Friday, February 20, 2009

The Luxe series

Where do I begin...oke don't sing (terutama yang ngeh kalo kalimat tersebut merupakan lirik awal sebuah lagu). But seriously, mulai dari mana enaknya, karena gue punya kebiasaan untuk bercerita secara detail yang berarti terlalu panjang.

(Membuat gue kembali berpikir dan mengingat-ingat kalo dulu masih nulis di buku harian, yang berarti menulis manual, gak mungkin gue nulis panjang lebar...eh salah deh...gak peduli nulis manual atau pake ngetik, tetep aja tulisan gue panjang lebar. Oke...back to topic)

Hm...

Akhir-akhir ini, selain keranjingan unduh dan unggah lagu or music, gue lagi keranjingan unduh buku or e-book. Biasanya sih model romance yang belum keluar di sini. Kemudian, setelah memindahkan seluruh data e-book ke dalam CD, tiba-tiba kepikiran untuk browsing di Amazon.com buku-buku untuk young adult or teens. Dan dimulailah pencarian panjang dengan browsing di Amazon.com. Sebagian gue berhasil nemu, lengkap, ada juga juga yang cuma nemu beberapa.

Salah satunya ada Luxe series karangan Anna Godbersen.

The Luxe series ini udah pernah beberapa kali gue liat di Amazon.com. Jujur aja, yang membuat gue tertarik adalah cover depannya. Tapi begitu gue baca short review di belakangnya, jujur aja gue jadi enggak tertarik. But still, lihat cover-nya deh! Cantik banget 'kan??!!


Mau tau ceritanya? Or paling tidak review singkatnya...ini dia... [From Amazon.com on Luxe (series 1)]

Pretty girls in pretty dresses, partying until dawn. Irresistible boys with mischievous smiles and dangerous intentions. White lies, dark secrets, and scandalous hookups. This is Manhattan, 1899.

Beautiful sisters Elizabeth and Diana Holland rule Manhattan's social scene. Or so it appears. When the girls discover their status among New York City's elite is far from secure, suddenly everyone—from the backstabbing socialite Penelope Hayes, to the debonair bachelor Henry Schoonmaker, to the spiteful maid Lina Broud—threatens Elizabeth's and Diana's golden future.

With the fate of the Hollands resting on her shoulders, Elizabeth must choose between family duty and true love. But when her carriage overturns near the East River, the girl whose glittering life lit up the city's gossip pages is swallowed by the rough current. As all of New York grieves, some begin to wonder whether life at the top proved too much for this ethereal beauty, or if, perhaps, someone wanted to see Manhattan's most celebrated daughter disappear...

In a world of luxury and deception, where appearance matters above everything and breaking the social code means running the risk of being ostracized forever, five teenagers lead dangerously scandalous lives. This thrilling trip to the age of innocence is anything but innocent.

Secara garis besar, ceritanya mirip Gossip Girl by Cecily von Ziegesar, tentang para gadis-gadis remaja kaya di New York (or Manhattan di Luxe series). Dengan tokoh utama sebagai gadis baik-baik yang bersahabat dengan gadis yang ternyata backstabbing dan jahatnya bukan main :), lengkap dengan cinta segitiga or segiempat, dan tokoh-tokoh samping lainnya yang juga enggak kalah seru or heboh. Agak-agak mirip soap opera tapi dijadikan novel dan sasarannya adalah young adult.

Jujur, gue gak pernah tertarik dengan Gossip Girl (buku). Entah kenapa gue gak suka aja. Mungkin karena buat gue ceritanya terlalu...I don't know...antara a) bikin iri; or b) terlalu jauh dari dunia gue sehari-hari.

Anyway, setelah beberapa kali melihat The Luxe series di Amazon, entah mengapa kemaren gue tiba-tiba niat untuk nyari di 4shared.com, dan ternyata nemu. Buku satu, The Luxe dan buku dua, Rumors: A Luxe Novel, dengan cover yang enggak kalah menariknya.

Diasumsikan, pada cover kedua ini adalah Penelope, sahabat baik/rival/musuh dalam selimut bagi Elizabeth (yang jadi cover pertama) dan Diana (adik Elizabeth)

True love. False friends. Scandalous gossip. Welcome back to Manhattan, 1899.

