Monday, March 23, 2009

Seminar dan Diskusi [Pendidikan Dasar] LGBT

Hari Jumat, 20/3/09, gue dapet sms dari Freddy tentang Seminar dan Diskusi mengenai LGBT untuk hari Sabtu, 21/03/09. Gue tentu kaget banget dong dapet sms seperti itu...sempet bingung mau pergi sama siapa karena kalo pergi sendiri agak males, eh tapi ternyata Lisa dan Yan ikutan dan terakhir Freddy pun ikutan jadilah gue pergi. Yeay!!!

Senangnya ada yang bikin seminar dan diskusi seperti ini [lagi] apalagi disaat gue sedang mengusahakan skripsi gue untuk mulai lagi...jadi yah kebayang dong expectation gue?

Begitu gue masuk [di Untar, blok M, lt 8] dan membaca spanduknya...gue langsung lemes..kenapa? Karena tulisannya adalah "Seminar dan Diskusi PENDIDIKAN DASAR LGBT". Pendidikan dasar.

Hieh...

Yan langsung noleh dan bilang, "Ini pendidikan dasar lho, Ze. Lu 'kan udah advance :)"

Bukannya mau sombong atau apa...tapi yah jujur aja gue jadi lemes...karena gue gak mendapatkan informasi baru, atau fakta baru, atau bahkan cerita baru. Semua yang diomongin, semua yang dibahas buat gue 'berita lama', meskipun memang harus diakui tidak semua yang datang pada saat seminar itu sudah tahu.

Jadi yah gue ikutin saja...sempet nyatet beberapa hal juga secara cepat...dan mencoba melihat apa yang akan dikatakan selama seminar tersebut berlangsung.

Jujur...buat gue, pelaksanaannya kurang bagus. Dari segi pembicara maupun panitia gue rasa kurang siap. Yang agak bagus cuma dari pihak...hm...mana tuh yah yang terakhir itu...mungkin karena memang yang bawain orangnya easy going dan ngebawainnya enak. Sedangkan yang lain...well...kurang dipersiapkan. Informasi yang disampaikan terlalu singkat dan terburu-buru, alhasil jadi kurang menjelaskan.

Yah tau ndiri 'kan gue paling gak suka kalo ada pembicara yang begitu mesti bicara masih suka terbata-bata, sering bilang 'e... e.... e.... e....' kesannya jadi enggak siap sama apa yang akan dibicarakan.

Waktu Pak Monty giliran bicara [oh yeah...he was there sebagai nara sumber]...gue menangkap kesan bahwa yang dibicarakan merupakan bahan yang 'basi'...dan komentar dia bener-bener bikin gue mengangguk-angguk setuju...karena yah...para LGBT itu sebenernya gak ada bedanya dengan kita-kita yang mengaku heteroseksual...kecuali untuk Transgender, karena mereka memang mengalami [semacam] Gender Identity Disorder.

Tapi meskipun demikian, gue cukup menikmati hiburan yang disuguhkan...I had a few laughs lah... :)

Oh ya...yang belum tahu what is LGBT itu adalah Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender.

5 comments:

Ditogendut said...

Haiya... ternyata lo ikutan seminar seperti itu tho?

Yah, namanya juga seminar di kampus Ze. Nggak mungkin lah dibahas terlalu dalem juga. Yang ada bisa-bisa kampus geger, bumi gonjang-ganjing kalo sampe yang dibahas sudah mendetil. Yang ada bukannya seminar, tapi SHOCK THERAPY ke para mahasiswa yang hadir. Wakaka...

Lagipula, gue harus mengakui kalo psikologi adalah ilmu yang memang harus dirahasiakan. Nggak semua orang siap dengan 'burden of knowledge'. Kebayang kalau ada seminar yang judulnya "Mengidentifikasi LGB di Lingkungan Anda" (transgender mah gak usah dipelajaran juga udah ketahuan kan ya?), tapi di tingkatan kampus yang boleh dihadiri umum. Aiya... yang ada semua yang habis kuliah langsung parno sama orang-orang di sekelilingnya.

Itu pesen yang gue dapet dari prof yang jadi pembicara di seminar psikopat sih. Dia bilang, kita yang hadir di seminar itu diharapkan jangan menerapkan pengetahuan yang kita dapat dari seminar itu untuk mencoba-coba mengidentifikasi psikopat, apalagi menyiarkan hasil-hasil analisa kita. Pertama, kita bukan spesialis untuk itu. Kedua, kalau sampai salah kan jadinya fitnah. Dan ketiga, kita sendiri bisa-bisa jadi paranoid karena 'burden of knowledge' itu. Makanya seminar-seminar umum memang biasanya nggak mungkin memberi penjelasan yang terlalu detil. Apalagi informasi yang spesifik seperti yang lo mau (kalo ga salah, tentang gays yang belum come out of the closet ke keluarganya kan ya?)

