Wednesday, January 30, 2013

Hansel & Gretel: Witch Hunters



Kemaren, gue nonton Hansel & Gretel: Witch Hunters.  Sempet ragu-ragu untuk nonton karena Dito baca review-nya dibilang jelek.  Tapi tho berhubung udah pingin nonton, jadi ya sudah nonton saja.  Yang lucu adalah, Dito nonton di Surabaya, gue nonton di Jakarta hahaha...Dito kelar nonton, gue baru masuk bioskop.  Sengaja nonton di blitzmegaplex, ambil yang 3D. 

Menurut Dito sih filmnya bagus.  Menurut gue, seru juga.

Menurut wikipedia...Hansel and Gretel merupakan nama panggilan untuk Johannes dan Margaret.  Wow...gue baru tahu soal ini.  Mungkin mirip dengan panggilan Bob untuk mereka yang bernama Robert (eh bener gak sih?).

Anyway, Hansel and Gretel merupakan cerita dongeng karangan Grimm bersaudara, yang juga bikin cerita Rapunzel, Cinderella, The Frog Prince, dll.  Seperti cerita-cerita Grimm bersaudara lainnya, Hansel & Gretel sudah berulang kali diadaptasi.  Kali ini versi lain dari dongeng klasik tersebut.

Gue berasumsi semua sudah pada tahu mengenai cerita dasar Hansel & Gretel (apakah masih ada yang tidak tahu soal dongeng klasik ini?), jadi gue enggak bakal cerita lagi.

Versi yang baru ini dimainkan oleh Jeremy Renner (yang jadi Hawkeye di The Avengers) sebagai Hansel dan Gemma Arterton (Princess Tamina di Prince of Persia) sebagai Gretel.

Satu hal yang pasti, film ini bukan film anak-anak atau bahkan film remaja.  Film ini masuk kategori film Dewasa, atau 17 tahun ke atas.  Jadi bagi yang usianya belum mencukupi, atau bermaksud mengajak anak-anaknya, atau sepupu/saudara yang masih anak-anak, mohon untuk tidak dilakukan.

Menurut gue, film ini lebih pas dimasukkan ke dalam kategori horor, meskipun kalau disamakan dengan film model Saw atau Texas Chainsaw sih memang kurang pas, tapi menurut gue ini film tetep termasuk yang cukup sadis.  Jujur, cukup banyak adegan dimana gue kudu tutup mata, dan nonton dari sela-sela jari sangking enggak tahan.  Dan menurut Dito bagian ini adalah yang seru.

Dan gue nonton yang 3D.  Suer, baru kali ini gue berasa banget nonton 3D.  Kepala tuh beberapa kali sampe ikut minggir kiri dan kanan atau ke belakang, karena ingin 'menghindari' serpihan-serpihan kayu atau peluru yang beterbangan.  Mantap lah 3D nya hahaha.

Gue baru sadar bahwa ini film kemungkinan masuk kategori horor adalah waktu Gretel membunuh nenek sihir pertama kali.  Menurut cerita, Gretel mendorong nenek sihir ke dalam oven ketika sang nenek sihir sedang berada di depan oven itu sendiri.  Nah di film ini, Gretel menusuk nenek sihir beberapa kali sebelum akhirnya mendorong masuk ke dalam oven.  

Oke.  Dan yang muncul di kepala gue pada saat seluruh adegan itu berlansung adalah, omg....Gretel is a psychopath.  Ngeliat caranya ngebunuh nenek sihir tanpa ada keragu-raguan sedikitpun, tanpa ada rasa penyesalan, gimana nanti kalo udah gede??

Adek gue yang denger penjelasan gue cuma ketawa, bilang kalo gue kebanyakan nonton Criminal Minds.  Hieh...

Gue sempet berpikir bahwa film ini sebenernya tidak berbeda dengan dongeng klasik Grimm bersaudara, hanya melanjutkan kisahnya.  Tapi setelah gue inget-inget...ternyata memang berbeda hahaha...Hansel & Gretel yang ini setelah membunuh si nenek sihir, tidak kembali pulang ke orang tuanya (atau ke ayah dan ibu tiri mereka), malahan mereka menjadi terkenal dan kemudian menjadi pemburu penyihir.  

Yah di satu sisi untunglah sisi psikopat Gretel ke arah yang benar, membunuh penyihir jahat, bukan sekedar membunuh orang.  I approve! halah!!

