Sunday, June 5, 2011

The Kane Chronicles Book Two - The Throne of Fire - Rick Riordan


Huahhh....akhirnya buku ini kelar juga gue baca :D Entah apa yang membuat gue akhirnya memutuskan untuk kembali ke kegiatan membaca buku. Mungkin karena mulai capek dengan kristik (padahal punya utang 2 kristik!) dan sedang berusaha menjauhkan diri dari dunia fanfic juga. Jadi memutuskan untuk mulai membaca buku ini.

Pertama kali mulai buku ToF, ya ampun!!! Sempet nge-blank untuk beberapa saat. Serasa gak nyambung sama apa yang dibaca. Otak ini rasanya susah sekali untuk nyambung dengan apa yang Carter omongin. Sangking berasa nge-blank, sampe berpikir untuk baca ulang buku 1!! Tapi berhubung males dan udah kadung tertarik sama kejadian di buku 2, jadi keinginan untuk baca buku 1 ditunda dulu.

Kegiatan membaca buku 2 ini sempat tertunda. Ditambah lagi kemudian gue iseng untuk mulai mencari files audiobook (for anybook) dan iseng mendengarkan audiobook The Red Pyramid dan The Throne of Fire ini. Dan wow!! Gue jatuh cinta dengan versi audiobook!!

Carter menjadi lebih lucu dan Sadie! OMG! Sadie bener-bener jadi bawel, penuh antusias! Salut untuk Kevin R. Free (Carter) dan Katherine Kellgern (Sadie) for the lively performance! Untuk Katherine Kellgern, bisa dibilang gue jatuh cinta sama suaranya sejak gue dengerin "Another Faust". She's so brilliant!!

Anyway, setelah penuh perjuangan (mencari files ToF audiobook untuk diunduh cukup susah!) akhirnya gue mendengarkan audiobook DAN sekaligus baca bukunya juga. Maklum, di buku kan dilengkapi dengan gambar hieroglyph. Yang pasti, denger audiobook ditambah dengan baca, membuat ini buku menjadi semakin seru untuk dibaca!



Ever since the gods of Ancient Egypt were unleashed in the modern world, Carter Kane and his sister, Sadie, have been in trouble. As descendants of the House of Life, the Kanes have some powers at their command; but the devious gods haven't give them much time to master their skills at Brooklyn House, which has become a training ground for young magicians. And now their most threatening enemy yet - the Chaos snake, Apophis - is rising. If they don't prevent him from breaking free in a few days' time, the world will come to an end. In other words, it's a typical week for the Kane family.

To have any chance of battling the forces of Chaos, the Kanes must revive the sun god, Ra. But that would be a feat more difficult than any magician has ever accomplished. first they have to search the world for the three sections of the Book of Ra; then they have to learn how tho chant it spells. Oh - and did we mention that no one knows where Ra is, exactly?

Narrated by two different wisecracking voices, featuring a large cast of new and unforgettable characters, and with adventures spanning the globe, this second installment of the Kane Chronicles is nothing short of a thrill ride.


Cerita langsung diawali dengan aksi pencurian ehm peminjaman artefak yang memegang peranan penting dalam usaha mereka (Carter & Sadie) untuk memperoleh the Book of Ra. Dan dari situ, cerita langsung mengalir dengan cepat.

Seperti biasa, cerita mengalir dengan cepat, penuh aksi, penuh dengan komentar-komentar Carter dan Sadie yang rada-rada sarkastik, tapi tetap lucu. Tokoh-tokoh lama masih tetap muncul, seperti Bast, Amos, Horus, Isis, meskipun mungkin tidak sebanyak buku 1.

Ada 1 tokoh baru yang kemudian menjadi kesayangan gue. Bes, the dwarf god. You can say, he's growing on me. Gue juga suka Tawaret, goddess of childbirth (berbentuk hippopotamus alias Kuda Nil). Lalu ada Khonsu (baca: Hons) god of moon. Berhubung gue terpengaruh sama versi audiobook, jadi ya...gak heran gue agak-agak suka dengan tiga tokoh ini. Bahkan Set pun ternyata 'terdengar' menyenangkan hahahaha.

Oh, seperti yang ditulis di atas, Brooklyn House memang jadi tempat pusat latihan para magician (yang berarti mereka keturunan pharaoh) dan udah pasti bakal ada beberapa tokoh-tokoh baru. Entah mereka akan sekedar lewat, atau nanti mendapat porsi yang lebih besar, gue gak tahu. Yang pasti, diantara para trainee itu, Walt dan Jaz yang dikenalkan pertama kali. Kemudian ada Felix, yang masih berumur 9 tahun, yang kehadirannya udah langsung bikin gue tersenyum dan gue tunggu kehadirannya.

Zia, the real Zia juga kali ini muncul.

Oh...dan soal romance...well...things going to get more complicated. For Sadie I think. And for Carter...yah gue berharap semua akan baik-baik saja :)

Tapi rasanya, baru kali ini gue menangis baca Kane Chronicles. Enggak tau ya apa yang lain juga ikut nangis, tapi ada satu bagian dimana gue tiba-tiba merasa ikut sedih.

So...buku ini...layak dibaca :D. Selain karena aksinya yang makin seru, ceritanya sendiri juga semakin menarik. Dengan ritme cerita yang cepat, komentar-komentar Carter dan Sadie, cara mereka bercerita, selalu berhasil membuat pembaca sedikit banyak tersenyum. Ditambah lagi dengan tingkah polah para dewa maupun trainee yang pasti bisalah bikin pembaca tertawa, meskipun di tengah-tengah perang sekalipun. Dan, akan lebih seru kalo baca sambil buka wikipedia, jadi bisa sekalian lihat seperti apa sih rupa para dewa-dewa yang disebut di buku ini.

Jujur, gue rekomen untuk mendengarkan versi audiobook-nya. Jadi lebih seru!!

Ini link Audible.com untuk The Kane Chronicles. Bisa dicoba untuk didengerin untuk yang penasaran. The Kane Chronicles

6 comments:

Anonymous said...

Ihiiy dapet audiobooknya Ze? aduuh jadi tambah pengen baca :( Bulan ini mau baca Prophecy of sisters ama Before I Fall, oia kmrn beli buku diskonan Cecelia Ahern yang The Gift cuma 30 rb di periplus lho Ze..

Unknown said...

yup berhasil nemu audiobook nya. mau kah? ntar aku coba upload di 4shared.com kalo mau (dan kalo bisa).

Ahhh Prophecy of Sisters!! Udah beli juga itu buku, tapi belum sempet di baca...

ohh The gift :D...lagi ada diskon ya di periplus...di sini juga, tapi kayaknya kemaren gak nemu yang 30rb...ayo coba cari-cari yang lain.. :)

mia said...

iya lagi donlot tapi mau skalian baca ibuk deh, aneh jg dgr audiobook ga baca, apa aku yg aneh ya? hahaha. bagus mana sama buku pertamanya Ze?

Unknown said...

bagus mana? Hm...kayaknya sedikit lebih bagus yang buku 2 :) tapi tetep sama-sama seru hahaha

denger audiobook aja juga sebenernya asik juga kok :) mungkin karena belum terbiasa aja jadi terasa aneh.

Fumiyo Ayabito KOREA said...

kak cara download audionya gmn ? atau audionya itu harus beli dulu, tolong kak ....

Unknown said...

@fumiyo: kalo bisa nemu yang gratis, ya langsung unduh aja. biasanya formatnya mp3. coba cari di 4shared, biasanya suka ada.

Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com