Thursday, March 19, 2009

Star's Lover



Kemaren (17/03/09) gue menghabiskan hari dengan menonton DVD film seri Korea, Star Lovers. Salah satu pemainnya adalah Choi Ji Woo, yang main Winter Sonata sama Bae Yong Jun, my favourite Korean Star...huahhhhh saranghe Bae Yong Jun!!!

Oke...cukup!

Sinopsis singkatnya...

Lee Ma Ri is a famous actress that is actively pursued by four men. The four men come from different backgrounds and have different aspirations. One is a literature graduate student who dreams of becoming a writer (Yoo Ji Tae), another is a famous photographer (Choi Phillip), the third is the heir to a major chaebol family (Ki Tae Young), and the last man chasing after Ma Ri is a young executive who works at a media corporation (Lee Ki Woo).


[Yang ada di cover, itu Choi Ji Woo (paling bawah), kemudian Yo Ji Tae, sebelahnya, dan Lee Ki Woo di atasnya. Cewek satu lagi itu adalah Cha Ye Ryun, yang berperan jadi Choi Eun Young, mantan pacar tokoh yang diperankan Yo Ji Tae itu]

Drama seri ini gak jauh beda lah sama drama seri yang lain, seperti cinta segi tiga or segiempat yang membuat ruwet, yang berarti dua cowok naksir cewek yang sama, kemudian ada cewek lain yang naksir sama tokoh cowoknya, trus konflik untuk bisa mencapai cinta tersebut. Drama seri Korea biasanya punya dua tokoh utama pria dan atau dua tokoh utama wanita. Kalau mau tahu siapa jadian sama siapa...well biasanya sih tokoh utama pria yang dijumpai pertama kali sama tokoh utama perempuannya...itu pasangannya :) Seandainya di kehidupan nyata juga seperti itu hahaha

Nah, nih film ada 20 episode. Jadi bisa dibilang gue nyaris gak tidur demi nonton nih film. Untung laptop bokap lagi di gue, jadilah gue nonton di laptop bokap, sambil tiduran di kasur hehehehe lumayan!

Gue kasih...3,5 bintang dari 5 bintang deh...


Dari segi pemain, oke lah. Ganteng-ganteng dan cantik-cantik, terus sepenglihatan dan setau gue sih, cukup oke lah mainnya. Acungan jempol emang untuk Choi Ji Woo yang akting nangisnya emang super mantap abiss!!! Gak tau deh berapa kali take untuk bisa memperoleh tuh ekspresi, tapi emang ekspresi wajahnya keren lah. Yang lain juga gak kalah oke, cuma buat gue, ini pertama kalinya gue ngeliat mereka hehehe, jadi yah gak bisa ngasih banyak komentar juga.


Dari segi cerita...hieh...yah mau ngomong apa lagi? Korea banget dan Asia banget. Yang berarti cuma satu...lelet bo! 20 episode itu seharusnya bisa dibikin ringkas jadi hanya 16 episode lah [drama korea yang pendek biasanya antara 16 atau 20 episode, paling pendek paling biasanya 4 episode]. Karena yah...gue cuma nonton disc 1 sampe 3, berarti episode 1-12, kemudian langsung lanjut disc 5, episode 17 sampe 20 (tamat). Selain karena gue ngejer biar gue bisa buruan tamat, gue ngerasa tuh cerita [konflik] tralu panjang dan gak menunjukkan solusi sama sekali.


Dan ternyata tebakan gue bener...karena pas nonton di episode 17 pun mereka masih berkutat di masalah yang sama dan baru di episode 17 itu ada tindakan solusi, yang kemudian langsung maju ke 1 tahun kemudian, dimana situasi konflik udah mereda, sempet naik dikit sebagai penyelesaian akhir, baru kemudian selesai di episode akhir.


Secara keseluruhan sih, gak jelek-jelek amat kok, karena gue menikmati adegan antara tokoh utama pria dan wanita-nya. Chemistry antara mereka berdua ada, dan adegan-adegannya kadang lucu, kadang romantis dan semua adegan itu kena banget. Cuma ya itu...ceritanya kok terasa kurang kuat dan latar belakang ceritanya jadi agak sedikit kedodoran.


Ditambah lagi menurut gue seharusnya 16 episode aja udah cukup, tanpa harus dibikin ribet atau ruwet. Dari soal penyelesaiannya pun juga...gimana ya? Kurang menunjukkan kekuatan cinta [halah!] diantara mereka berdua. Pinginnya saling melindungi, tapi karena kekurangan materi jadi kemudian mereka menyerah dan berpisah, untuk kemudian [pada akhirnya] bersatu, tapi situasi keuangan mereka bisa dibilang seimbang. Kesannya malah karena miskin jadi gak bisa bersatu.


Belum lagi yang cowok kadang suka telmi. Parah banget deh! Tinggal gue yang suka geleng-geleng kepala. Suer...telmi banget.. dan nyadarnya udah telat gitu.. hieh...untung ceweknya masih baik jadi keterlambatan dia gak terlalu memperparah situasi.


Tapi ya sudah, yang penting happy ending, semua tokoh yang jahat kemudian bertobat [tipikal film Korea] dan para mantan pacar kemudian jadi sahabat atau ketemu pasangan baru [tipikal film Korea juga].

Tidak bisa dibilang mengecewakan, tapi tidak bisa dibilang memuaskan juga.

Sejauh ini, film Korea yang menurut gue memiliki ritme film cukup cepat itu adalah Queen of the Game, yang konflik-nya dari awal sudah muncul, kemudian penyelesaiannya pun tidak pake lelet. Tinggal gue yang kebayang, seandainya tuh film (Queen of the Game) dibikin versi Indonesia-nya, wah...bisa jadi 160 episode kali!!


Dan pembahasan ini kemudian berkembang ke pembahasan berikutnya...kenapa juga tuh sinetron Indonesia gak bisa seperti drama seri Korea? Yang cuma abis 20 episode atau kalau memang mau panjang, cukup bikin 100 episode saja. Atau kalau memang mau seperti luar negeri, bikin lah seminggu sekali, untuk 6 bulan. Kenapa juga semua jadi pada bikin opera sabun sih? Hieh...heran deh!

1 comment:

Unknown said...

Mba.. Blh minta link ya dimana nonton ya..soalnya pd ngga lengkap /error

Free Delivery on all Books at the Book Depository
Please e-mail me directly if you have any question about things that I wrote in this blog at celotehze@yahoo.com