new role as a young wife, while her sister, Diana, searches for adventure abroad. But when a surprising clue about their father's death comes to light, the Holland girls wonder at what cost a life of splendor comes.

Carolina Broad, society's newest darling, fans a flame from her past, oblivious to how it might burn her future. Penelope Schoonmaker is finally Manhattan royalty—but when a real prince visits the city, she covets a title that comes with a crown. Her husband, Henry, bravely went to war, only to discover that his father's rule extends well beyond New York's shores and that fighting for love may prove a losing battle.

In the dramatic conclusion to the bestselling Luxe series, New York's most dazzling socialites chase dreams, cling to promises, and tempt fate. As society watches what will become of the city's oldest families and newest fortunes, one question remains: Will its stars fade away or will they shine ever brighter?

Covernya keren yahhhhh :)) harus gue akui, ini buku, rangkaian Luxe Series emang memiliki cover yang sangat cantik-cantik. Untuk yang pingin tahu soal buku-buku terdahulunya, klik disini

So...ini buku, Splendor adalah buku terakhir. Diawali dengan The Luxe, kemudian Rumors, Envy, dan terakhir Splendor. Rasanya enggak perlu gue ceritain dari awal soal ini buku, intinya sih nih cerita mirip Gossip Girl, tapi dengan jaman yang berbeda, mungkin sekitar tahun 1900-an kali ya? Kalo masuk dalam kategori buku orang dewasa, maka mungkin bisa dimasukkan dalam kategori historical romance.

Dari awal baca buku pertama aja males, malah langsung ke bagian akhir, tapi emang sih sempet tertarik dengan intrik dan permasalahan yang terjadi sama tokoh-tokohnya. Apalagi di buku 3, endingnya cukup bikin gue penasaran. Dan sekarang nih buku akhirnya keluar juga.

Betapa kecewanya gue waktu baca review di amazon.com. Dapet 3,5 bintang dari total 6 reviews. Not bad lah ya...tapi gue jadi langsung males baca waktu ada yang nulis gini...

I was so thrilled to read the conclusion of the Luxe series... I just had this feeling that somehow, some way, Diana and Henry would be together, Penelope and Carolina would get what they deserve, and Elizabeth, who never had very much luck, would find some kind of happiness without Will. Instead, Diana ends up completely alone, Elizabeth suddenly is in love with Teddy (what?!), Carolina ends up as herself but still fitting perfectly into society, and Henry and Penelope end up still together in somewhat of an open marriage. This was not the way I envisioned this series ending... and especially not as rushed as it was. We spent 3.5 books rooting on Diana and Henry just for Diana to end their relationship with some silly "It's not you, it's me" kind of talk and Henry returning to the denseness he showed in the first book (pre-Diana). The epilogue was vague and the whole series was sloppily wrapped up. This book was such a terrible ending to such a great series... and was good, right up until the end. Sigh. I guess we can't always get our happy ending.


WHAT????!!!!?????

Hieh...langsung kempes deh pengharapan gue...dan langsung nih buku enggak gue baca! Hahahaha....

Tapi mengingat endingnya seperti ini, jujur bikin gue males baca. Mending gue baca yang lain dah...beneran deh. Mengecewakan :((