Saturday, August 11, 2012

Ruby Red - Kerstin Gier


This is the latest book I read. Started in the morning, interrupted by some chores I had to do, continued read it at 3 am, and finished it at 5.30am. That's just showed how good this book is. And in the end, it made my head hurt...you'll see why if you read this book.

Sixteen year old Gwen live with her extended - and rather eccentric - family in an exclusive London neighborhood. In spite of her ancestor's peculiar history, she's had a relatively normal life so far. The time-traveling gene that runs like a secret thread through the female half of the family is supposed to have skipped over Gwen, so she hasn't been introduced to "the mysteries", and can spend her time hanging out with her best friend, Lesley. It comes as an unwelcome surprise when she starts taking sudden, uncontrolled leaps into the past.

She's totally unprepared for time travel, not to mention all that comes with: fancy clothes, archaic manner, a mysterious secret society, and Gideon, her time-traveling counterpart. He's obnoxious, a know-it-all, and possibly the best-looking guy she's seen in any century.



Time travel, romance, secret society, and cover like that (dress like that), I'm hooked!!!

Diawali dengan Hyde Park, London, 1912, hanya dengan dua tokoh, tanpa nama, he and she (Princess). Langsung kebayang koneksi yang ada diantara mereka berdua, bahkan sebelum bab tersebut berakhir.

Bab 1, kita berada di jaman sekarang, dan kisah Gwen pun dimulai.

Berhubung temanya perjalanan waktu, jadi ya udah kebayang lah apa yang mereka lakukan, Tapi mereka tidak melakukan perjalanan waktu menggunakan alat, tapi mereka bisa tiba-tiba loncat kesana kemari tanpa kontrol. Mungkin agak mirip cerita The Time Traveler's Wife?

Di Ruby Red, dikatakan bahwa hanya orang-orang tertentu, dan orang-orang ini sudah 'ditentukan' sebelumnya berdasarkan perhitungan matematika, yang bisa melakukan perjalanan waktu. Karena perjalanan waktu mereka yang tidak terkontrol, maka diciptakan (atau mungkin memang sudah ada) alat yang bisa membantu mengontrol kemana mereka pergi dan untuk berapa lama.

Para pejalan ini kemudian membentuk secret society, dan berhubung namanya juga secret society, sudah pasti ada banyak rahasia di baliknya.

Di buku 1, yang menurut gue terlalu singkat!!, banyak rahasia yang belum terungkap dan bikin gue gregetan banget. Gregetan karena gue keburu penasaran, gue pingin tahu, dan begitu gue baca epilogue, kepala gue mulai sakit. Kenapa sakit, karena kalau gue mengurut-ngurut jalan cerita yang udah gue baca...berarti Gwen...tapi bagaimana dengan peraturan...ahhhh...my head hurts!!

Secara keseluruhan, buku ini menarik. Alur ceritanya cepat, tokoh-tokohnya menarik dan buat gue tergambarkan dengan baik (gue bisa ikutan emosi pada waktu Grace, Gwen's mom, berantem sama Aunt Glenda, Grace's sister). Jalan ceritanya meskipun sejauh ini masih belum ketauan siapa yang baik, siapa yang jahat, apa rahasia di balik semuanya ini, bener-bener bikin gue enggak bisa menutup ini buku sampe akhir. Dan seperti gue bilang, dengan ending di buku 1 ini, malah bikin gue tambah penasaran dengan buku dua dan tiga.

Yang bikin sebel, buku ini aslinya dalam Bahasa Jerman, udah terbit semuanya, tapi yang versi Bahasa Inggris nomor 3 baru rilis taon depan. MAN!!!

Sekarang lagi mempertimbangkan mau beli buku 2 yang hardcover apa nunggu yang paperback...

Anna Dressed In Blood - Kendare Blake


Anna Dressed in Blood is the second book I read after Grave Mercy. When this book finally arrived...wow!! So happy :D

Cas Lowood has inherited an usual vocation: he kills the dead.

So did his father before him, until his gruesome murder by a ghost he sought to kill. Now, armed with his father's mysterious and deadly athame, Cas travels the country with his kitchen-witch mother and their spirit-sniffing cat. Together they follow legends and local lore, trying to keep up with the murderous dead-keeping perky things like the future and friends at bay.

