Tuesday, May 31, 2011

Coming Soon

Hieh...ternyata udah lama banget ya gue enggak review buku :( mau kembali membaca buku nih...untuk sementara kristik dikesampingkan dulu kali ya...meskipun kembali ada 'PR' translate, tapi yah...kayaknya bisa dihandle.

SO...tadi iseng ke amazon.com...dan mampir ke blog-nya Olivia...mata gue tiba-tiba tertumbuk akan dua buku baru yang segera mau muncul :D ahhh senangnya!! Dan kemudian tiba-tiba semakin banyak buku yang mau muncul tahun ini... ini dia buku yang kedatangannya bakal gue nanti...

Dimulai dengan...


Theodore Boone is back in a new adventure, and the stakes are higher than ever.
When his best friend, April, disappears from her bedroom in the middle of the night, no one, not even Theo Boone-who knows April better than anyone-has answers. As fear ripples through his small hometown and the police hit dead ends, it's up to Theo to use his legal knowledge and investigative skills to chase down the truth and save April.

Release tanggal 6 Juni... ini buku merupakan lanjutan Theodore Boone: The Kid Lawyer. Seinget gue sih udah pernah gue review buku ini, jadi kalo mau tau lebih tentang buku sebelumnya, monggo dicari di list sebelah ya...




Return to the Sisterhood of the Traveling Pants . . . ten years later From #1 New York Times bestselling author Ann Brashares comes the welcome return of the characters whose friendship became a touchstone for a generation. Now Tibby, Lena, Carmen, and Bridget have grown up, starting their lives on their own. And though the jeans they shared are long gone, the sisterhood is everlasting. Despite having jobs and men that they love, each knows that something is missing: the closeness that once sustained them. Carmen is a successful actress in New York, engaged to be married, but misses her friends. Lena finds solace in her art, teaching in Rhode Island, but still thinks of Kostos and the road she didn’t take. Bridget lives with her longtime boyfriend, Eric, in San Francisco, and though a part of her wants to settle down, a bigger part can’t seem to shed her old restlessness. Then Tibby reaches out to bridge the distance, sending the others plane tickets for a reunion that they all breathlessly await. And indeed, it will change their lives forever—but in ways that none of them could ever have expected. As moving and life-changing as an encounter with long-lost best friends, Sisterhood Everlasting is a powerful story about growing up, losing your way, and finding the courage to create a new one.

No, I haven't review The Sisterhood Series before, gue udah pernah baca buku satu kalo enggak salah, dan kemudian ngumpulin bukunya, tapi karena kemudian nonton filmnya, jadi tuh buku agak-agak terbengkalai. Sekarang muncul lagi buku penutup, tebakan gue. Buat yang ngikutik serial The Sisterhood of the Travelling Pants , ini buku sayang banget untuk tidak ikutan dibaca. Release tanggal 14 Juni.



Katarina Bishop has worn a lot of labels in her short life:
Friend. Niece. Daughter. Thief.
But for the last two months she’s simply been known as the girl who ran the crew that robbed the greatest museum in the world.
That’s why Kat isn’t surprised when she’s asked to steal the infamous Cleopatra Emerald so it can be returned to its rightful owners.
There are only three problems.
First, the gem hasn’t been seen in public in thirty years.
Second, since the fall of the Egyptian empire and the suicide of Cleopatra, no one who holds the emerald keeps it for long — and in Kat’s world,
history almost always repeats itself.
But it’s the third problem that makes Kat’s crew the most nervous,
and that is . . . the emerald is cursed.
Kat might be in way over her head, but she’s not going down without a fight. After all, she has her best friend — the gorgeous Hale — and the rest of her crew with her as they chase the Cleopatra around the globe,
dodging curses and realizing that the same tricks and cons her family has used for centuries are useless this time.
Which means, this time, Katarina Bishop is making up her own rules.