Dimulailah pengalaman Hansel & Gretel memburu para penyihir dan tentunya membunuh mereka semua.  Sampai kemudian mereka disewa oleh walikota Augburg untuk mencari kembali anak-anak yang telah diculik dan diduga diculik oleh penyihir.  Ternyata penculikan anak=anak ini merupakan bagian dari sebuah ritual dimana bila dilakukan dapat membuat para penyihir tahan terhadap api.  Mengapa mereka ngotot untuk bisa tahan dengan api, karena menurut Hansel (kebetulan yang ngomong adalah Hansel) untuk amannya lebih baik para penyihir itu dibakar.

Di Augsburg, Hansel & Gretel menyelamatkan Mina dari tuduhan sebagai penyihir dan nyaris dibakar, akibat hasutan sang sheriff.  Lalu ada lagi Ben yang ternyata nge fans berat dengan Hansel & Gretel.

Dari seluruh peran yang ada di film ini, yang gue tidak suka, sayangnya, adalah peran Mina...sedangkan yang lainnya menurut gue keren.  Apalagi yang jadi penyihir-penyihir nya hahaha...mantap.  

Overall, gue menikmati film ini.  Penuh dengan aksi yang keren, darah dimana-mana, adegan-adegan sadis yang membuat gue tutup mata dan juga membuat gue menganga karena terkesima (adegan Hansel menembak penyihir kaki tangan Muriel di kepalanya).  

Gak nyesel lah gue tonton hahaha....3D pula. 

  

    

  


Sunday, January 27, 2013

Sok Ng-Artist

So....kemaren seorang Yan Matheas datang berkunjung ke Jakarta.  Kedatangannya menjadi sesuatu yang khusus karena untuk seterusnya, dia akan tinggal di Bali, mengikuti jejak seorang Sufei dan Geraldina.  Apakah seorang Zenia akan ikut menyusul? Well....masih tidak tahu, tapi sejauh ini sih sepertinya tidak.  Bali buat gue, so far, hanya merupakan tujuan wisata.  Enak untuk dijadikan tempat jalan-jalan, liat-liat, shopping, mengenal budaya Indonesia, tapi untuk tinggal hidup dan bekerja di sana...belum ada bayangan.

Nah, karena kemaren Yan dateng, jadi berita tersebut sempat diberitakan ke beberapa teman dekat, seperti Lisa, Bibie, Rany, dan Ingrid & fam.  Rany ternyata sedang terbaring sakit, sudah 4 hari.  Ingrid & fam masih sibuk mengurusi rumah yang kemaren kebanjiran.

Oh man!! Don't get me start about flood in Jakarta few days before.  It's a disaster.  Sejauh ini, memang keadaan rumah Ingrid yang cukup parah.  Sedangkan Lisa, toko obat-nya yang parah.

Kembali ke cerita, jadi yang bisa dateng hanya gue, Lisa, dan Bibie (ditemani oleh sang Ook tentu).  Bibie dateng telat, jadi gue Yan dan Lisa lunch duluan di Tokyo Belly, di Grand Indonesia.  Lumayan enak juga makanannya.  Ada sushi, ramen, omurice (nasi goreng), dan curry.  Standard lah harganya, yang berarti tidak termasuk golongan murah, tapi terlalu mahal juga enggak.  Gue makan curry, Lisa makan ramen, dan Yan makan Omurice.  Kita udah selesai makan, dan ngobrol sampe lama...baru Bibie dateng.  Bibie dateng, Lisa yang perlu cabut karena dia mau ke kondangan temennya di Shangri-La.

Kemudian bercerita lah gue soal kesibukan gue sekarang.  Yang mana adalah kristik.  Oke, sebelum lanjut, gue mau kasih sebuah artikel dari cracked.com yang dikasih Dito ke gue, yang gue bagi ke Yan dan Bibie juga.

       Once you wade through the blood and terror, horror thrillers like Saw, Texas Chainsaw Massacre, and The Silence of the Lambs have a unifying theme at heart: The only thing serial killers love more than murdering people is completing a really ambitious arts and crafts project. Whether it's fashioning suits out of women, stitching masks from travelers' faces, or building a puppet that can ride a tricycle, the real moral seems to be that you should never trust anyone who genuinely seems to enjoy sewing.


Jreng...jreng...jreng.....hahahahaha....kacau dah.