As rumors fly about the untimely demise of New York's brightest star, Elizabeth Holland, all eyes are on those closest to the dearly departed: her sister, Diana, the family's only hope for redemption; Henry Schoonmaker, the flame Elizabeth never extinguished; Penelope Hayes, poised to claim all that her best friend left behind; even Elizabeth's former maid, Lina Broud, who discovers that while money matters and breeding counts, gossip is the new currency.

As old friends become rivals, Manhattan's most dazzling socialites find their futures threatened by whispers from the past. In this delicious sequel to The Luxe, nothing is more dangerous than a scandal . . . or more precious than a secret.


Untuk sementara, gue baru berhasil mengunduh dua buku, karena buku yang ketiga, baru muncul Januari kemaren dan gue belum menemukan unduhan-nya. Mungkin next month udah ada :)

Buku ketiga dengan judul Envy: A Luxe Novel. Again, diasumsikan yang menjadi cover adalah Diana, adik Elizabeth. Gue tahunya juga dari amazon.com, review para pembaca.


Jealous whispers.

Old rivalries.

New betrayals.

Two months after Elizabeth Holland's dramatic homecoming, Manhattan eagerly awaits her return to the pinnacle of society. When Elizabeth refuses to rejoin her sister Diana's side, however, those watching New York's favorite family begin to suspect that all is not as it seems behind the stately doors of No. 17 Gramercy Park South.

Farther uptown, Henry and Penelope Schoonmaker are the city's most celebrated couple. But despite the glittering diamond ring on Penelope's finger, the newlyweds share little more than scorn for each other. And while the newspapers call Penelope's social-climbing best friend, Carolina Broad, an heiress, her fortune—and her fame—are anything but secure, especially now that one of society's darlings is slipping tales to the eager press.

In this next thrilling installment of Anna Godbersen's bestselling Luxe series, Manhattan's most envied residents appear to have everything they desire: Wealth. Beauty. Happiness. But sometimes the most practiced smiles hide the most scandalous secrets. . . .


Dan dengan agak sedikit malu, gue harus mengakui, bahwa gue tertarik dengan cerita ini. Cukup tertarik sampai gue mau membaca dan cukup penasaran sampai-sampai gue memilih untuk langsung membaca chapter terakhir untuk tahu bagaimana endingnya hahahaha....

Soalnya suer deh, tokohnya terlalu licik [baca: Penelope] dan terlalu baik [Elizabeth], belum lagi sama setting-nya yang kaku banget [1899, what do you expect??]. Jadi, berhubung gue penasaran abis, jadi gue memilih untuk langsung ke chapter terakhir dan mau tidak mau membuat gue ternganga...karena tidak tahu kalau endingnya dibuat seperti itu.

Yang kemudian membuat gue untuk tertarik langsung membaca buku kedua dan hanya sampai beberapa bab...gue langsung ke bab terakhir, dan again...gue ternganga...dan sekarang gue sedang mencari unduhan buku ketiga.

Oke, spoiler alert di sini,
  • Henry used to have a relationship with Penelope (flirtings and stolen kissess).
  • Tapi kemudian Henry dijodohkan dengan Elizabeth (sahabat Penelope),
  • sayang Elizabeth keburu jatuh cinta dengan Will, yang adalah coachmen-nya sendiri (apa bahasa Indonesia-nya? Masak sais? Yah pokoknya semacam stable boy gitu deh, yang ngurus kereta dan kuda dsb-nya).
  • Sedangkan Will (tenang, dia juga jatuh cinta pada Elizabeth), disukai or ditaksir oleh Lina, yang merupakan maid-nya Elizabeth.
  • Henry sendiri kemudian malah jatuh cinta pada...Diana (Elizabeth's little sister, mereka beda 2 tahun).
  • Untuk bisa menikah dengan Will, Elizabeth pura-pura kecelakaan ke Hudson River, thus, she died. Meninggalkan Henry dan Diana yang feeling guilty (karena mereka kepergok spending the night together, the night before the wedding; kalo gue gak salah inget).
  • And it all happened on book 1, and in the end of book 1, Diana dapet surat dari Elizabeth yang bilang kalo dia sebenernya gak mati, tapi kabur ke California supaya bisa bareng Will, dan memberi restu hubungan Diana dan Henry dan harus hati-hati pada Penelope, karena Penelope menginginkan Henry for herself.
  • Oh ya, Penelope membantu 'kematian' Elizabeth.