Dari seluruh buku yang gue taro di postingan ini, buku ini yang bisa dibilang paling gue tunggu-tunggu. Dan andai versi audiobooknya masih dengan narator yang sama, Angela Dawe, besar kemungkinan gue bakal milih audiobooknya. Karena sampe sekarang gue masih belum beli bukunya Heist Society...mungkin karena belum ketemu versi paperbacknya juga kali ya? Anyway, really can't wait for this book!! Release tanggal 21 Juni.



I've seen him on the news. Followed the stories about what happened in Ohio. John Smith, out there, on the run. To the world, he's a mystery. But to me . . . he's one of us. Nine of us came here, but sometimes I wonder if time has changed us—if we all still believe in our mission. How can I know? There are six of us left. We're hiding, blending in, avoiding contact with one another . . . but our Legacies are developing, and soon we'll be equipped to fight. Is John Number Four, and is his appearance the sign I've been waiting for? And what about Number Five and Six? Could one of them be the raven-haired girl with the stormy eyes from my dreams? The girl with powers that are beyond anything I could ever imagine? The girl who may be strong enough to bring the six of us together? They caught Number One in Malaysia. Number Two in England. And Number Three in Kenya. They tried to catch Number Four in Ohio—and failed. I am Number Seven. One of six still alive. And I'm ready to fight.

Ini dia lanjutan I Am Number Four, yang bukunya gue beli demi bisa nonton di bioskop, eh...apa daya...tiba-tiba muncul masalah di perbioskopan Indonesia. Parah. So...tertarik dengan buku ini setelah baca cuplikannya di buku I Am Number Four. Sekarang giliran Number Six. Release 23 Agustus.



In The Lost Hero, three demigods named Jason, Piper, and Leo made their first visit to Camp Half-Blood, where they inherited a quest:

Seven half-bloods shall answer the call,
To storm or fire the world must fall.
An oath to keep with a final breath,
And foes bear arms to the Doors of Death.

Who are the other four mentioned in the prophesy?
The answer may lie in another camp miles away,
where a new camper has shown up and appears to be the son of Neptune,
god of the sea.


Ini buku bikin gue kaget. Kenapa? Karena waktu gue liat di daftar New Release di amazon, ini buku enggak ada di daftar, tapi tiba-tiba pas lagi liat salah satu buku, nampak cover ini. Dan WOW!! Ini juga salah satu buku yang gue nanti kehadirannya!! Dari covernya udah ketebak, apalagi buat yang udah baca buku 1, dimana Percy muncul. Release 4 Oktober.


And last (for the moment) but not least


The situation at the London Institute has never been more precarious. With Mortmain and his clockwork army still threatening, the Council wants to strip Charlotte of her power and hand the running of the Enclave over to the unscrupulous and power-hungry Benedict Lightwood.

In the hope of saving Charlotte and the Institute, Will, Jem, and Tessa set out to unravel the secrets of Mortmain’s past—and discover unsettling Shadowhunter connections that hold the key not only to the enemy’s motivations, but also to the secret of Tessa’s identity. Tessa, already caught between the affections of Will and Jem, finds herself with another choice to make when she learns how the Shadowhunters helped make her a “monster.” Will she turn from them to her brother, Nate, who has been begging her to join him at Mortmain’s side? Where will her loyalties—and love—lie? Tessa alone can choose to save the Shadowhunters of London…or end them forever.

Ini jelas lanjutan Clockwork Angel, buku yang udah gue baca...tapi kayaknya kudu dibaca ulang deh hahahahahaha. Sayang The Mortal Instrument series yang buku 4 sampe sekarang belum juga gue baca :( ... hieh...entah kapan bakal gue baca. Hopefully sih sebelum buku-buku ini kelar hahaha. Anyway, buku ini bakal release 6 Desember.

Thursday, May 26, 2011

Secret Garden - 시크릿 가든


Annyong!