Saran gue, yah selamat berburu literatur n narasumber aja lah Ze.

Unknown said...

Bener sih To...dan setelah gue pikir-pikir pun...emang gak ada informasi lagi yang [mungkin] bisa gue dapat, karena semua info/ilmu yang ada [pikir gue] dah gue baca. Jadi yah...mau apa lagi?

Gue cuma mengharapkan acara kemaren itu menarik, berbobot, dan lancar. Okelah mereka mengaitkannya dengan HIV-AIDS, tapi info tentang HIV-AIDS nya pun juga tidak menarik dan menurut gue kurang informatif. Karena intinya [cuma] kondom...kondom...dan kondom.

Memberi kesan kalo ini adalah pertama kali mereka bikin seminar atau talkshow seperti ini...jadi yah gue yang rada-rada sebel/kecewa.

Anonymous said...

Sepertinya memang ini yang pertama kali untuk mereka. Pak Monty aja (kelihatannya) tidak diberi briefing yg cukup.

Oh well...

Paling tidak, pihak Fak Psikologi secara terang2an menyatakan dukungan terhadap LGBT. Pak Monty jg begitu, walau dia jg bilang scr pribadi tidak terlalu setuju, but he said it's none of his business.

Mudah2an adik2 mahasiswa jg mulai terbuka pikirannya (cieh adikkk.. tua banget yee gw...)

Urusan kondom, gw jd inget lagi tuh, salah satu peserta yg bertanya (ralat: menyatakan pendapat) dengan mencecar luar biasa perihal kondom, dia kan dokter ya? Tapi sayang dia tdk toleran.

Ditogendut said...

Mencecar? Kondom? Dokter? Haeh...? Lha...? Emang dia bilang apa tentang kondom? Dia Gay?

Unknown said...

The doctor is a SHE, not a HE...chinese yang sepertinya orang daerah gitu [halah!! kok jadi maen RAS gitu coba?]

Gue tau lah, kondom emang awal mulanya untuk mencegah kehamilan [tau dari Ingrid kalo gak salah], tapi kemudian malah jadi alasan untuk bisa melakukan seks bebas dan [cenderung] tidak bertanggungjawab.

Nah, si dokter ini melihat kok seminar & diskusi yang dilakukan ini malah melulu mengatakan gunakan kondom untuk melakukan seks.

Ya iya lah!

Namanya juga usaha pencegahan. Masak mau terus dibilang, lebih baik tidak usah melakukan hubungan seks? Yang bener aja dong? Ini 'kan konteksnya adalah bagi mereka para pekerja seks komersil yang kebetulan adalah laki-laki [eh...bener gak sih Yan?]. Perlindungan bagi para PSK 'kan kondom? Bener dong? Ya masak sebelum having seks suruh bawa surat laporan dokter yang menyatakan bebas STD dan HIV-AIDS? Lha gila 'kan? Iya kalo suratnya asli, lha kalo palsu?

Udah gitu bawa-bawa Paus lagi...bilang kalo Paus mengatakan bahwa kondom bukanlah hal yang efektif untuk mencegah HIV-AIDS [or something like that].

YA AMPUN!!!

Gue sebagai orang Katolik tuh tau banget [yah..sebenernya sih baru setahun or dua tahun sih tau-nya] kalo Gereja Katolik itu TIDAK MENYETUJUI [antara lain]:
1. Seks pra-nikah
2. Kondom
Jadi ya gk heran kalo Paus ngomong kondom gak efektif mencegah HIV-AIDS.

Logika berpikirnya dong!

Kalo mau nurutin apa kata Gereja, not using condom, ya jangan having sex. Gampang 'kan? Terutama yang belum menikah. Gitu aja 'kan? Buat gue sih logikanya begitu. Kenapa Paus gak mendukung penggunaan kondom, karena buat apa mencegah kehamilan kalo sebenernya it's okay for you to be pregnant?

Gue gak ngebahas yang udah married ya? Kalo yang udah married, logikanya lain lagi [menurut gue].

Tapi please deh...dokter kok begitu?

Jadi emosi lagi gue.

Btw...ini logika berpikir gue ya.

Secara pribadi...gue sih gak ada masalah sama kondom, cuma ya...seminimal mungkin memang usahakan untuk gk pake [maksudnya pas married, gitu lho!]

Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com