
Oke...meskipun agak telat, tapi berhubung ada 'request' :) jadi gue coba nulis tentang ini buku. I love this book! :)
Temen gue Dito sempet geleng-geleng keheranan, well I imagined he shook his head because I talked to him by phone, waktu gue bilang kalo Rick Riordan bikin buku baru tapi kali ini temanya Egypt. Kemaren itu Rick Riordan bikin buku tentang Olympus, sekarang masih dengan para dewa tapi latar belakangnya ganti Mesir. Baca di Wikipedia, Rick Riordan bilang kalo di kelasnya (he's a teacher), satu-satunya yang menarik setelah Yunani kuno adalah Mesir kuno, maka muncullah ini buku.
Secara umum, ini buku lebih bagus, lebih seru, lebih menegangkan, lebih besar, dibandingkan Percy Jackson. Bila dibandingkan antara Lightning Thief dengan The Red Pyramid, cukup terasa perbedaannya. Lightning Thief, meskipun seru dan membuat orang penasaran dengan lanjutannya, The Red Pyramid terasa lebih "besar". Untuk buku pertama, The Red Pyramid seperti bisa berdiri sendiri. Membaca The Red Pyramid serasa membaca Percy Jackson book 5.
Masih menggunakan sudut pandang orang pertama, sama seperti seri Percy Jackson, The Red Pyramid diceritakan melalui sudut pandang tokoh utamanya. Tapi kali ini tokoh utamanya ada 2. Carter, 14 tahun, besar di Amerika, berkulit gelap (I think he's an African American) dan Sadie 12 tahun, adik Carter, besar di Inggris, berkulit terang (she's white). No, mereka bukan anak adopsi, mereka bener-bener saudara kandung, karena ayah mereka an African American sedangkan ibu mereka orang Inggris, berkulit putih.
Secara bergantian Carter dan Sadie menceritakan kejadian-kejadian yang terjadi dengan mereka berdua. Seperti yang udah gue tulis di postingan sebelumnya, The Red Pyramid bercerita tentang petualangan Carter dan Sadie menyelamatkan Ayah mereka, mencari tahu penyebab kematian ibu mereka dan mengungkap rahasia keluarga mereka.
Since his mother's death six years ago, Carter Kane has been living out of a suitcase, traveling the globe with his father, the brilliant Egyptologist Dr. Julius Kane. But while Carter's been homeschooled, his younger sister, Sadie, has been living with their grandparents in London. Sadie has just what Carter wants - school friends and a chance a "normal" life. But Carter has just what Sadie longs for - time with their father. After six years of living apart, the siblings have almost nothing in common. Until now.
On Christmas Eve, Sadie and Carter are reunited when their father brings them to the British Museum, with a promise that he's going to "make things right." But all does not go according to plan: Carter and Sadie watch as Julius Kane summons a mysterious figure, who quickly banishes their father and causes a fiery explosion.
Soon Carter and Sadie discover that the gods of Ancient Egypt are waking, and the worst of them - Set - has a frightening scheme. To save their father, they must embark on a dangerous journey - a quest that brings them ever closer to the truth about their family and its links to the House of Life, a secret order that has existed since the time of the pharaohs.
Sama seperti Percy Jackson, The Red Pyramid penuh dengan dewa-dewa Mesir, latar belakang mereka, sejarang singkat, kekuatan mereka, gambar mereka dan masih banyak lagi. Gue sih menyarankan untuk baca sambil buka internet, meskipun di buku sudah dilengkapi dengan gambar-gambar (membantu banget!), tapi toh tetep aja seru melihat 'wajah' para dewa-dewa Mesir itu di internet.
Baca The Red Pyramid yang pasti bakal menambah pengetahuan kita tentang dewa-dewa Mesir, dan sukur-sukur bisa baca itu hieroglyphs :) But seriously, ini buku emang bagus banget, penuh dengan aksi, petualangan, sejarah Mesir, sihir, intrik, dan happy end hahahaha. Meskipun tokohnya anak-anak, tapi tetep enak kok dibaca orang dewasa. Toh buku yang bagus adalah buku yang dapat dinikmati oleh anak-anak DAN orang dewasa :)
Happy reading (or listening if you prefer the audiobook :D)