Hehehehe...udah lama enggak nulis-nulis...pinginnya sih cerita soal perjalanan ke Malang kemaren dalam rangka sepupu married...tapi berhubung udah agak lama...jadi mungkin ditunda dulu.

So....kali ini mau cerita ato sedikit ngasih review soal ini drama seri Korea hasil rekomendasi sepupu di Malang, Editha dan Elisa judulnya Secret Garden.

Sinopsisnya...well...kalo liat di wikipedia sih panjang ya...let see if I can shortened it. Intinya sih tentang cowok yang kaya, naksir sama cewek yang enggak gitu kaya (gue enggak bilang miskin, karena ya ceweknya enggak miskin tapi enggak kaya juga) dan seperti biasa, keduanya saling tertarik satu sama lain. Singkatnya sih gitu.

Singkat amat ya?

Tapi, cerita ini kemudian menjadi tidak sesederhana itu, karena kemudian muncul tokoh-tokoh lain yang memberikan warna lain di film seri ini. Ditambah...si cowok dan cewek kemudian jadi bisa bertukar jiwa...kalo liat poster di bawah ini pasti ngerti deh.. :D




Tapi untung, ceritanya enggak berkutat sama masalah mereka yang tukar jiwa/tubuh, tapi soal kecocokan mereka berdua. Dan bagaimana masing-masing saling mempengaruhi dan berubah.



Hujan cukup memiliki peranan yang cukup penting di film ini, meskipun kehadirannya tidak banyak dan adegannya tidak seperti film India, hujan memiliki peranan di film ini.


Tokoh utama pria , Kim Joo Won diperankan oleh Hyun Bin


Sedangkan tokoh utama perempuan, Gil Ra Im, diperankan oleh Ha Jiwon. Pastinya udah enggak asing denger nama Ha Jiwon, udah banyak film maupun drama seri yang dimainin.

Yang gue suka dari drama seri sepanjang 20 episode ini adalah...ceritanya yang enggak terlalu bertele-tele, jalan cerita yang cepat, kalimat-kalimat yang menurut gue cukup seru, dan tidak lupa lucu!

Joo Won bener-bener tipikal anak orang kaya yang memandang rendah orang lain dan Ra Im jenis cewek yang meskipun bertampang gahar (she's a stuntwowan) tapi ternyata tetep cewek juga.

Di awal film, Joo Won bener-bener tidak menarik simpati, karena kata-katanya yang kasar, tapi entah mengapa menurut gue ada beberapa kata-kata dia yang yah...sedikit banyak emang bener. Meskipun ada beberapa yang suer bikin sakit hati banget.

Selain itu, yang bikin gue suka sama ini film, bisa dibilang tidak ada tokoh antagonisnya yang jahat banget, jadi ya...udah bisa ketebak bahwa Joo Won bakal jadian sama Ra Im. Plus film ini happy end, buat semua tokoh-tokohnya hahahahaha...

Dari 20 episode, mungkin di episode 17 adalah klimaksnya dan baru kemudian pelan-pelan turun di episode berikutnya sampai kemudian berakhir di episode 20.

Oh ditambah lagu-lagunya yang suer bagus!!! Udah 2 lagu instrumennya gue ambil jadi ringtone bbm hehehehehe...

Gue kasih 4,5 bintang dari 5. Kenapa enggak 5? Karena gue masih ngerasa ada beberapa hal yang buat gue agak aneh dan sedikit enggak masuk akal (bukan soal mereka yang tukeran jiwa/tubuh, tapi alasan kenapa sampe mesti tukeran jiwa/tubuh).

