Sunday, August 8, 2010

Warna Tanah - Kim Dong Hwa


Banyak temen-temen gue yang tahu bahwa gue tergila-gila sama yang namanya Korea. Jadi begitu gue ngeliat ini buku, apalagi dengan nama Kim Dong Hwa sebagai nama pengarang, plus dengan cover yang menarik, tentu ini buku langsung gue beli.

Agak lucu juga sebenernya. Sufei tergila-gila with everything China. Geraldine 'Gerie' tergila-gila with everything Japan. Dan gue tergila-gila with everything Korea :)

Kim Dong Hwa di Indonesia (sama seperti gue) cukup dikenal karena dia yang menggambar novel grafis-nya Chicken Soup. Dan kali ini dia membuat trilogi warna. Dari salah satu websita yang gue baca, buku ini akan ada dalam 3 judul. The Colour of Earth, The Colour of Water, dan The Colour of Heaven. Buku yang udah diterjemahin adalah The Colour of Earth, Warna Tanah yang berjudul Kisah Kehidupan di Padang-Padang Keemasan vol. 1.

Gue agak bingung juga nih. Entah apakah buku berikutnya yang keluar adalah Warna Air - The Colour of Water, atau MASIH Warna Tanah tapi vol. 2.



Trilogi indah tentang cinta pertama dan kesempatan-kesempatan kedua.
Melukis kehidupan para wanita dengan hujan dan bunga.
Warna Tanah menceritakan kehidupan dan dunia dari mata dua generasi perempuan: Ehwa, gadis cilik yang tinggal bersama ibunya, janda di Namwon. Ehwa baru saja memulai perjalanannya menjadi seorang wanita. Bersama setiap musim hujan, Ehwa kecil semakin matang dalam pikiran maupun tubuh. Ehwa dan ibunya sama-sama bertumbuh dan berubah, namun ikatan yang sangat dalam di antara ibu dan anak ini membuat mereka saling mendukung dalam menghadapi dunia dan lingkungan sekitar yang tidak selalu ramah.

Kim Dong Hwa telah menghasilkan banyak novel grafis yang cemerlang. Dalam Warna Tanah, Mr. Kim mencurahkan segenap talentanya untuk menciptakan kisah yang unik dan tak terlupakan, sarat dengan referensi kultural serta gambar-gambar indah.



Menurut gue, meskipun buku ini tampil dalam bentuk komik, rasanya lebih tepat kalau yang baca BUKAN anak kecil. Sekurang-kurangnya SMA kelas 3 lah. Ini sih menurut gue ya.

So...sekali lagi..gue beli buku secara impulsif, karena melihat cover dan nama pengarangnya...sempet menduga bahwa ini buku langsung masuk lemari tanpa pernah gue baca, tapi toh ternyta tidak.

Oh my God! I like this book a lot!!! Bahasanya bagusssssssss sekali. Mungkin karena memang cerita ini lebih merupakan sebuah puisi jadi kata-katanya tuh penuh dengan kiasan dan bukan sekedar percakapan biasa. Dan mau tidak mau kita akan jatuh cinta dengan Ehwa dan ibunya.

Gue bener-bener enggak nyangka bakal bisa se-overwhelmed dengan buku ini. Sayang gue belum bisa baca dengan bahasa aslinya :( mungkin jatuhnya akan jauhhh lebih bisa jatuh cinta ya?

Ini ada salah satu cuplikan percakapan antara Ehwa dengan seorang bhiksu muda (seusia Ehwa yang masih 9 tahun)

E: Aku tak tahu mengapa, tapi jantungku terus berdebar-debar. Dan meskipun tidak makan, perutku terasa penuh - dan di atas semua itu, aku tidak bisa tidur.
B: Aku ingin tahu penyakit macam apakah itu. Sebaiknya kau pergi menemui tabib.
E: (tersenyum lebar) Tapi sekarang semua baik-baik saja. Sekarang seelah melihat dirimu dengan pakaian abu-abumu, hatikupun tenang. Sekarang setelah aku melihat kepalamu yang bulat mengilap, perutku terasa lebih baik.
B: (blushing)
E: (blushing)



Another good book :D

4 comments:

mia said...

Aku juga baca buku ini. Hanya 3 kata yang sesuai : Sumpah, bagus banget!! hehehe. Sepertinya bakal dilanjutin koq Ze, kalo ga, kita demo ke gramed yuk! Haha.

CAROLINE said...

Yup. Sepanjang baca cuma bisa misuh-misuh karena buku ini bagus banget!! Hahahaha...

Bener-bener kaget karena buku ini keren abis!

cintami said...

Warna air udah keluar. Asek abis...

CAROLINE said...

wah...iya ya!! Thanks ya untuk infonya!

Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com