Monday, December 15, 2008

Parenting


Menurut beberapa buku yang pernah gue baca, anak-anak Asia memiliki attachement yang cukup kuat dengan orangtuanya. Hal ini bisa dilihat dari cara para orangtua ini mendidik/membesarkan anak-anak mereka. Seperti contoh, orangtua sering membaya bayi mereka tidur di ranjang mereka bersama-sama; meletakkan tempat tidur bayi di kamar tidur orangtuanya; membiasakan memberi makan sambil digendong, dsb.

Tentu masing-masing dari kita tahu bagaimana kita dulu dibesarkan. Kalau merasa tidak tahu, well mungkin sudah saatnya untuk bertanya pada orangtua kita masing-masing. Gue gak mau cerita panjang lebar mengenai how I was raised karena itu udah ada di posting sebelumnya. Silakan dicari sendiri :) http://celotehze.blogspot.com/2008/11/how-i-raised.html

Dan semakin besar, kita semakin tahu dan juga mungkin merasakan, apakah kita suka dengan cara kita dibesarkan? Atau kita malah benci dengan cara orangtua kita mendidik kita? Atau malah merasa kalau orangtua kita bukanlah orang yang mendidik kita?

Gue masih inget jaman waktu masih SMP dulu. Jamannya gue nakal banget dan penuh dengan kebingungan. Kayaknya semua tuh gak ada yang beres di rumah. Bokap ngomel mulu, nyokap juga gak membantu. Plus nilai gue di sekolah juga berantakan. Rasanya mau marah melulu dan sebel sama bonyok. Ini gak boleh, itu gak boleh, wah...pokoknya kacau bener deh!

Dan biasanya, disaat kita sedang kesel sama orangtua, mulai deh muncul pemikiran-pemikiran, mulai berandai-andai.

Mau menjadi seperti orangtua apakah gue?

Pernah ngebayangin gak, bakal jadi orangtua seperti apa kita nanti?

Whatever it is, kita hanya bisa berharap supaya kita mampu mengambil sisi positif cara didik orangtua kita dan meninggalkan sisi negatifnya. Lagipula, memang harus diakui, orangtua kita bukan Dewa/Tuhan yang tidak pernah berbuat salah. Mereka tidak mungkin 100% benar. Dan tidak diragukan lagi, sometimes, meskipun [mungkin] tidak ada maksud seperti itu, pernah menyakiti hati kita. Dan mungkin juga, orangtua kita mendapatkan sifat-sifat itu dari orangtuanya juga.

Memang, menjadi orangtua itu bukan pekerjaan yang mudah. Gue sendiri gak kebayang apa jadinya kalo gue sampe punya anak. Duh...bener-bener gak kebayang deh. Apalagi gue paling gak sabaran sama anak kecil...huuuaaaahhhhhh!!!!! Dah anak gue sama bapaknya aja deh ntar..:)


Berharap aja, kita bisa jadi orangtua yang
  1. cinta dan sayang sama semua anak kita
  2. bisa adil dengan semua anak-anak kita
  3. rela berkorban demi anak-anak kita
  4. mendukung anak-anak kita
  5. bangga dengan prestasi apapun yang berhasil mereka lakukan; tentu dengan catatan prestasinya yang positif, bukan yang negatif.
Because after all, Kahlil Gibran said....

Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them,
but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.

You are the bows from which your children
as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
and He bends you with His might
that His arrows may go swift and far.
Let our bending in the archer's hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves also the bow that is stable.


GOD!!! Gue suka banget puisi yang satu ini! Semoga gue (dan kita semua) bisa jadi orangtua yang baik bagi anak-anak kita kelak!

No comments:

Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com