So...buat yang lagi nyari drama seri Korea...ini bisa dijadiin pilihan :)

Monday, May 9, 2011

Chick Lit - Katie Fforde

Bohong kalo bilang bahwa gue enggak demen baca chick lit :), karena jenis cerita yang gue suka umumnya masuk kategori chick lit. Harus diakui, cerita-cerita chick lit bisa dibilang sangat ringan, dan klise abis. Tapi, kadang setelah menghabiskan hari atau minggu atau bahkan bulan yang berat, atau bahkan sesudah patah hati, baca chick lit bisa cukup menghibur. Bukan berarti gue pernah mengalaminya, tapi kadang selesai baca chick lit, bisa bikin gue tersenyum dan mendesah..ah...love.... :D

Rasanya udah cukup lama gue enggak baca chick lit. Romance gue baca. Tapi biasanya romance yang gue baca itu termasuk kategori historical romance, atau suspense/thriller romance, supernatural romance, dsb. Bahkan Nora Roberts pun meskipun termasuk general romance, rasanya enggak bisa gue masukkan kategori chick lit.

Anyway, beberapa bulan yang lalu (Feb-Maret) gue ketemu dengan buku karangan Katie Fforde di Periplus. Jujur, gue belum pernah baca satupun buku karangan Katie Fforde dan dengan malu gue mengakui, gue tertarik sama cover depannya *blush* *melirik Mia*


Dan ketika gue baca sinopsis singkatnya, well...gue langsung tertarik...

Sophie Apperly’s frustratingly dismissive family has never taken her seriously. Fiercely academic, they see her more practical skills as frivolous – whilst constantly taking advantage of her. So when her best friend Milly invites her over to New York, she jumps at the chance. It’ll do her ungrateful family good to do without her for a while and, as Milly keeps telling her, it’s time she spread her wings. What’s more, she’s on a quest – America holds the key to solving her family’s financial woes, even if they don’t deserve her help.

From the moment Sophie hits the bright lights of Manhattan she’s captivated. Feeling like she’s stepped into the middle of a film set, Sophie is determined to enjoy every minute of her big adventure. So when an evening at an art gallery opening throws her into the path of Matilda, a spirited old lady who invites her to Connecticut for Thanksgiving, Sophie willingly accepts, much to the dismay of Matilda's grandson Luke. Undeniably attractive but infuriatingly arrogant, he is very protective of his grandmother and seems to doubt Sophie’s motives for befriending her. No match for the formidable Matilda, he eventually admits defeat, but first he has a proposal to make. He’ll help Sophie in her quest to save her family from financial ruin if she returns the favour. But just what does she have to do in return…?

Ceritanya jelas-jelas klise, but somehow sweet. Gue suka dengan Sophie yang selalu baik, penuh semangat dan pekerja keras. Bagian yang gue suka justru disaat Luke dan Sophie saling salah paham satu sama lain. Gue bisa merasakan pedihnya Sophie dan ikutan gregetan. Buat gue, bagian itu merupakan bagian yang membuat gue jatuh cinta dengan Katie Fforde.

Dan alhasil, gue beli lagi buku Katie Fforde yang lain.


Kali ini gue tertarik karena sinopsis singkat di cover belakangnya :) meskipun harus diakui, ada semacam kesamaan model/tema dalam gambar covernya bukan?

With bookshop where she works about to close, Laura Horsley, in a moment of uncharacteristic recklessness, finds herself agreeing to help organise a literary festival deep in the heart of the English countryside. But her initial excitement is rapidly followed by a mounting sense of panic when reality sinks in and she realises just how much work is involved – especially when an innocent mistake leads the festival committee to believe that Laura is a personal friend of the author at the top of their wish-list. Laura might have been secretly infatuated with the infamous Dermot Flynn ever since she studied him at university, but travelling to Ireland to persuade the notorious recluse to come out of hiding is another matter.

Determined to rise to the challenge, she sets off to meet her literary hero. But all too soon she’s confronted with more than she bargained for – Dermot the man is maddening, temperamental and up to his ears in a nasty case of writer’s block. But he’s also infuriatingly attractive – and, apparently, out to add Laura to his list of conquests …

Harusnya udah ketebak kenapa gue langsung tertarik dengan buku yang satu ini. Apalagi kalo bukan soal tokohnya yang kerja di toko buku dan berhubungan dengan buku-buku?

