Sunday, November 24, 2013

The Naturals - Jennifer Lynn Barnes


 

OK...setelah berbulan-bulan enggak nulis blog, setelah baca buku ini, gue terdorong untuk nulis review-nya. 

The Naturals, by Jennifer Lynn Barnes. 

Seventeen-year-old Cassie is a natural at reading people. Piecing together the tiniest details, she can tell you who you are and what you want. But, it's not a skill that she's ever taken seriously. That is, until the FBI come knocking: they've begun a classified program that uses exceptional teenagers to crack infamous cold cases, and they need Cassie. 

What Cassie doesn't realize is that there's more at risk than a few unsolved homicides-especially when she's sent to live with a group of teens whose gifts are as unusual as her own. Soon, it becomes clear that no one in the Naturals program is what they seem. And when a new killer strikes, danger looms close. Caught in a lethal game of cat and mouse with a killer, the Naturals are going to have to use all of their gifts just to survive. 



Yang gue beli di Periplus ini terbitan UK. Yang terbitan Amrik, cover ya agak beda, tolong dilihat di Amazon sendiri ya. Anyway, di buku yang gue beli ini, sinopsis singkatnya ada menulis soal 'profiler', berhubung gue termasuk yang senang dengan film seri Criminal Minds, kata profiler mau enggak mau membuat gue tertarik dengan buku ini, jadilah gue beli.

Akhirnya buku ini selesai juga gue baca dan tebakan gue bener.  Kalau Ally Carter "Heist Society" merupakan versi remaja Ocean 11, "The Naturals" adalah versi remaja Criminal Minds.  Di Amazon ada ditulis perpaduan antara The Mentalist dan Pretty Little Liars. Buat gue sih agak kurang pas. Berhubung gue enggak baca ataupun nonton Pretty Little Liars, jadi memang enggak bisa bikin perbandingan. Soal The Mentalist, well....bisa dimengerti sih kenapa bisa muncul kesimpulan itu, tapi gue tetap pada pilihan gue, Criminal Minds.

So...meet Cassandra Hobbes (Cassie), 17 tahun, yang tiba-tiba direkrut oleh FBI, untuk diasah menjadi Profiler.  Kemampuan Cassie merupakan kemampuan alami, yang kalau tidak diberikan pengarahan yang tepat, kemampuan tersebut lambat laun bisa berkurang.  Sealami apapun sebuah kemampuan, kalau tidak dilatih tentu akan memudar. 

Cassie tidak sendirian, ia kemudian akan bertemu beberapa remaja lain yang kurang lebih sebaya dan sama berbakatnya dengan Cassie sendiri.  Ada Lia, Sloane, Michael, dan Dean.  Masing-masing dengan kemampuannya sendiri-sendiri, kecuali Dean yang sama seperti Cassie adalah seorang Profiler.

Tentu semuanya tidak lengkap tanpa adanya cinta segitiga.  Udah ketebak tentunya antara siapa dengan siapa, dan sayangnya sampe buku pertama ini selesai, cinta segitiga itu masih berbentuk segitiga, sesuatu yang sangat gue sayangkan, karena gue benci cinta segitiga hahahaha...

Terlepas dari itu semua, gue menikmati banget buku ini.  Mungkin karena memang mirip Criminal Minds kali ya. Plus, kita juga jadi sedikit banyak tahu soal victimology, soal MO, soal observasi, dan hal-hal lain.  Kadang jadi mirip Sherlock Holmes, terutama pada saat Cassie atau yang lainnya, menguraikan jalan pikiran mereka.  Jadi cukup banyak yang bisa dipelajari juga di buku ini.

One thing for sure, cant wait for the next book, next year. 

2 comments:

Ditogendut said...

Hmmmm... Mungkin karena gue udah keracunan Poirot, Sherlock Holmes, Body of Proof, Endeavor, dll, (melirik ke elu dengan lirikan penuh tuduhan, LOL) kok rasanya kaya kurang "berkesan" pas tahu tema buku ini. Apalagi pas dulu gue melajarin soal para psikopat kan gue juga jadi melajarin soal profiling n profesi profiler, entah kenapa jadi agak-agak kurang berkesan juga karena sedikit banyak profiling kan berhubungan sama stereotyping, jadi ya rasanya kaya gitu2 aja. Gue lebih berkesan sama cerita kaya Endeavor karena kan dengan segala keterbatasan teknologi (settingnya tahun 60an atau 70an kan seri itu?) tapi masih bisa melakukan pekerjaan detecting. Sementara kalo soal cerita sekunder-nya, gue lebih prefer sama Sherlock.

Apalagi soal "kelebihan" tokoh2nya, itu bikin gue inget sama film seri Heroes, yang pada gilirannya mengingatkan gue sama X-men, jadi ya gitu lah, berasanya kaya sebuah setting yang udah terlalu sering di rehashed n reused.

Mungkin gue bakal lebih tertarik kalau percintaannya jadi tema utamanya, sementara profiling, kelebihan, pemecahan kasus, dll itu cuman jadi pelengkap. Bukannya gue lebih prefer percintaan, tapi sekedar karena tema "remaja dengan kelebihan tertentu bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang-orang dewasa" sudah jadi tema yang terlalu sering muncul, n jadi kurang JRENG lah efeknya ke gue.

Caroline Zenia said...

Well....if you put it that way...kesannya jadi emang biasa aja hahaha...tapi buat gue, yang masih dan kayaknya bakal terus tertarik dengan hal-hal yang extraordinary, cerita seperti profiling, bahkan super powers akan terus gue baca dan gue tonton.

Harus diakui juga, bahwa lama kelamaan emang jadinya boring, karena ini adalah tema yang berulang, cuma buat gue, The Naturals mungkin agak sedikit berbeda.

The Naturals bukan super human. Kelebihan mereka bisa dibilang udah bawaan dari lahir, makanya dibilang The Naturals. Mungkin mirip-mirip dengan mereka yang punya indra keenam alias psychic dan supernatural lainnya.

Yah terlepas dari bagaimana mereka memperoleh kelebihan tersebut, kadang yang menarik juga bukan cuma mereka yang punya kelebihan, tapi pelaku kejahatannya itu sendiri yang menarik untuk di'kenal' lebih dalam.

Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com