Kata-kata completing a really ambitious arts and crafts project memang kurang lebih bener sih, meskipun kalo gue mungkin lebih tepat dibilang ambitiously complecting arts and crafts yaitu menyelesaikan kristik.  

Saat ini, resminya gue ada 2 project.  Kenapa gue bilang resminya, karena 1 adalah pesenan orang (4 kristik gambar mawar yang mau dijadikan sarung bantal hias) dan 1 untuk sepupu gue yang mau married di bulang April (precious moments wedding).

Project tidak resminya...ada kristik The Seven Dwarfs, kristik pola Stolen (HAED) dan pola-pola kecil yang kadang suka gue bikin karena iseng.

Setelah kemaren menyelesaikan pola mawar yang kedua, gue sempet 'absen' kristik beberapa minggu, sebelum akhirnya mulai lagi di awal tahun ini.  Plus kemudian dorongan untuk memulai kembali kristik Stolen kuat banget.

Akhirnya gue berpikir, oke, karena ada 2 project utama dan 1 project Stolen, gue akan coba ngerjainnya gantian.  Sabtu Minggu khusus ngerjain Stolen, sedangkan Senin sampe Jumat ganti-gantian ngerjain mawar dan precious moments.

Sabtu Minggu berhasil.  Sejak bangun sampe sekitar jam 3 pagi, terus gue ngerjarin Stolen.  Sambil nonton tv tentu.  Senin ngerjain mawar.  Selasa ngerjain Precious Moments...dan abis itu enggak berhenti.  Bablas terus sampe akhirnya itu kristik selesai.



Kemudian sesudah itu, gue istirahat. 

Jadilah gue cerita soal betapa gue ternyata kalo ngerjain kristik, terutama untuk pola yang baru, itu ngotot.  Gue bisa ngerjain kristik sampe pagi.  Meskipun memang tidak bener-bener kristik terus sih, toh gue juga kadang berhenti untuk makan, kadang masak, kadang nonton tv juga, tapi ya gitu, ngotot.

Respon Yan dan Bibie adalah, yah itu biasa...sama kayak para pelukis atau komposer kan gitu juga.  Mereka bisa ngerjain project mereka terus menerus dan sesudah itu baru istirahat.  Kata Yan, namanya juga orang seni.

Hahahaha....jadi terhibur gue.

Oke...mungkin alasan sesungguhnya akan kebiasaan gue bukan karena gue orang seni, tapi untuk sekarang gue suka dengan alasan itu.

Apparently i'm an artist hahahahaha....    


Friday, January 25, 2013

Another One From Annie Leibovitz!

Oke...berhubung kegiatan internet gue lebih banyak berkisar pada soal mengunduh film, jadi memang udah lama banget gue enggak browsing berita atau apapun yang berbau-bau Disney.

Awalnya gue udah mau tidur, it's 2.28 am man! Tapi karena satu dan lain hal, one thing lead to another, gue yang tadinya udah tiduran jadi bangun dan melakukan kegiatan browsing.

Dan betapa kagetnya gue waktu menemukan beberapa foto menarik.

Seperti yang sudah diketahui (andai belum tahu juga gak papa) Annie Leibovitz beberapa waktu lalu sempet melakukan serangkaian foto untuk promosi Disney Parks, yang ternyata dinamakan Disney Dream Portrait series.  

Sekarang, rupanya ada tambahan baru, yang mana ternyata memang masih berlanjut.  Oh well...

Berhubung masih rada baru...or mungkin memang enggak ada, foto-foto yang ada di sini ukurannya memang tidak besar, tapi setidaknya masih bisa dilihat :)

   
Ini yang paling baru. 

Where adventures awaits

Jelas, foto tersebut diambiil dari film Rapunzel.  Yang memerankan Rapunzel adalah Taylor Swift.  

Sedangkan di tahun 2012 ada

 Where you can go on the ride of your afterlife


 Where every moment leaves you hungry for more

Foto pertama diambil dari Haunted Mansion, yang menurut website Disney Park mereka bertiga bernama Phineaz, Ezra, and Gus atau lebih dikenal sebagai The Hitchiking Ghost.  Apakah ada yang tahu siapa saja yang ada di foto itu? Jack Black, Will Ferrel, dan Jason Segel.