When they arrive in a new town in search of a ghost the locals call Anna Dressed in Blood, Cas doesn't expect anything outside of the ordinary: track, hunt, kill. What he finds instead is a girl entangled in curse and rage, a ghost like he's never faced before. She still wears the dress she wore on the day of her brutal murder in 1958: once white, but now stained red and dripping blood. Since her death, Anna has killed any and every person who has dared to step into the deserted Victorian she used to call home.

And she, for whatever reason, spares his life.


Dari judulnya aja udah ketahuan kalo ini buku ceritanya horor. Apa ya terjemahan Indonesianya, Anna Berbaju Darah? Saksikan di bioskop terdekat! Kayak judul film horor lokal jadinya.

Anyway, cerita langsung dibuka dengan Cas yang kudu membunuh hantu yang biasa berpose sebagai hitchhiker. Segera saja kita jadi tahu apa yang Cas lakukan dan bagaimana ia melakukan pekerjaannya.

Berikutnya, Cas dan ibunya pindah ke kota lain, untuk menghadapi Anna. Dan di sinilah cerita baru dimulai. Menggunakan sudut pandang orang pertama, Cas mulai menceritakan tentang kebiasaan-kebiasaan yang ibunya lakukan, tentang Tybalt the spirit-sniffing cat milik ibunya, tentang kebiasaan mereka berpindah-pindah, dan tentang kehidupan Cas sejauh ini.

Tujuan Cas pindah ke Canada, adalah untuk mencari Anna. Dan ketika ia pada akhirnya bertemu dengan Anna, things tends to get ugly.

Mata gue terbelalak dengan lebar begitu gue baca bagian dimana Cas (dan beberapa temannya) bertemu dengan Anna. Gue sampe baca dua kali kalimat itu, dengan pelan-pelan supaya gue enggak salah membayangkan. Dan, man, its gruesome!! Gue sampe mengucap "oh my god!"

Berikutnya Cas datang, beberapa hal menjadi sedikit lebih jelas, dan Cas mulai berteman dengan Anna. Cas mulai menyadari beberapa hal tentang situasi Anna.

Kisah tentang Anna sendiri kemudian terkuak, dan sekali lagi, gue cuma bisa terbelalak, mengucapkan "oh my god!" dan tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan Anna.

Cerita tidak berhenti di situ, karena ada misteri lain yang kemudian muncul dan harus segera diatasi.


Anna Dressed in Blood bisa dibilang bukan cerita yang biasa gue baca. Dulu, jaman SMP dan SMA, gue suka baca horor. Cerita-cerita karangan R. L. Stine termasuk yang cukup sering gue baca. Tapi kemudian bosen juga. Baru kali ini gue kemudian baca cerita horror lagi.

Enggak inget juga apa yang membuat gue memutuskan untuk beli ini buku. Mungkin karena review-nya pada bilang bagus, atau mungkin karena gue penasaran aja.

Jalan ceritanya sederhana menurut gue, dengan alur yang cukup cepat. Gue suka dengan latar belakang yang diceritakan oleh Cas, membuat semuanya menjadi lebih jelas. Gue juga suka dengan tokoh-tokoh yang kemudian Cas katakan sebagai teman. Dan gue suka dengan cerita Anna.

Yang membuat gue agak terganggu adalah...alasan kenapa Anna tidak membunuh Cas, kenapa Anna bisa memiliki solid form padahal dia adalah hantu. Mungkin gue kelewatan bagian dimana dijelaskan soal kenapa Anna tidak membunuh Cass...I don't know...ntar gue baca lagi deh.

Dari ringkasan cerita, sudah langsung disimpulkan bahwa Cass naksir Anna dan vice versa...cuma kok menurut gue kurang keliatan ya awalnya mereka bisa saling naksir.

Tapi, terlepas dari itu semua, yang menurut gue hanya gangguan kecil, Anna Dressed in Blood menarik untuk dibaca dan gue suka dengan apa yang ditawarkan. Buat yang tau film seri Supernatural, Anna Dressed in Blood mirip Supernatural tapi versi remaja hahaha.

Buku ini masih bersambung di buku 2, Girl of Nightmare, yang besar kemungkinan bakal gue beli juga bukunya.

