Thursday, November 18, 2010

Charlie St. Cloud - Ben Sherwood (Book)


First of all, it's about the book, not the movie. Haven't see the movie yet, so I think it's a book review.

Charlie St. Cloud adalah buku keluaran tahun 2004 karya Ben Sherwood, originally published as "The Death and Life of Charlie St. Cloud", yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film, maka munculah cover buku yang disesuaikan dengan filmnya.

Sekali lagi gue tercengang dengan buku-buku yang tidak biasa gue baca. Kemaren kaget dengan The Gargoyle - Andrew Davidson, sekarang gue tercengang dengan Charlie St. Cloud from Ben Sherwood.

In a snug New England fishing village, Charlie St. Cloud tends the lawns and monuments of an ancient cemetery where his younger brother, Sam, is buried. After surviving the car accident that claimed his brother's life, Charlie is graced with an extraordinary gift: He can see, talk to, and even play catch with Sam's spirit. Into his magical world, comes Tess Carroll, a captivating woman training for a solo sailing trip around the globe. Fate steers her boat into a treacherous storm that propels her into Charlie's life. Their beautiful and uncommong connection leads to a race against time and a choice between death and life, between the past and the future, between holding on and letting go - and the discovery that miracles can happen if we simply open our hearts.

It got me. The summary got me. Mungkin karena gue lagi 'butuh' buku/cerita yang agak-agak mellow, dengan sedikit romance, atau mungkin karena gue sekedar penasaran. Jujur aja, ini bukan buku gue. Sekilas mungkin agak mirip "Lovely Bones" Alice Sebold, yang bukunya enggak gue baca juga meskipun adek gue bilang bagus banget. Jadi bayangkan keterkejutan gue ketika baru baca bab Introduction, first word, firs sentence, first paragraph, gue udah tertarik.

I believe in miracles.

Ceritanya mengalir dengan tenang. Tidak terlalu lambat hingga membuat kita bosan, tapi juga tidak cepat hingga membuat kita tegang. Dan meskipun mungkin masuk kategori drama, tapi kisahnya menarik untuk diceritakan, seperti bertemu dengan teman dimana kita bisa ngobrol dari satu topik ke topik lain dengan begitu saja (teringat akan Dito dan Sufei).

Udah ketebak, ceritanya memang bikin nangis, tapi bukan berarti lalu jadi sedih terus menerus. It will make you cry because the story itself is sweet and touching. Tanpa perlu menggambarkan situasi duka, pembaca jadi merasakan air mata yang tiba-tiba memenuhi pelupuk mata. Dan seperti biasa, you'll learn about new things one or two.

Gue sampe sekarang masih tercengang akan keputusan gue beli ini buku, karena ya itu...this looks like not my book! Tapi ternyata gue langsung terkesima dan dengan cepat terpikat. Dengan ritme yang teratur, bahasa yang sederhana namun tetap terasa indah, beberapa informasi yang terkesan tidak penting tapi toh tetap menarik untuk diketahui, dan pelajaran berharga tentang kesempatan kedua, pilihan Tuhan, dan kepercayaan. Percaya bahwa segala sesuatu ada tujuannya, percaya bahwa Tuhan sudah memberikan yang terbaik, percaya bahwa segala sesuatu dapat terjadi.

This book is about the death and life of Charlie St. Cloud.

2 comments:

mia said...

Huwaaah aku mau buku iniii, tiap ke periplus ga ada. Hihi.

Yep, tadijuga mikir, eh,ze baca beginian??? Bukan tipenya banget. better book than the movies kalo kata orang2 :)

CAROLINE said...

hahahaha...aku aja juga kaget kok bisa tertarik banget dengan ini buku. Mungkin karena Charlie diceritakan bisa melihat hantunya Sam? Mau enggak mau jadi memang tertarik sih. Dan enggak nyangka banget jalan ceritanya enak dinikmati (emangnya makanan?)...

Film sama buku? Wah beda jauhhhhhhhh...dah baca wikipedianya sampe bingung kok beda jauh.

Tapi tetep penasaran sih hehehe...

Coba cari di Times bookstore non kalo di Periplus gak ada.

Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com