Jujur, gue pingin bisa seperti Laura, yang bisa membaca buku genre apapun, baik itu sastra atau sekedar fiksi biasa seperti romance. Dan mungkin kerja di toko buku kecil (ingat film "You've Got Mail"?) menarik juga :)

Sayang, gue kurang suka dengan buku ini. Gue suka dengan Laura yang memiliki kemampuan organisasi yang cukup hebat, pengetahuan tentang buku yang luas. Tapi hubungan dia dengan Dermot...well...buat situasi yang membuat Laura jatuh cinta/tertarik dengan Dermot kurang tergambarkan. Dan Dermot sendiri...penokohannya kurang kuat. Seolah-olah jadi ada dua kepribadian Dermot. Dermot yang baik dan romantis serta Dermot yang tidak sabaran dan penuh emosi. Dari sinopsis singkat di cover belakang, gue membayangkan Dermot yang pemarah, emosian, dan agak-agak kasar, itu semua baru muncul setelah setengah buku kalo gue enggak salah.

Sayang sih sebenernya...oh well...mungkin harus mencoba baca buku yang lain? Hahahaha...

So far, pengarang chick lit yang menurut gue memang bagus baru Cecelia Ahern, yang seluruh 7 bukunya gue baca dan gue suka plus dengan gaya cerita yang saling berbeda satu sama lain.

Gue baru baca 2 buku Katie Fforde, dah bisa ketebak tipikal ceritanya hahaha...it's not necessarily a bad thing, meskipun bisa jadi membosankan. Nora Roberts dan Sandra Brown pun juga punya tipikal ceritanya masing-masing. Meskipun mereka bukan termasuk chick lit...

Oh well...mungkin ini juga yang kadang bikin gue ragu-ragu untuk baca chick lit?

Monday, May 2, 2011

Blessed Pope John Paul II



Tanggal 1 Mei 2011 kemaren merupakan upacara pengangkatan Paus Yohanes Paulus II menjadi seorang Beata atau dalam istilah Bahasa Inggrisnya, Blessed. Kalo dalam Bahasa Indonesia, gue agak kurang tahu apakah dipake istilah "Yang Terberkati" atau "Beata", tapi berhubung gue lebih sering denger istilah Beata, jadi tebakan gue yang dipake adalah Beata Yohanes Paulus II.

Beatifikasi merupakan pengakuan Gereja Katolik terhadap orang yang sudah meninggal yang menunjukkan bahwa individu tersebut telah berada di surga dan mampu memberikan bantuan bagi mereka yang berdoa atas namanya. Well gue terjemahin dari wikipedia sih gini...kalo ada yang lebih tepat, tolong kasih tau ya.. :)

Intinya sih, pengakuan bahwa individu tersebut mampu membantu menyampaikan permohonan kita ke Tuhan.

Beatifikasi merupakan proses ketiga dari empat proses yang ada sebelum kemudian menjadi Santo atau Santa.

Seharusnya, proses beatifikasi terjadi lima tahun sesudah individu tersebut meninggal. Yang artinya, sesudah lima tahun, barulah kemudian dicari bukti-bukti yang mendukung pernyataan bahwa orang tersebut layak dan pantas mendapat gelar "Blessed". Tapi karena pada saat Paus Yohanes Paulus II meninggal massa banyak yang berteriak "Santo Subito!" atau "Saint Immediately" atau "Santo sekarang juga!" maka Paus Benedict XVI tidak menunggu lima tahun, langsung melakukan proses beatifikasi.

Alhasil, 6 tahun sesudah kematiannya, Paus Yohanes Paulus II dinyatakan sebagai "Blessed".

Buat gue pribadi, cukup seneng bisa lihat sepenggal prosesinya di tv (lupa waktu gue) dan setidaknya yang gue liat adalah pada waktu pemberkatan itu terjadi.