Grave Mercy - Book 1 His Fair Assasin - Robin LaFevers


Trained as an assassin by the god of death, Ismae is sent to the court of Brittany, where she finds herself underprepared - not only for the games of intrigue and treason, but for the impossible choices she must make.

For how can she deliver Death's vengeance upon a target who, against her will, has stolen her heart?

A dangerous romance full of intrigue, poison and ultimately finding one's way



Jujur, yang membuat gue tertarik dengan buku ini...adalah covernya *blush* dan kemudian ringkasan singkat di covernya. Buat gue, apa yang gue suka seolah-olah ada di buku ini. Romance and suspense. Meskipun targetnya young adults, tapi berhubung tokohnya, Ismae, digambarkan berumur 17 tahun (setidaknya menurut gue sekurang-kurangnya udah 17 tahun), gue ngeliatnya dia sebagai gadis yang udah cukup dewasa.

Ismae digambarkan sebagai gadis yang memiliki kelebihan, karena dikatakan bahwa ia anak Dewa Kematian, God of Death. Sebagai anak perempuan yang dikatakan merupakan anak Dewa Kematian, tentu ada enak dan enggak enaknya. Untuk beberapa tahun, yang Ismae rasakan hanya enggak enaknya, sampai kemudian ia 'diselamatkan' dan nasib Ismae kemudian berubah.

Ismae dibawa ke Biara St. Mortain, dimana ia kemudian dilatih untuk menjadi pembunuh bayaran dan di sinilah kelebihan Ismae diasah, dibentuk, dan dikembangkan. Di sinilah Ismae menemukan 'surga'.

Cerita menjadi lebih kompleks ketika Ismae kemudian harus terlibat dalam intrik politik istana.


Grave Mercy mengambil setting di Britanny tahun 1485-1488, jadi kebayang dong situasi dan kondisinya seperti apa. Mungkin ini juga yang bikin gue agak tertarik. Ditambah lagi, gue suka dengan Ismae, gadis yang punya 'kelebihan' sebagai anak Dewa Kematian. Apa kelebihannya, lebih baik langsung dibaca aja bukunya. Selain itu, tokoh-tokoh yang kemudian muncul di sepanjang buku juga menarik dan tidak sedikit yang memang bikin keki serta menyebalkan. Dari awal Ismae digambarkan sebagai gadis yang meskipun memiliki nasib 'buruk', tetap menjadi gadis independen, dan meskipun kekurangan rasa cinta, ia mau membuka diri akan adanya cinta atau kasih sayang.

Secara keseluruhan, ceritanya sangat menarik, terutama untuk mencari tahu siapa yang ternyata menjadi pengkhianat, siapa yang sebenarnya baik, dan kapan tokoh yang emang bener-bener menyebalkan akhirnya berhasil dikalahkan.

Romance di Grave Mercy, bisa dibilang halussssss sekali, sampai nyaris tidak terasa hahahaha...sesuai dengan situasinya sih, dimana Ismae gradually mulai jatuh hati dengan sosok yang seharusnya ia curigai.

Intrik politik di dalam istana, bisa dibilang tidak terlalu njelimet, cukup jelas sebenernya siapa yang jahat, meskipun siapa yang sungguh-sungguh baik ternyata tidak seperti yang disangka.

Seperti biasa, begitu gue udah mulai baca ini buku, gue nyaris enggak bisa berhenti. Bahkan waktu lagi ke Gandaria City sama Gerrie aja ini buku gue bawa, dan gue baca sampe malam. Selesai 1 hari :D

Bisa dibilang, sesudah baca buku ini, gue jadi tertarik untuk baca buku roman lainnya.

So..meskipun gue beli ini buku memang karena gue tertarik dengan jalan ceritanya, gue puas dengan hasil yang didapat. Gue suka dengan tokoh-tokohnya, dengan jalan cerita yang mengalir dengan mulus dan cepat, dengan roman yang meskipun halus tapi masih bisa dirasakan, dengan intrik politik istana yang THANKS GOD nggak njelimet or terlalu penuh intrik, dan ending yang tentunya happy (sesuai dengan keinginan gue hahahaha). Kesimpulannya...PUAS baca buku ini dan gue enggak sabar untuk nunggu buku 2 dan 3
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com