Dan untuk foto kedua, diambil dari Peter Pan.  Kalau di seri sebelumnya yang diangkat adalah Peter Pan, Wendy, dan Tinkerbell, kali ini Captain Hook! Russell Brand yang kebagian peran sebagai Capt. Hook.

Tanpa gue ketahui, ternyata di tahun 2011 sudah ada tambahan 2 foto yang memang menjadi satu rangkaian. 

Where the magic set sail...


 ...and adventures become legendary

Jelas kedua foto ini diambil dari Pirates of the Caribbean dan Johnny Depp yang berperan langsung sebagai Capt. Jack Sparrow.  Untuk foto kedua, Johnny Depp ditemani Patti Smith as the second pirate in command.

Sekali lagi...mantap lah Annie Leibovitz 

Thursday, January 24, 2013

Les Miserables (2012)



Ini dia film yang udah gue tunggu begitu tau bakal dibikin versi musikalnya.  Dan penantian itu tidak sia-sia.  Buktinya, gue sampe nulis blog tentang ini film.

Gue tau Les Miserables entah dari mana, tapi dari judulnya aja kayaknya udah kebayang betapa ini film penuh dengan penderitaan.  

Dulu, pernah ada filmnya, tahun 1998.  Yang main jadi Jean Valjean adalah Liam Neeson, yang jadi Fantine si Uma Thurman, Cosette dimainkan oleh Claire Danes, dan yang jadi Javert si Geoffry Rush.  Durasinya sendiri cukup panjang, nyaris 2,5 jam.  Berhubung tahun ini bakal ada versi musikalnya, maka kemaren di HBO sempet diputer lagi film Les Miserables yang tahun 1998 punya.  Itung-itung untuk perbandingan dan menyegarkan ingatan gue.

Kalau baca wikipedia, terutama Les Miserables versi bukunya, wah...bisa pusing gue.  Selain karena itu buku tebelnya bukan main, tokoh-tokohnya juga banyak, dan Victor Hugo memasukkan cukup banyak sejarah Perancis di situ.  Buat yang tertarik baca bukunya, silakan.  Tapi gue jujur, menyerah.

Sebelum ada versi film tahun 1998 dan yang sekarang, sudah ada versi musikalnya.  Pertama dalam bahasa Perancis, kemudian diadaptasi ke bahasa Inggris dan sukses besar.  Dan kali ini dari Broadway, dipindahkan lagi ke layar lebar.  

Bagi pecinta musikal, penyuka Broadway, bahkan pecinta lagu-lagu model opera atau klasik, pasti setidaknya pernah dengar setidaknya 3 lagu dari Les Miserables ini "I Dreamed A Dream", "Bring Him Home", dan "On My Own".  "I Dreamed A Dream" yang dibilang paling terkenal, apalagi setelah Susan Boyle menyanyikan lagu ini.  "On My Own" pernah dinyanyikan Rachel di Glee kalau ada yang ingat.  "Bring Him Home" yang kurang familiar, tapi tetep bagus.

Satu lagi yang menurut gue menjadi nilai jual bagi film ini adalah para pemerannya menyanyikan sendiri secara langsung selama syuting.  Jadi mereka menggunakan earpiece dimana mereka akan mendengarkan iringan piano, dan menyanyikan secara langsung.  Yang mana ternyata teknik ini sudah pernah dilakukan untuk film RENT, film musikal lain yang juga diadaptasi dari pertunjukkan Broadway. Another one of my favorite  musical.

Les Miserables berbeda dengan The Phantom of the Opera yang juga merupakan film musikal.  Bedanya, nyaris seluruh percakapan dalam Les Miserables dinyanyikan, sedangkan di The Phantom of the Opera (dan Rent dan Wicked) masih ada percakapan biasa dan beberapa dinyanyikan.

Mungkin Les Miserables lebih tepat disebut Opera karena nyaris seluruh percakapan dinyanyikan, sedangkan musikal biasanya masih ada percakapan biasa.  Tapi...bisa aja gue salah.

Oke, enough about 'the background' of Les Miserables. 

