Sunday, August 8, 2010

The Swan - Dewi Ria Utari

Seperti yang gue tulis di akhir postingan gue sebelumnya, udah cukup lama gue enggak baca novel Bahasa Indonesia. Baik itu novel terjemahan maupun novel karya pengarang dalam negeri. Tapi kali ini, gue menemukan satu buku baru yang cukup menarik perhatian gue.

Kata pepatah, "Don't judge a book by its cover." Tapi harus diakui bahwa yang namanya cover, sampul, packaging itu mempengaruhi nilai seseorang akan sesuatu. Jangan menilai barang, kita aja menilai sesama manusia juga seringkali dari penampilannya. Kalo enggak, buat apa kita sampe repot-repot mandi, merias diri, mempercantik diri begitu kita keluar rumah :) And sometimes, not always, but sometimes the book's cover can tell you its inside.


Gue enggak sengaja menemukan buku ini di salah satu rak TB Gramedia CP. Diantara keramaian orang lalu lalang dan suara orang-orang di sekitar gue, buku ini seolah-olah berdiri dengan tenang memamerkan wajah sang angsa, menanti dengan sabar salah seorang pembeli melihat ke arahnya dan kemudian membeli ini buku. Dan ternyata, pembeli itu adalah gue.

Pernahkah kalian merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung sedunia? Itulah yang dirasakan Clarissa. Mamanya mantan model terkenal dan papa Clarissa seorang produser yang dulunya seorang aktor ternama. Kakaknya, Ivan juga seorang model. Sementara dirinya? Cuma gadis usia 14 tahun yang berwajah sangat biasa banget.

Clarissa semakin mengutuk penampilan dirinya yang tak seindah Papa, Mama, dan Ivan, saat ia merasakan sesuatu yang berbeda di hatinya. Perasaan itu muncul setiap kali ia berdekatan dengan Raka. Padahal Raka sudah ia kenal sejak kecil. Maklum Raka adalah teman dekat Ivan. Tapi kenapa perasaan itu baru muncul sekarang ya?

Perasaannya hancur lebur saat Raka mengaku naksir Amara, sahabat baru Clarissa, yang baru datang dari luar negeri. Wajar sih sebenarnya. Amara sangat cantik, pintar dan memiliki selera humor yang keren. Sementara dia? Tak lebih dari seekor itik buruk rupa di sebelah Amara. Bahkan itik di dalam keluarganya sendiri.

Apakah ia harus menyerah saja untuk membiarkan perasaannya hangus begitu saja? Sementara ia melihat sendiri semangat Amara untuk bisa meluluhkan hati Ivan, meski Amara tahu bahwa Ivan sudah memiliki Agni. Harusnya ia bisa seperti Amara yang pantang menyerah.

Di tengah kegalauan ini, masalah Clarissa makin bertumpuk saat mendapati papanya tengah dekat dengan seorang wanita. Rasanya semua masalah itu terlalu besar buat dirinya. Tak heran saat Bayu datang dalam kehidupannya, Clarissa merasa ada seseorang yang bisa memahami dirinya. Toh tak semudah itu bagi Clarissa untuk menghilangkan perasaannya pada Raka. Di satu sisi, perhatian Bayu membuat Clarissa merasa tak lagi menjadi seekor itik buruk rupa.



Jujur, gue tertarik karena gambarnya. Dan sewaktu membaca sinopsisnya, gue semakin tertarik. Dan hanya dalam hitungan jam (2 jam kurang mungkin) buku setebal 167 halaman ini sudah selesai gue baca.

Gue suka buku ini. Untuk ukuran gue, memang ini buku terasa 'bolong' di mana-mana. Tapi untuk ukuran teenlit, ini buku pas. Kalau mau dibuat lebih detail, lebih panjang, lebih kompleks, jatuhnya bukan teenlit dan malah jadi chicklit. Nah karena ini adalah teenlit, jadi gue bisa mengerti mengapa cukup banyak 'bolong' nya.

Yang gue suka dari buku ini adalah jalan ceritanya yang mengalir dengan cukup cepat. Hubungan antara Clarissa dengan Ivan dan kedua orang tuanya bisa dibilang harmonis. Ada beberapa adegan di buku yang membuat gue tersenyum, malah sampai sedikit tertawa tertahan. Meskipun terasa sedikit too good to be true tapi toh memang masih dalam batas kewajaran dan masih mungkin untuk dilakukan. Gue suka ada beberapa kata tetap dalam Bahasa Inggris meskipun harus gue akui sudah ada padanan kata Bahasa Indonesianya, atau para tokoh-tokohnya kadang berbicara dalam Bahasa Indonesia yang campur aduk dengan Bahasa Inggris. Dan gue suka dengan kebingungan yang dialami oleh Clarissa, tipikal anak SMP.

Meskipun menurut gue ceritanya terlalu pendek dan sedikiiiiitttt too cheesy tapi toh gue menikmati ini buku. Menikmati perkembangan yang dialami oleh Clarissa dan tokoh-tokoh di dalamnya.

Sekali lagi, ini buku teenlit yang gue rasa targetnya adalah anak SD kelas 5-6 dan anak SMP. Untuk anak SMA...hm...yah masih bisa lah. Toh ceritanya bisa dibilang universal. Cinta.

Lumayan untuk nambah-nambahin koleksi :D

No comments:

Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com