So far nangkep?

Di book 2,
  • Diana yang lega karena Elizabeth gak mati berusaha menjalin hubungan lagi dengan Henry
  • Henry, yang tidak tahu kalo Elizabeth masih hidup, tidak berani karena masih feeling guilty.
  • Pada saat Henry tahu kalo Elizabeth masih hidup, dijebak Penelope untuk menikahinya, kalau tidak Diana celaka (untuk yang satu ini gue gak tahu kenapa, karena bagian ini gue skipped :))
  • Thus, the marriage of Henry and Penelope
  • Will kemudian mati (yang ini pas gue baca...males gue ceritain why)
Jadi yah...nih buku bikin gue penasaran...apalagi pas baca review mereka yang udah baca buku ketiga, ceritanya makin seru, tentang usaha Diana untuk memperoleh kembali Henry. Ditambah lagi, seri ini (katanya) akan habis di buku 4 dan tentu saja, gue mengharapkan happy end. Kalo gak, hieh...nih buku bakal gue maki-maki!!

So...ada yang tertarik untuk membeli bukunya :)

PS: Just found book 3 yeay me!!!

5 comments:

Ditogendut said...

AH! Gara-gara lo pasang foto-foto gaun gebyar-gebyar gitu, gue jadi inget kalo gue nemu gaun (hopefully wedding gown) yang cocok buat SuFei. Gue sempet kepikiran pengen ngirim fotonya ke elo by e-mail tapi lupa mulu.
Ntar lo bisa liat kenapa gue bilang cocok, hehehe... Yup, it's purple, tapi ada alasan lain kenapa gue bilang itu cocok buat SuFei. Ntar gue jelasin di e-mail gue. Hehehe...

Ditogendut said...

Sekarang comment tentang cerita yang lo ceritakan di posting ini (hieh... cerita yang lo ceritakan, kok redundant banget ya?).

Kok gue baca review lo itu serasa lagi baca review cerita sinetron ya? Udah gitu setting lingkungan yang jetset gitu, bener-bener ciri khas sinetron banget. Pake ada acara disappear denga cara pura-pura mati gitu, aduh... It has RAM PUNDJABI written all over it. Kalo dia sampe baca nih novel pasti nggak lama langsung beneran jadi sinetron. Tinggal tambah Rossa yang nyanyiin theme song-nya, pas deh. Hehehe... Jangan lupa yang main, cast-nya adalah Nafa Gubrak yang jadi si adek, dan Desi Ratnasari jadi si kakak, Primus jadi tunangan si kakak, Ringo jadi Will (entah kenapa kok gue ngerasa dia paling cocok jadi stable boy gitu), dan Febi Febiola main jadi antagonisnya.

Sekarang silahkan bersandar di kursi yang sedang lo duduki, pejamkan mata, dan bayangkan tokoh2 novel ini dimainkan oleh bintang2 yang baru saja gue sebutkan. Masuk nggak? Pasti masuk.

Lo harus periksa baik2 tuh novel. Jangan2 penulisnya punya nama keluarga yang tidak dia disclose dengan jelas, yaitu PUNDJABI. Mwahahaha...

CAROLINE said...

E-mail gue tunggu.

Kasian lu To, orang dah bikin novel sampe sekian buku/seri, lu bilang kayak Punjabi lagi.

Tapi soap opera sama sinetron bedanya apa ya? Karena soap opera pun juga punya pola cerita yang sama.

Pembelaan gue adalah, toh gue juga gak sampe yang mengikuti secara detail, tapi lebih ke garis besarnya aja. Makanya 'kan ada beberapa bagian yang gue skip.

Untuk sekedar punya hasil unduhan sih buat gue gak papa lah, yang gak rela itu kalo sampe beli hahahaha

Ditogendut said...

e-mailnya udah gue kirim Ze. Hehehe...

CAROLINE said...

Udah gue liat juga kok hari itu langsung. Hehehe emang bagus bajunya!!

Cuma...untuk Sufei mungkin sebaiknya dibikin gak pake ekor kali ya? Lu juga saran begitu 'kan? Gue lupa hehehe...tapi bajunya bagus. Gue aja mau!

Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com