Monday, October 24, 2011

The Friendship Test - Elizabeth Noble


They say the friends you make at college are with you for life, and for Tamsin, Reagan, Sarah, and Freddie that certainly seems to be the case. With student life stretching ahead of them, they bonded years ago over too many bottles of wine and great gossip; ill-fated love affairs and essay deadlines were the only clouds on their horizon.

Although the four women have little in common, this seems to make them greater friends, and they swear they'll always be there for one another...but twenty years is a long time to keep a promise.

And so, when tragedy plays a hand, their friendship is put to the ultimate test. Can they cast their younger selves? After all, friends should always come first, shouldn't they?

Aghhhh.....gila!!! Baru sadar kalo enggak nulis blog sejak Agustus!! Dan mengingat sekarang udah bulan Oktober, berarti September kemaren enggak nulis sama sekali?!!! Oh God!!!

Okeokeoke....rambling-nya ntar disambung lagi...sekarang mau ngebahas ini buku dulu.

The Friendship Test by Elizabeth Noble. Baru kali ini baca bukunya Elizabeth Noble, dan baru tahu kalo dia yang nulis "Things I Want My Daughters To Know". Belum pernah baca buku itu, tapi sempet liat di Periplus dan langsung enggak tertarik hahaha...mungkin karena langsung terbayang penuh kesedihan or something like that.

Anyway....The Friendship Test, nemu di Kinokuniya waktu pergi sama Mia (there's another story to tell) dan jujur, pertamanya tertarik sama yang judulnya "The Reading Group", tapi berhubung baru baca halaman pertama, paragraf pertama dan gue perlu baca dua kali untuk nyambung, jadi gue taro dan milih "The Friendship Test". Friendship, one of my fave theme.

Akhirnya ini buku selesai juga gue baca!!! Buku ini cukup menarik minat gue, karena pada saat akhirnya gue memutuskan untuk baca, tahu-tahu udah nyaris setengah buku aja abis dibaca. Dan sebenernya buku ini bisa dibaca habis dalam waktu dua hari or tiga hari, tapi berhubung masih ada 'kerjaan' lain, jadi tiga minggu baru kelar.

Gue suka dengan gaya penulisan Elizabeth Noble di buku ini. Plot-nya jelas-jelas bergerak maju, tapi kadang suka dibawa ke masa lalu pada saat Tamsin atau Freddie atau Reagan atau Sarah sedang mengingat-ingat sesuatu. Prosesnya begitu alami, jadi tidak terasa yang diceritakan itu adalah flashback.

Tamsin, Freddie, Reagan, dan Sarah berteman ketika mereka sama-sama kuliah di Oxford. Oh, settingnya di England, dan sepertinya Elizabeth Noble sendiri orang Inggris, jadi ada beberapa kosa kata yang memang asing di telinga (mata) gue.

Jadi, mereka berempat berteman di kuliah, meskipun mereka dari fakultas yang berbeda, tapi karena mereka tinggal di asrama yang sama, jadi mereka berteman. Freddie lebih dekat dengan Tamsin, dan Reagan dikenalkan Sarah.

Jujur, gue merasa agak sedikit 'tertipu' dengan summary yang ada di back cover :D karena gue mengharapkan permasalahan yang mereka hadapi tuh sebegitu hebatnya, sebegitu hebohnya...tapi ternyata tidak. Menurut gue lho ya.

Gue juga sempat mengira karena tokoh utamanya adalah Tamsin, karena Tamsin yang pertama kali digambarkan, tapi kemudian berpindah ke Freddie. Dan Freddie yang bisa dibilang mengalami tragedi.

Freddie, satu-satunya orang Amerika, yang kemudian menikah dan menetap di Inggris, memiliki satu anak laki-laki, terkena tragedi. Pertama, Freddie baru saja mengantar anaknya yang berumur 8 tahun untuk masuk sekolah berasrama; kedua, suaminya tiba-tiba menelpon dan bilang kalau he's in love with someone else dan hubungan ini telah berlangsung untuk beberapa waktu; ketiga, ayah Freddie baru saja meninggal.

Jujur, kalo gue jadi Freddie....gue dah nangis-nangis kayak orang gila kali.

Tapi kemudian, satu persatu mulai 'dibereskan'.

Gue suka dengan twist yang ada di cerita ini. Masing-masing tokoh yang ada di cerita ini bisa dibilang memiliki backstory membuatnya menjadi lebih hidup, meskipun mungkin backstory mereka tujuannya untuk mendukung backstory tokoh lain.

Keluhan gue cuma...ya itu. What's the ultimate test? There isn't any. I didn't see it. Suer. Karena pada saat Freddie kena masalah, semua teman-temannya bisa meninggalkan apapun yang mereka lakukan untuk membantu Freddie. Okelah ada sedikit gejolak dengan Reagan, tapi cuma itu. Gue ngebacanya itu cuma gejolak, bukan ombak besar yang membuat mereka menjadi menjauh dan sebagainya.

Overall sih, bisa dibilang gue menikmati ini buku. Jalan ceritanya mulus, bener-bener mengalir dengan lancar dan nyaman banget. Tokoh-tokohnya terlihat hidup di mata gue, bahkan tokoh yang menyebalkan pun bisa gue mengerti. Gue suka dengan twist yang muncul di tengah-tengah cerita, membuat cerita menjadi sedikit kompleks. Tapi bisa dibilang cerita ini tidak memiliki konflik yang memuncak, atau sesuatu yang bikin emosi meningkat banget-banget.

Jadi kalau dilihat dari sudut pandang grafik, memuncak pada saat Freddie mengalami tragedi berturut-turut itu, dan beberapa twist yang muncul, tapi selebihnya....ya sebegitu aja.

But still...membuat gue tertarik untuk membaca another book by Elizabeth Noble. Mau liat, apakah kemudian model ceritanya ketebak hahaha...

1 comment:

mia said...

ahay, akhirnya apdet juga Zenia :D Ah ya buku ini premisnya menarik, tapi kadang ternyata tidak sesuai harapan kita ya?
Persahabatan selalu menarik untuk menjadi tema novel. Pengen baca sisterhood of traveling itu jugaa :)

Aku masih berkutat dengan Game of Thrones, sudah setgh buku pertama sih hehehe

Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com