Les Miserables bercerita tentang seorang Jean Valjean, seorang mantan napi yang mendapat kesempatan kedua dan berusaha untuk selalu berbuat baik.  Juga menceritakan hidup Fantine, yang memiliki anak, Cosette, di luar nikah dan berusaha sekuat tenaga untuk mencari nafkah untuk Cosette yang dititipkan pada keluarga Thenardiers, yang ternyata malah menjadikan Cosette sebagai pembantu.  Thenardiers memiliki seorang anak perempuan bernama Eponine.  Lalu ada Marius, seorang mahasiswa yang terlibat dalam revolusi Prancis, yang jatuh cinta dengan Cosette, dan disukai oleh Eponine.  Dan tidak ketinggalan Inspektur Javert, yang berusaha menangkap Jean Valjean sekuat tenaga.

Oke, itu bisa dibilang plot singkat Les Miserables.  Kalau gue nulis lebih dari itu, bisa-bisa spoiler banget.  Kalau mau tahu lebih detail, seperti biasa, kunjungi Wikipedia :) 

Yang harus dipersiapkan dalam menonton film ini adalah tissue.  Dan usahakan untuk ke wc dulu.  Meskipun panjangnya cuma 2,5 jam lebih dikit, kayaknya sayang banget kalau kepotong untuk ke wc.

Gue cukup seneng dengan terjemahan film ini.  Bagus banget dan bener-bener berasa banget kesedihan, keputus-asaan Jean Valjean dan Fantine.  Pingin tahu siapa yang gak nangis waktu denger Fantine nyanyi "I Dreamed A Dream".  Baru kali ini gue menyimak bener-bener liriknya dan jujur, gue kaget banget dan langsung berasa banget lirik terakhir lagu itu "Life has killed the dream I dreamed"

Rasanya enggak heran kalau Anne Hathaway bakal menang Oscar.  She's marvelous on this movie.  Meskipun perannya bisa dibilang cuma sebentar, waktu dia nyanyi "I Dreamed A Dream" itu bener-bener mencuri perhatian banget.

Di film ini ada lagu baru, "Suddenly", bener-bener menyentuh hati.
 
Lagu "On My Own" tentu termasuk lagu yang gue tunggu.  Di versi film 1998, tokoh Eponine ditiadakan.  Kali ini, ada Eponine dan "On My Own" adalah lagu yang dinyanyikan olehnya.  Setelah mendengarkan "On My Own" versi Lea Salonga dan juga Rachel Berry, gue cuma bisa bilang kalau nadanya diturunin hahaha...tetep bagus kok, tapi ya itu...ketara banget nadanya diturunin.

Adegan lain yang bikin gue juga menitikkan air mata adalah adegan Eponine dan Marius.  Cukup menyentuh lah adegan itu. 

Bagian terakhir bikin gue bener-bener nangis, meskipun entah kenapa setelah dipikir-pikir hahaha...mungkin karena memang bagian terakhir juga menyentuh banget, dan dengarkan waktu Cosette nyanyi, berasa banget getaran suaranya.

Overall, ini film layak dijadikan salah satu nominasi film terbaik Oscar :D, bagitu juga untuk Hugh Jackman dan Anne Hathaway.  Dibandingkan dengan versi 1998 punya, yang versi musikal lebih berasa kesedihan dan perjuangan Jean Valjean dan Fantine.  Lagu-lagunya bener-bener membantu banget untuk menyampaikan perasaan para tokoh-tokohnya.  Untuk tokoh Javert, menurut gue versi tahun 1998 lebih menggambarkan usaha apa saja yang sudah ia lakukan demi menangkap seorang Jean Valjean, sedangkan di film ini, usaha itu tidak terlalu dijelaskan.  Tetap terlihat bahwa  Javert berusaha menangkap Valjean, tapi sejauh mana tidak begitu keliatan.

Gue sempet berpikir, untung ini musikal bukan karya Andrew Lloyd Weber, jadi tiap lagu bener-bener berbeda.  Bukan berarti kalo Weber bikin lagu seringnya sama, tapi Weber seperti punya satu tema dimana nada-nada yang sama selalu muncul berulang-ulang kali, yang diganti hanya liriknya.  Di Les Miserables sendiri juga ada bagian seperti itu, tapi kayaknya Weber lebih kentara.

Oh hal yang cukup sering muncul adalah adegan dimana beberapa orang menyanyikan bagian yang berbeda di waktu yang sama.  Wow! Cukup dibutuhkan kecepatan mata dan ketajaman kuping untuk bisa mencocokkan siapa menyanyikan bagian yang mana.

Buat penyuka musikal dan atau Broadway sih menurut gue ini termasuk film yang kudu dan patut ditonton.
Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com