Dan yang buat gue agak tercengang, meskipun seharusnya tidak, adalah adanya pengumuman yang meminta para hadirin untuk tenang, tidak mengibarkan bendera selama Ekaristi berlangsung. Dan mereka pun tenang. Wow... ya tau sih ini sedang dalam proses Ekaristi, tapi tetep aja...ini kita ngebahas 3000 orang lho...tapi ya...keren lah :)

Sekarang, tinggal menanti apakah Paus Yohanes Paulus II bakal menjadi Santo.



pictures taken from www.ibtimes.com

Go Down in History

Gue sebenernya mengharapkan beberapa kejadian seru nan heboh yang terjadi beberapa hari terakhir ini terjadi dalam waktu yang sangat dekat, alias dari hari ke hari, tapi sepertinya ada bolong satu hari dan ada dua kejadian yang muncul dalam satu hari.

What am I talking about?

Oke...

Tanggal 29 April kemaren, The Royal Wedding. Seluruh mata dunia melihat ke arah Inggris satu hari itu. Satu hari itu semua bertanya-tanya dan penasaran dengan gaun pengantinnya Catherine Middleton.

Tgl 30 April...semua istirahat. Hahahaha... Berita seolah-olah kembali normal, dengan masih tetap menayangkan berita soal situasi di dunia Arab.

Tgl 1 Mei, kembali ada sebuah peristiwa menghebohkan. Kali ini mata dunia, meskipun mungkin tidak semua, menatap ke arah Vatican City untuk melihat upacara Beatifikasi Paus Yohane Paulus II. Resmi sudah, Paus Yohanes Paulus II menjadi seorang Beata. Sesudah itu, semoga saja, ia bisa menjadi Santo Yohanes Paulus II, bersama dengan Santa Theresa of Calcutta (sekarang Beata Teresa of Calcutta)

Tgl 2 Mei, mungkin di Amrik tanggal 1 Mei, tapi di Indo udah tanggal 2 Mei, Osama Bin Laden dinyatakan mati oleh pihak Amrik. "Osama Bin Laded Is Dead" begitu tulisan di breaking news setiap channel news dari BBC, CNN, Fox News, sampe Aljazeera tv, plus Metro TV dan TV One.

Gue cuma bisa bilang. WOW! 3 hari yang benar-benar...unforgettable! Dan bakal tercatat dalam sejarah.

Sunday, May 1, 2011

This Is The Day (The Lord Hath Made)

Seperti yang udah diketahui oleh seluruh orang di dunia, tanggal 20 April kemaren, Prince William menikah dengan Catherine Elizabeth Middleton. Dan gue seperti kebanyakan orang lainnya juga ikutan mengikuti prosesi pernikahan mereka lewat tv. Terutama upacara pemberkatan di gereja.

Dari seluruh lagu yang dibawain di gereja, gue cuma tertarik sama satu lagu. Mungkin karena yang ngarang adalah John Rutter.

Buat anak paduan suara, nama John Rutter harusnya sudah tidak asing lagi. Banyak lagu-lagu dia yang emang enak banget untuk dinyanyiin SATB. Favorit gue sejauh ini adalah "The Lord Bless You And Keep You", "All Things Brigh And Beautiful", "For The Beauty of The Earth", dan "A Clare Benediction". Gue suka dengan lagu-lagu itu mungkin karena itu adalah lagu yang gue pelajari pertama kali.

Seperti yang udah gue tulis di postingan sebelumnya, lagu "This Is The Day (The Lord Hath Made) merupakan permintaan Dean of Westminster sebagai hadian bagi the royal couple. Dan gue langsung jatuh cinta dengan lagu ini.

Lagu ini dinyanyikan pada saat di gereja, sesudah bacaan. Iseng nyari di youtube dan ketemu videonya...so...enjoy :)



Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com